Gejolak Sosial Eropa Jadi Peringatan Dini, Indonesia Perlu Perkuat Ketahanan Nasional
- account_circle Suwoto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Stabilitas Dibangun Sebelum Krisis
Menurut Hutagaol, ketahanan nasional perlu bergerak dari pendekatan reaktif menuju pendekatan antisipatif. Pemerintah diharapkan mampu mengenali kerentanan, mengukur dampak, dan memperbaiki sumber persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.
Namun, tidak ada satu kerangka analisis yang dapat menjamin seluruh krisis bisa dicegah. Efektivitasnya tetap bergantung pada kualitas data, koordinasi antarlembaga, ketepatan kebijakan, serta pengawasan yang memadai.
Gejolak di Eropa juga tidak berarti Indonesia pasti mengalami situasi serupa. Pelajaran utamanya adalah pentingnya kesiapan menghadapi risiko berdasarkan fakta dan kondisi domestik.
Stabilitas nasional bukan berarti masyarakat tidak boleh menyampaikan kritik. Stabilitas yang kuat tercermin ketika aspirasi dapat disampaikan secara aman, informasi dapat diperiksa, kebijakan dapat dievaluasi, dan persoalan masyarakat memperoleh penyelesaian.
Dengan memperkuat deteksi dini, ketahanan energi, tata kelola data, serta kepercayaan publik, Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi perubahan lingkungan strategis dan menjaga stabilitas nasional secara berkelanjutan.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar