Reformasi Arsitektur Politik Nasional, Brigjen (Purn) MJP Hutagaol : Indonesia Perlu Bergerak Menuju Demokrasi Kepemimpinan
- account_circle Suwoto
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- visibility 474
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Keempat, memperkuat demokrasi internal partai politik guna memastikan proses regenerasi kepemimpinan berlangsung secara terbuka dan berkelanjutan.
Kelima, membangun konsensus nasional terkait arah pembangunan jangka panjang agar pergantian pemerintahan tidak selalu diikuti perubahan orientasi pembangunan nasional.
Hutagaol menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan demokrasi yang mampu memilih pemimpin, tetapi juga demokrasi yang mampu melahirkan negarawan.
“Tujuan demokrasi bukan sekadar pergantian kekuasaan, tetapi memastikan bahwa kekuasaan dijalankan oleh pemimpin terbaik yang mampu menjaga persatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta membawa Indonesia menjadi negara maju, kuat, dan bermartabat,” tegasnya.
Ia menambahkan, agenda besar reformasi politik Indonesia pada abad ke-21 harus diarahkan tidak hanya pada perluasan demokrasi sebagai prosedur, tetapi juga penyempurnaan demokrasi sebagai instrumen pembentukan kepemimpinan nasional.
“Dari demokrasi elektoral menuju demokrasi kepemimpinan, dari politik jangka pendek menuju visi kebangsaan jangka panjang, serta dari kompetisi kekuasaan menuju pembangunan peradaban bangsa,” pungkasnya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar