Wawasan Kebangsaan Abad ke-21, Fondasi Strategis Menuju Ketahanan Peradaban dan Indonesia Emas 2045
- account_circle Suwoto
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 490
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ketahanan Nasional Menuju Ketahanan Peradaban
Dalam perspektif modern, ketahanan nasional tidak lagi hanya berkaitan dengan pertahanan wilayah, tetapi juga mencakup ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, energi, pangan, air, data, dan moral bangsa.
Menurut Hutagaol, ketahanan nasional harus berkembang menjadi ketahanan peradaban, yakni kemampuan bangsa menjaga identitas, nilai-nilai luhur, budaya, moralitas, dan kemandiriannya di tengah derasnya arus globalisasi.
Bangsa yang memiliki ketahanan peradaban akan mampu menyerap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia.
Hikmat Kebijaksanaan dan Kepemimpinan Nasional
Salah satu poin penting yang disoroti adalah makna Sila Keempat Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”
Menurutnya, hikmat kebijaksanaan harus menjadi dasar kepemimpinan nasional dalam menghadapi era transformasi global yang penuh tantangan.
Kepemimpinan masa depan dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga integritas moral, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, serta kemampuan membaca perubahan strategis dunia.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar