PERANG FONDASI: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Tawarkan Kerangka Baru Memahami Konflik Global Modern
- account_circle Suwoto
- calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
- visibility 373
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elon Musk Sebagai Studi Kasus
Untuk menjelaskan konsep tersebut, Hutagaol menggunakan ekosistem bisnis yang dibangun oleh tokoh teknologi dunia, Elon Musk, sebagai studi kasus.
Melalui perusahaan Tesla, Musk dinilai berperan dalam pengembangan sistem energi melalui baterai, energi surya, dan teknologi penyimpanan daya.
Sementara itu, Starlink dianggap sebagai contoh penguasaan fondasi data karena menyediakan konektivitas komunikasi berbasis satelit yang mampu menjaga kesinambungan informasi dalam berbagai kondisi.
Adapun platform X dipandang sebagai representasi pengaruh dalam ruang persepsi, mengingat peran media sosial dalam membentuk opini publik dan arah diskursus global.
Menurut Hutagaol, ketiga entitas tersebut mencerminkan bagaimana energi, data, dan persepsi dapat terintegrasi dalam satu ekosistem yang memiliki dampak strategis sangat besar.
Perubahan Makna Kedaulatan
Konsep Perang Fondasi juga menyoroti munculnya aktor non-negara yang memiliki pengaruh global signifikan.
Jika sebelumnya kekuatan strategis identik dengan negara dan institusi militer, saat ini perusahaan teknologi besar dinilai mampu memainkan peran penting dalam mengendalikan akses data, komunikasi, energi, hingga persepsi publik.
Kondisi tersebut dinilai mengubah makna kedaulatan dan memperluas definisi kekuatan nasional di era digital.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar