Maneuver — Ketika Rencana Bertemu Kenyataan, Strategi Harus Mampu Bergerak dan Beradaptasi
- account_circle Suwoto
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- visibility 402
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tujuan Tetap, Cara Dapat Berubah
Salah satu prinsip penting Maneuver adalah tegas terhadap tujuan, tetapi adaptif dalam cara mencapai tujuan tersebut.
Ibarat kapal yang menuju pelabuhan, tujuan tetap menjadi orientasi. Namun, ketika menghadapi badai, nakhoda dapat mengubah arah, mengurangi kecepatan, atau memilih jalur alternatif.
Dalam konteks strategis, terlalu mudah mengubah tujuan dapat menyebabkan organisasi kehilangan arah. Sebaliknya, terlalu kaku mempertahankan cara dapat membuat strategi tidak mampu menghadapi perubahan.
Karena itu, Maneuver membutuhkan keseimbangan antara keteguhan tujuan dan fleksibilitas pelaksanaan.
Membutuhkan Ruang untuk Bertindak
Perencanaan strategis dapat disusun di tingkat pusat, tetapi pelaksanaannya berlangsung di berbagai tempat, mulai dari daerah, pasar, pelabuhan, pabrik, ruang digital hingga lapangan operasi.
Pihak yang berada paling dekat dengan perubahan sering kali menjadi pihak pertama yang mengetahui kondisi tersebut.
Karena itu, organisasi yang mampu bermanuver membutuhkan dua hal sekaligus, yakni kesatuan tujuan dan keluwesan pelaksanaan.
Setiap unsur perlu memahami tujuan akhir, batas kewenangan, serta ruang untuk menyesuaikan cara ketika kondisi berubah.
Jika setiap perubahan kecil harus menunggu keputusan dari pusat, peluang dapat hilang. Namun, apabila setiap unsur bergerak tanpa arah bersama, kesatuan tindakan juga dapat terganggu.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar