Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Kita Mencari Tuhan,Tetapi Mengapa Nilainya Tidak Kita Hidupi

Kita Mencari Tuhan,Tetapi Mengapa Nilainya Tidak Kita Hidupi

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Persoalan korupsi kembali menjadi perhatian publik. Penangkapan, pemeriksaan hingga proses persidangan terhadap sejumlah pihak terkait perkara korupsi terus berlangsung. Namun, pemberantasan korupsi tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum, melainkan juga menyangkut persoalan integritas dan perilaku manusia.

Pandangan tersebut disampaikan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol ’86 dalam tulisannya yang diterima redaksi MediaSuaraMabes, Sabtu (19/9/2026), bertajuk “Kita Mencari Tuhan, Tetapi Mengapa Nilainya Tidak Kita Hidupi?”

Dalam tulisannya, MJP Hutagaol mempertanyakan mengapa korupsi masih terus terjadi meskipun Indonesia telah memiliki berbagai perangkat hukum dan lembaga pengawasan.

“Mengapa korupsi seperti tidak pernah selesai?” demikian salah satu pertanyaan yang diajukan dalam tulisan tersebut.

Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan perangkat untuk memerangi korupsi. Selain memiliki aturan hukum, negara memiliki lembaga penegak hukum dan pengawasan, termasuk KPK, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, auditor serta berbagai mekanisme pengendalian.

Di sisi lain, nilai-nilai kebangsaan dan moral juga telah menjadi bagian dari kehidupan bernegara. Pancasila menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama, sementara dalam proses peradilan dikenal prinsip yang tercermin dalam frasa, “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Persoalannya, menurut penulis, bukan hanya terletak pada keberadaan nilai dan aturan, tetapi sejauh mana nilai tersebut diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Nilai Harus Menjadi Perilaku

Tulisan tersebut menyoroti adanya kemungkinan kesenjangan antara nilai yang diucapkan dengan tindakan yang dilakukan.

Seseorang, misalnya, dapat berbicara mengenai Tuhan tetapi pada saat yang sama mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya. Seseorang juga dapat berbicara mengenai Pancasila, tetapi melakukan praktik yang merugikan keuangan atau kepentingan publik.

Begitu pula dengan slogan antikorupsi. Menurut penulis, komitmen terhadap pemberantasan korupsi akan kehilangan makna apabila seseorang memilih diam ketika mengetahui tindakan tidak benar terjadi di lingkungan sekitarnya.

“Kita tidak kekurangan nilai. Kita kekurangan keberanian untuk menghidupi nilai,” tulis MJP Hutagaol.

Ia kemudian mengangkat kembali pentingnya rasa malu sebagai salah satu pengendali moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Malu untuk berbohong, malu untuk mencuri, malu menerima uang yang tidak semestinya, malu menyalahgunakan jabatan, serta malu mengkhianati kepercayaan masyarakat.

Integritas Dimulai dari Keputusan Sederhana

Dalam pandangan yang disampaikan melalui tulisannya, hukum tetap memiliki peran penting dalam memberantas korupsi. Namun, kehidupan bernegara tidak cukup hanya mengandalkan ancaman sanksi.

Integritas justru diuji ketika seseorang mempunyai kesempatan melakukan pelanggaran tetapi memilih untuk tidak melakukannya.

Penulis menggambarkan prinsip tersebut melalui sebuah keputusan sederhana: ketika seseorang ditawari jalan untuk melakukan penyimpangan dengan kalimat, “Bisa diatur,” maka jawaban yang diperlukan adalah, “Tidak.”

Keputusan tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun, apabila prinsip itu dijalankan secara konsisten oleh pejabat publik, aparat, pengusaha, penegak hukum, politisi maupun masyarakat, menurut penulis, dampaknya dapat menjadi bagian penting dalam membangun budaya integritas.

Perang Melawan Korupsi Dimulai Sebelum Penindakan

Tulisan tersebut juga menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak seharusnya hanya dipahami sebagai tindakan setelah seseorang melakukan pelanggaran dan kemudian ditangkap atau diproses secara hukum.

Upaya pencegahan, menurut gagasan yang disampaikan penulis, justru dimulai jauh sebelumnya, yaitu ketika seseorang berada dalam posisi memiliki kesempatan untuk melakukan kesalahan tetapi memilih menolaknya.

“Tidak. Itu bukan hak saya.”

Bagi penulis, sikap tersebut merupakan salah satu bentuk konkret integritas.

Ketika nilai agama, Pancasila, hukum dan moral tidak berhenti sebagai ucapan, tetapi diwujudkan dalam tindakan, maka nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari budaya kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pada akhirnya, pemberantasan korupsi bukan hanya persoalan menangkap pelaku. Ia juga menyangkut bagaimana membangun manusia yang memiliki keberanian untuk menolak sesuatu yang bukan haknya.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putri Tujuh, Kilang yang Mengubah Dumai dan Menjadi Nadi Energi Sumatera

    Putri Tujuh, Kilang yang Mengubah Dumai dan Menjadi Nadi Energi Sumatera

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Indra Gunawan
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Dumai — Sejarah modern Kota Dumai tidak dapat dilepaskan dari keberadaan industri minyak dan Kilang Putri Tujuh. Pembangunan kilang yang dimulai pada April 1969 menjadi salah satu tonggak penting yang mendorong perubahan Dumai dari kawasan pesisir menjadi kota industri dan pelabuhan yang memiliki posisi strategis dalam sistem energi Indonesia. Keputusan membangun kilang di […]

  • 9 Paket Strategis Kota Sabang Tahun Anggaran 2026 Senilai Rp52,3 Miliar Disorot, Muncul Dugaan Paket Sudah “Ada yang Punya” photo_camera 2

    9 Paket Strategis Kota Sabang Tahun Anggaran 2026 Senilai Rp52,3 Miliar Disorot, Muncul Dugaan Paket Sudah “Ada yang Punya”

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 594
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Sabang – Penetapan sembilan paket proyek strategis Pemerintah Kota Sabang Tahun Anggaran 2026 mulai menjadi sorotan publik. Paket-paket tersebut ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Sabang Nomor 000.3/88/2026 tertanggal 27 Februari 2026 dengan total anggaran mencapai Rp52.326.442.133. Adapun sumber pendanaan berasal dari DOKA (Dana Otonomi Khusus Aceh) dan DAK (Dana Alokasi Khusus). Sejumlah proyek yang masuk […]

  • Kabiro Media Suara Mabes Sabang Tampung Aspirasi Warga, Soroti Kondisi Ekonomi dan Tingginya Pengangguran

    Kabiro Media Suara Mabes Sabang Tampung Aspirasi Warga, Soroti Kondisi Ekonomi dan Tingginya Pengangguran

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Soeharto
    • visibility 248
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Sabang – Kepala Biro Media Suara Mabes Kota Sabang, Soeharto, menerima berbagai aspirasi dan keluhan dari sejumlah masyarakat terkait kondisi perekonomian di Kota Sabang yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Keluhan tersebut disampaikan warga dalam beberapa kesempatan pada 21–22 Juli 2026. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang mereka rasakan saat ini cukup […]

  • Seleksi Prajurit Intai Tempur Kostrad photo_camera 5

    Seleksi Prajurit Intai Tempur Kostrad

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Wajidi Adiansyah
    • visibility 208
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Malang | Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., bersama para Pejabat Utama Divif 2 Kostrad dan para Komandan Satuan melaksanakan kegiatan seleksi Pantukhir Tahap I Latihan Pembentukan Taipur (Lattuk Taipur) XIII Tahun 2026 di Markas Divif 2 Kostrad. (Malang 22 Juni 2026) Seleksi ini merupakan rangkaian penting dalam […]

  • Kebakaran Lahan Kosong Seluas 2 Hektare di Desa Sanca Indramayu Berhasil Dipadamkan

    Kebakaran Lahan Kosong Seluas 2 Hektare di Desa Sanca Indramayu Berhasil Dipadamkan

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 125
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Indramayu – Kebakaran melanda lahan kosong milik Pemerintah Desa (tanah bengkok) di Blok Gobangan, Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jumat (11/9/2026) sekira pukul 18.30 WIB. “Api membakar rerumputan dan ilalang di lahan seluas kurang lebih 2 hektare”. Kebakaran diduga sengaja dilakukan oleh orang tidak dikenal. Berkat respons cepat Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparatur desa, warga, […]

  • Wujudkan Kemandirian Pesisir, Presiden Prabowo Resmikan Fasilitas Terpadu di Kampung Nelayan Merah Putih Kota Gorontalo photo_camera 6

    Wujudkan Kemandirian Pesisir, Presiden Prabowo Resmikan Fasilitas Terpadu di Kampung Nelayan Merah Putih Kota Gorontalo

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Sudarnarto
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Gorontalo – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Peninjauan tersebut menandai langkah nyata pemerintah menghadirkan ekosistem perikanan yang tidak hanya memperkuat produktivitas nelayan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah hasil laut melalui dukungan infrastruktur dan fasilitas terpadu di kawasan pesisir […]

expand_less