ISQ dan Perang Fondasi: Membaca Perebutan Kendali di Era Digital dan Kecerdasan Buatan
- account_circle Suwoto
- calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
- visibility 396
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Perang Fondasi: Perebutan Energi, Data, dan Persepsi
Dalam tulisannya, Hutagaol menjelaskan bahwa perang modern telah bergeser dari perebutan wilayah menuju perebutan fondasi sistem yang menopang kehidupan sebuah negara.
Perang Fondasi terdiri atas tiga elemen utama:
1. Energi
Energi menjadi fondasi pertama karena seluruh sistem modern bergantung pada listrik, bahan bakar, dan pasokan energi lainnya. Konflik geopolitik seperti Rusia-Ukraina maupun ketegangan di kawasan Timur Tengah menunjukkan bagaimana energi dapat menjadi alat tekanan strategis yang mempengaruhi ekonomi global.
2. Data
Data disebut sebagai fondasi kendali di era digital. Aktivitas perbankan, perdagangan, komunikasi, transportasi, hingga pertahanan negara kini bergantung pada pengelolaan data.
Karena itu, penguasaan pusat data, kecerdasan buatan, cloud computing, satelit, dan infrastruktur digital menjadi bagian penting dalam persaingan global.
3. Persepsi
Persepsi publik menjadi medan tempur yang paling sulit terlihat. Media sosial dan algoritma digital mampu memengaruhi opini masyarakat dalam waktu singkat.
Menurut Hutagaol, perang narasi kini dapat mengguncang stabilitas sebuah negara tanpa perlu menggunakan kekuatan militer secara langsung.
Starlink dan Tantangan Kedaulatan Digital
Sebagai contoh konkret, Hutagaol menyoroti kehadiran layanan internet satelit Starlink yang semakin menjangkau berbagai wilayah terpencil.
Di satu sisi, teknologi tersebut memberikan manfaat berupa akses internet yang lebih cepat dan luas. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan strategis mengenai aliran data, pengendalian infrastruktur, serta ketergantungan terhadap sistem yang berada di luar kendali nasional.
“Pertanyaan penting bukan hanya soal internet cepat dan murah, tetapi juga siapa yang mengendalikan data dan bagaimana dampaknya terhadap kedaulatan digital di masa depan,” ujarnya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar