Membangun Ekonomi Pertanian Regeneratif: Ketika Petani Tidak Lagi Dibiarkan Menanggung Risiko Sendiri
- account_circle Patrik Tatang
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pembiayaan Harus Terhubung dengan Kepastian Pasar
Persoalan pertanian regeneratif juga tidak dapat diselesaikan hanya dengan menyediakan kredit murah. Bank membutuhkan kepastian mengenai kemampuan petani menghasilkan pendapatan, sedangkan petani membutuhkan kepastian pasar sebelum berani melakukan investasi jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, perusahaan atau offtaker dapat berperan melalui kontrak pembelian jangka menengah hingga panjang. Kepastian pembelian dapat memberikan gambaran arus pendapatan bagi petani sekaligus membantu lembaga pembiayaan menilai risiko.
Jika sebagian biaya transisi turut ditanggung oleh pembeli, pemerintah atau lembaga pembiayaan, risiko perubahan tidak seluruhnya berada di tangan petani.
Pemerintah juga dapat memainkan peran strategis dengan membiayai manfaat publik yang tidak selalu tercermin dalam harga komoditas, seperti konservasi tanah, perlindungan daerah aliran sungai, biodiversitas, ketahanan pangan dan adaptasi perubahan iklim.
Jurnalis : Patrik Tatang
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 28 Desember 2023 sebagai Wakil Koordinator Wilayah (Wakorwil) Indonesia Barat I Email : patrik.tatang@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar