Putra Talaud Harbo Angkat Bicara: Jangan Biarkan Talaud Dari Tinonda Hingga Napombaru Hancur Hanya Karena Ambisi Segelintir Orang Yang Gila Jabatan
- account_circle Amir Pontoh
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Sulut – Putra Talaud, Haryono [ Harbo ] Sekaligus wakil Ketua Asosiasi BPD Nasional ABPEDNAS menyampaikan seruan keras kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud agar tidak membiarkan masa depan daerah dikorbankan hanya karena kepentingan politik, perebutan kekuasaan, dan ambisi jabatan segelintir orang. Minggu 25/10/2026.
Menurut Haryono sebagai wakil Ketua Asosiasi BPD Nasional ABPEDNAS Kabupaten Kepulauan Talaud, dari Tinonda hingga Napombaru, merupakan tanah kebanggaan bersama yang harus dijaga, dibangun, dan diwariskan kepada generasi mendatang, bukan dijadikan arena pertarungan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Jangan biarkan Talaud hancur hanya karena segelintir orang yang terlalu berambisi mengejar jabatan. Kepentingan rakyat harus berada di atas kepentingan pribadi. Talaud membutuhkan pembangunan, bukan pertikaian yang tidak berkesudahan,” tegas Harbo.
Bupati dan Nona Aniaya G. Bambungan Dinilai Memiliki Kepedulian Besar terhadap Masa Depan Talaud
Harbo juga menyampaikan pandangannya bahwa Bapak Bupati bersama Nona Aniaya G. Bambungan memiliki kepedulian terhadap arah pengembangan Kabupaten Kepulauan Talaud ke depan.
Menurutnya, semangat membangun daerah harus mendapatkan dukungan seluruh komponen masyarakat. Perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghambat gagasan, kerja nyata, maupun upaya memajukan daerah.
“Talaud tidak boleh terus-menerus tersandera oleh kepentingan kekuasaan. Kita membutuhkan persatuan, pemikiran besar, keberanian membangun, serta pemimpin dan generasi yang benar-benar memikirkan masa depan rakyat,” lanjutnya.
Jabatan Ada Masa Akhirnya, tetapi Masa Depan Talaud Harus Tetap Berdiri!
Harbo mengingatkan bahwa jabatan dan kekuasaan bersifat sementara, sedangkan tanggung jawab terhadap tanah kelahiran akan terus melekat sepanjang kehidupan.
Ia mengajak seluruh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta berbagai elemen daerah untuk mengawal pembangunan secara kritis, objektif, dan konstruktif.
Kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan politik berubah menjadi permusuhan yang justru merugikan masyarakat.
“Jangan wariskan kehancuran kepada anak cucu kita hanya karena hari ini ada orang-orang yang lebih mencintai jabatan daripada tanah kelahirannya. Dari Tinonda sampai Napombaru, Talaud harus tetap berdiri, bersatu, dan maju!”
Harbo menegaskan bahwa sudah saatnya seluruh energi masyarakat diarahkan pada pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, infrastruktur, pendidikan, serta pemberdayaan generasi muda.
TALAUD BUKAN MILIK SEGELINTIR ELITE. TALAUD ADALAH RUMAH KITA BERSAMA. JANGAN KORBANKAN MASA DEPAN RAKYAT DEMI SEBUAH KURSI KEKUASAAN!
[ Amir Pontoh ][ Korwil I’d Timur ]
Jurnalis : Amir Pontoh
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 5 Januari 2022 sebagai Wakil Koordinator Wilayah Indonesia Timur. Email : aamir.pontoh@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar