Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Rangga Lawe dari Tuban: Refleksi Kepemimpinan, Persatuan, dan Karakter Bangsa dalam Perspektif Sejarah

Rangga Lawe dari Tuban: Refleksi Kepemimpinan, Persatuan, dan Karakter Bangsa dalam Perspektif Sejarah

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Sejarah bukan hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga sumber pembelajaran bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui tulisan berjudul “Rangga Lawe dari Tuban: Kehormatan Ksatria, Ujian Kepemimpinan, dan Refleksi Nusantara”, Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan sejarah Majapahit sebagai cermin dalam memahami kepemimpinan, persatuan, dan karakter bangsa Indonesia.

Dalam kajiannya, penulis mengulas sosok Rangga Lawe yang selama ini dikenal dalam berbagai sumber sejarah sebagai tokoh yang terlibat konflik pada masa awal berdirinya Kerajaan Majapahit. Namun demikian, di daerah asalnya, Tuban, Rangga Lawe juga dikenang sebagai sosok ksatria yang menjunjung tinggi kehormatan, keberanian, dan prinsip hidup.

Perbedaan perspektif tersebut menunjukkan bahwa sejarah tidak selalu dapat dipahami secara hitam dan putih. Setiap peristiwa memiliki latar belakang politik, sosial, dan budaya yang perlu dikaji secara utuh sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Tulisan tersebut menekankan bahwa keberhasilan membangun sebuah negara atau kerajaan bukan hanya ditentukan oleh keberhasilan meraih kemenangan, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin menjaga persatuan setelah kemenangan itu diraih. Konflik yang muncul setelah berdirinya Majapahit menjadi salah satu contoh bagaimana tantangan terbesar sering kali justru berasal dari dinamika internal di antara para pejuang yang sebelumnya memiliki tujuan bersama.

Penulis juga mengaitkan kisah tersebut dengan perjalanan sejarah Indonesia modern. Tokoh-tokoh bangsa seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Tan Malaka, Musso, hingga S.M. Kartosuwiryo disebut sebagai contoh bahwa perbedaan pandangan dalam perjuangan merupakan bagian dari dinamika sejarah. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola melalui kebijaksanaan, dialog, serta komitmen terhadap kepentingan bangsa dan negara.

Dalam perspektif tersebut, nilai-nilai Pancasila dan gagasan Nation and Character Building yang diperkenalkan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dinilai tetap relevan sebagai fondasi dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.

Pada bagian penutup, Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol menyampaikan bahwa kisah Rangga Lawe bukan sekadar cerita mengenai konflik pada masa Majapahit, melainkan refleksi tentang pentingnya kepemimpinan yang adil, penghargaan terhadap jasa para pejuang, serta kemampuan menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan.

Menurutnya, bangsa yang besar bukan hanya mampu memenangkan perjuangan, tetapi juga mampu mempertahankan persatuan setelah kemenangan tersebut diraih. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan abad ke-21, mulai dari perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga polarisasi sosial yang berpotensi memengaruhi persatuan nasional.

Tulisan ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi seluruh elemen masyarakat dalam memahami pentingnya sejarah sebagai sumber pembelajaran, sekaligus memperkuat komitmen terhadap persatuan, keadilan, dan karakter kebangsaan sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju dan bermartabat.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Soliditas, SAIBER Kota Tangerang Gelar Konsolidasi Bersama 13 PAC

    Perkuat Soliditas, SAIBER Kota Tangerang Gelar Konsolidasi Bersama 13 PAC

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 169
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kota Tangerang, Banten – Organisasi kemasyarakatan Satria Benteng Raya (SAIBER) Kota Tangerang sukses menggelar pertemuan silaturahmi akbar yang melibatkan pengurus dari 13 Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kota Tangerang. Agenda konsolidasi ini berlangsung khidmat di WAR-XHOP Bang Efrizal, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi […]

  • Pangdivif 2 Kostrad: Prajurit Adalah Keluarga yang Harus Dijaga Bersama photo_camera 6

    Pangdivif 2 Kostrad: Prajurit Adalah Keluarga yang Harus Dijaga Bersama

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Wajidi Adiansyah
    • visibility 180
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Sukoharjo – Di sela kegiatan pembinaan satuan di Brigif 6/Trisakti Shakti Balajaya, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., menyempatkan diri menjenguk salah satu prajurit yang telah lama berjuang melawan penyakit Kanker. (Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat 5/6/2026), Kehadiran Pangdivif 2 Kostrad di tengah prajurit dan keluarganya menjadi bentuk nyata […]

  • Hari Kedua Family Gathering Punguan Purba Boru/Bere OP. Manongalangit Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan photo_camera 6

    Hari Kedua Family Gathering Punguan Purba Boru/Bere OP. Manongalangit Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Sandro Purba
    • visibility 266
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bogor – Kegiatan hari kedua Family Gathering Punguan Purba Boru/Bere OP. Manongalangit berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan. Acara yang digelar di Villa Putih Alvaro tersebut diisi dengan ibadah bersama, permainan keluarga, hingga pembagian doorprize bernilai jutaan rupiah yang telah disiapkan panitia. Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah bersama sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus mempererat tali […]

  • Jelang HUT ke-80 Bhayangkara, Alumni Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Megamendung photo_camera 2

    Jelang HUT ke-80 Bhayangkara, Alumni Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Megamendung

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Sudarnarto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bogor – Keluarga besar Akpol ’90 Dhira Brata menggelar Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 di Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., didampingi Ketua Umum Panitia Hari Bhayangkara ke-80 Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H., beserta Bhayangkari. […]

  • Kabiro MSM Kota Bekasi Sampaikan Duka atas Wafatnya Dewan Penasehat Guruh Soekarnoputra

    Kabiro MSM Kota Bekasi Sampaikan Duka atas Wafatnya Dewan Penasehat Guruh Soekarnoputra

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Media Suara Mabes (MSM). Dewan Penasehat Media Suara Mabes, Guruh Soekarnoputra, berpulang pada Sabtu (26/9/2026) dalam usia 73 tahun. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kabar tersebut disampaikan pihak keluarga dan turut diberitakan […]

  • MJP Hutagaol: Peradaban Modern Harus Kembali Menemukan Keseimbangan dan Nurani

    MJP Hutagaol: Peradaban Modern Harus Kembali Menemukan Keseimbangan dan Nurani

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan global yang semakin kompleks, manusia dinilai perlu kembali menemukan keseimbangan hidup serta memperkuat hubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan nurani. Pandangan tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol melalui tulisan reflektif berjudul “Gerbang yang Tidak Dibangun dari Batu: Meditasi Pagi tentang Manusia, Nusantara, dan Dunia”. […]

expand_less