Maneuver — Ketika Rencana Bertemu Kenyataan, Strategi Harus Mampu Bergerak dan Beradaptasi
- account_circle Suwoto
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- visibility 405
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kegagalan Juga Menjadi Data
Tidak semua tindakan akan menghasilkan keberhasilan. Kegagalan dapat terjadi karena asumsi awal keliru, waktu pelaksanaan tidak tepat, sumber daya tidak mencukupi, respons pihak lain berbeda dari perkiraan, teknologi berubah, atau cara pelaksanaan tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Karena itu, kegagalan tidak selalu berarti keseluruhan strategi salah.
Organisasi yang adaptif tidak menjadikan kegagalan sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Kegagalan dapat diperlakukan sebagai data untuk belajar dan memperbaiki keputusan berikutnya.
Sebaliknya, kegagalan yang tidak dievaluasi berpotensi menjadi persoalan yang berulang.
ESTOM Bukan Garis Lurus
Dengan masuknya Maneuver, lima tahapan ESTOM menjadi lengkap:
E — Environment
S — Sensing
T — Thinking
O — Operation
M — Maneuver
Namun, proses tersebut tidak berhenti pada Maneuver.
Tindakan yang dilakukan akan kembali mengubah lingkungan. Pasar bereaksi, masyarakat merespons, negara lain mengambil keputusan, data baru muncul, dan persepsi mengalami perubahan.
Artinya, hasil Maneuver akan menciptakan Environment baru.
Karena itu, ESTOM bukan sekadar garis lurus, melainkan sebuah siklus strategis:
Environment → Sensing → Thinking → Operation → Maneuver → Environment Baru → Sensing Baru → Thinking Baru → Operation Baru → Maneuver Baru.
Siklus tersebut terus berlangsung selama lingkungan strategis mengalami perubahan.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar