Pertahanan Kognitif Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Brigjen (Purn) MJP Hutagaol: Bangsa Harus Melindungi Kedaulatan Berpikir
- account_circle Suwoto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lima Tahapan Menghadapi Manipulasi Informasi
Untuk memperkuat pertahanan kognitif, terdapat lima tahapan yang perlu diperhatikan:
- Deteksi: mengenali informasi dan aktivitas digital yang tidak wajar.
- Verifikasi: memeriksa sumber primer, dokumen, dan fakta pembanding.
- Analisis: mengkaji pola penyebaran, sasaran, serta potensi dampak.
- Respons: menyampaikan klarifikasi berdasarkan bukti dan mengambil tindakan sesuai kewenangan.
- Pemulihan: mengevaluasi kelemahan dan membangun kembali kepercayaan.
IMDI 2025 Menunjukkan Tantangan Literasi Keamanan Digital
Data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dari Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan masih adanya tantangan dalam pemahaman keamanan digital. Sebanyak 36,3 persen responden menyatakan tidak mengetahui tanda-tanda phishing, sementara 40,9 persen tidak mengetahui ancaman virus dan malware.
Data tersebut menunjukkan perlunya peningkatan literasi keamanan digital agar masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko dan melindungi informasi pribadi.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar