Reformasi Arsitektur Politik Nasional, Brigjen (Purn) MJP Hutagaol : Indonesia Perlu Bergerak Menuju Demokrasi Kepemimpinan
- account_circle Suwoto
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- visibility 475
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Demokrasi saat ini cenderung lebih berorientasi pada kemenangan elektoral dibandingkan pembentukan kepemimpinan nasional yang berkualitas,” ujar Hutagaol dalam tulisannya.
Ia menilai partai politik seharusnya kembali menjalankan fungsi utamanya sebagai rumah gagasan dan lembaga kaderisasi kepemimpinan bangsa. Sebab, dalam sistem politik Indonesia, partai politik merupakan pintu utama menuju berbagai jabatan strategis negara.
Karena itu, Hutagaol mendorong dilakukannya reformasi arsitektur politik nasional yang tidak bertujuan mengurangi demokrasi ataupun membatasi kebebasan politik, melainkan meningkatkan kualitas demokrasi agar mampu menghasilkan pemimpin yang berintegritas, kompeten, visioner, dan berpihak pada kepentingan bangsa.
Menurutnya, terdapat lima agenda strategis yang perlu dilakukan dalam reformasi politik nasional.
Pertama, mengembalikan partai politik sebagai lembaga kaderisasi dan pendidikan politik.
Kedua, membangun sistem meritokrasi yang mendorong promosi kepemimpinan berdasarkan kapasitas, integritas, pengalaman, serta rekam jejak pengabdian.
Ketiga, memperbaiki sistem pembiayaan politik agar lebih transparan dan sehat sehingga tidak menimbulkan ketergantungan terhadap sponsor maupun kelompok kepentingan tertentu.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar