PERTAHANAN INDONESIA ABAD KE-21: Perang Fondasi Menjadi Medan Perebutan Strategis Global
- account_circle Suwoto
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- visibility 540
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Perebutan Persepsi dan Legitimasi
Pada bagian akhir, MJP Hutagaol menekankan bahwa persepsi telah menjadi salah satu medan perebutan paling strategis pada abad ke-21.
Menurutnya, informasi yang terus-menerus diterima masyarakat akan membentuk persepsi, melahirkan kepercayaan, dan pada akhirnya memengaruhi legitimasi serta arah kebijakan suatu bangsa.
Karena itu, penguatan literasi digital, wawasan kebangsaan, integritas penyelenggara negara, kepastian hukum, serta pemeliharaan kepercayaan publik menjadi bagian penting dari konsep Pertahanan Nir-Materi.
Ia menegaskan bahwa menjaga ketahanan nasional pada era modern tidak cukup hanya melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga melalui penguatan fondasi nonfisik bangsa.
“Pertahanan Indonesia abad ke-21 harus diwujudkan melalui penguatan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, keamanan data, kedaulatan energi, integritas, kohesi sosial, serta kepercayaan publik terhadap institusi negara,” tegasnya.
Konsep Perang Fondasi ini selanjutnya akan berlanjut pada Bagian V yang membahas penerapan Pertahanan Nir-Materi dalam memperkuat Sistem Pertahanan Semesta Indonesia menghadapi dinamika ancaman abad ke-21.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar