Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Hukum & Kriminal » Putusan PN Barito Utara Dinilai Picu Konflik, Warga Minta Presiden, DPR RI, dan Komnas HAM Hadir di Polemik PT NPR

Putusan PN Barito Utara Dinilai Picu Konflik, Warga Minta Presiden, DPR RI, dan Komnas HAM Hadir di Polemik PT NPR

  • account_circle Ron
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 229
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Barito Utara – Putusan Pengadilan Negeri Barito Utara dalam sengketa lahan PT Nusa Persada Resources (NPR) dinilai dapat memicu konflik horizontal di Desa Kerendan. Ratusan warga adat mendesak Presiden RI Prabowo Subianto, Komisi III DPR RI, dan Komnas HAM untuk turun langsung meredam polemik tersebut.

Ratusan pengelola lahan di Desa Kerendan, Kecamatan Lahei, menolak putusan PN terkait lahan yang digarap PT NPR tanpa ganti rugi. Mereka menyatakan pantang menyerah dan meminta wartawan turun langsung ke lapangan untuk membuktikan fakta yang terjadi.

“Kami tidak terima putusan itu. Silakan wartawan datang, lihat sendiri kebun karet dan ladang kami yang sudah rusak,” ujar salah satu perwakilan pengelola lahan saat ditemui di lokasi, Kamis (21/5/2026).

Warga menilai putusan PN tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Lahan yang menjadi sumber mata pencaharian telah dirusak aktivitas PT NPR, namun hingga kini belum ada penyelesaian ganti rugi yang jelas.

Selaku penerima kuasa dari kelompok, Jhon Kenedy didampingi Hison yang mewakili puluhan awak media, menunjukkan bukti kerusakan lahan beserta tanaman milik kelompok yang digarap PT NPR. “Ini adalah fakta kehancuran lahan kami,” ujarnya.

Prianto bin Samsuri mengungkapkan, salah satu area terdampak adalah kebun karet miliknya berisi sekitar 3.000 pohon. Lahan tersebut rusak akibat aktivitas operasional PT NPR, padahal dirinya tidak pernah menjual tanah tersebut kepada pihak mana pun.

“Kedatangan saya hari ini karena ada kabar bahwa lahan yang belum saya jual itu sudah tergarap. Kebun karet saya yang dirusak oleh PT NPR mungkin hampir 3.000 pohon, tanpa ada ganti rugi,” ujar Prianto.

Ia menegaskan tidak berbicara untuk kepentingan pribadi, melainkan mewakili ratusan kepala keluarga di Desa Kerendan yang menggantungkan hidup dari sistem ladang berpindah dan hak kelola tradisional.

Berdasarkan kepemilikan adat, wilayah kelola kelompok mencakup SKT Global seluas 1.808 hektar dari Sungai Kerendan hingga Air Menetes di perbatasan Kalimantan Timur. Dokumen ini diperbarui pada 2010 dan 2018, serta diperkuat pecahan SKT yang disahkan RT, Kepala Adat, hingga Pemerintah Desa.

“Kami membuat kelompok untuk berladang tradisional, menanam padi, karet, hingga buah-buahan. Jika surat-surat dari pemerintah desa dan ketua adat ini tidak diakui, lalu untuk apa ada mereka? Mereka adalah kepanjangan tangan pemerintah pusat dan daerah,” tegas Prianto.

Pada 2020, tim gabungan Tripika Kecamatan Lahei, termasuk Polsek, Danramil, Damang, dan awak media, telah turun ke lapangan untuk memverifikasi keberadaan kebun masyarakat di areal konflik tersebut.

Desak Presiden, DPR RI, dan Komnas HAM Turun Tangan

Warga menyayangkan sikap PT NPR yang dinilai menutup mata terhadap pemilik lahan sah saat menyalurkan program tali asih. Setelah laporan ke tingkat lokal hingga kepolisian menemui jalan buntu, warga melayangkan tuntutan terbuka ke pucuk pimpinan negara.

Mereka mendesak Presiden RI Prabowo Subianto, Komisi III DPR RI, serta Komnas HAM segera mengintervensi demi perlindungan hukum bagi hak-hak masyarakat adat.

“Kami tidak menentang pemerintah memberikan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) kepada PT NPR. Tapi kami meminta ganti rugi hak atas tanah yang kami kelola secara turun-temurun,” tambah Prianto.

Warga juga meminta induk perusahaan, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), mengevaluasi kinerja PT NPR dan menurunkan tim auditor independen yang transparan. “Kami memohon keadilan. Tolong lindungi hak-hak masyarakat adat dan ladang kami,” pungkasnya.

Detail Putusan dan Dampak di Lapangan

Prianto menjelaskan, dalam Putusan Nomor 29/Pdt.G/2025/PN Mtw tertanggal 24 Mei 2026, majelis hakim menghukum tergugat rekonvensi/penggugat konvensi untuk membayar biaya perkara.

“Dalam putusan tersebut, hakim memutuskan kami sebagai penggugat dibebankan untuk membayar biaya perkara,” terang Prianto.

Dari ratusan pengelola lahan, beberapa warga yang sempat diwawancarai awak media antara lain Dores, Ron, Asnawi, dan Satun.

Mereka tidak hanya menunjukkan sisa-sisa kebun yang telah digarap, tetapi juga bukti polusi debu pada pondok yang ditempati. Tercatat ada 17 rumah pemukiman warga yang terdampak, karena tanah di sekeliling rumah mereka telah digarap PT NPR sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.(RON)

Ron

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 Juli 2023 sebagai Jurnalis Kab. Barito Utara - Kalimantan Tengah. Email : ron@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Paket Strategis Kota Sabang Tahun Anggaran 2026 Senilai Rp52,3 Miliar Disorot, Muncul Dugaan Paket Sudah “Ada yang Punya” photo_camera 2

    9 Paket Strategis Kota Sabang Tahun Anggaran 2026 Senilai Rp52,3 Miliar Disorot, Muncul Dugaan Paket Sudah “Ada yang Punya”

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 606
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Sabang – Penetapan sembilan paket proyek strategis Pemerintah Kota Sabang Tahun Anggaran 2026 mulai menjadi sorotan publik. Paket-paket tersebut ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Sabang Nomor 000.3/88/2026 tertanggal 27 Februari 2026 dengan total anggaran mencapai Rp52.326.442.133. Adapun sumber pendanaan berasal dari DOKA (Dana Otonomi Khusus Aceh) dan DAK (Dana Alokasi Khusus). Sejumlah proyek yang masuk […]

  • Mewakili Kapolres, Wakapolres Ketapang Resmi Buka Open Turnamen Bola Voli Kapolres Ketapang Cup Tahun 2026 photo_camera 2

    Mewakili Kapolres, Wakapolres Ketapang Resmi Buka Open Turnamen Bola Voli Kapolres Ketapang Cup Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 167
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Open Turnamen Bola Voli Kapolres Ketapang Cup Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin (27/7/2026) sore di Lapangan Bola Voli Bhayangkara, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan menjadi momentum mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, komunitas olahraga, serta masyarakat. Kegiatan pembukaan […]

  • Strong Point Pagi Hari, Personel Polres Aceh Tenggara Perkuat Pengaturan Lalu Lintas di Titik Rawan

    Strong Point Pagi Hari, Personel Polres Aceh Tenggara Perkuat Pengaturan Lalu Lintas di Titik Rawan

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Agus Suprianto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Aceh Tenggara – Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, Polres Aceh Tenggara secara rutin melaksanakan kegiatan Strong Point pada pagi hari di sejumlah lokasi yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi. 21 September 2026 Personel dari berbagai satuan diterjunkan ke lapangan dan ditempatkan di persimpangan, titik rawan kemacetan, […]

  • Ledakan Terdengar di PT Indolakto Pekayon, Asap Putih Tebal dan Bau Menyengat Dirasakan Warga

    Ledakan Terdengar di PT Indolakto Pekayon, Asap Putih Tebal dan Bau Menyengat Dirasakan Warga

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Warga di sekitar kawasan PT Indolakto (Indomilk), Jalan Raya Kiwi, Pekayon, Jakarta Timur, dikejutkan suara ledakan yang terdengar pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 14.12 WIB. Peristiwa tersebut disertai munculnya asap putih tebal dan bau menyengat yang dirasakan warga di sekitar lokasi. Informasi awal yang diperoleh Media Suara Mabes (MSM) dari warga […]

  • Kunjungannya Pangdam III/Siliwangi Ke Tanwiriyyah Cianjur, Tekankan Peran Santri Dalam Menjaga Persatuan dan Kemajuan Bangsa

    Kunjungannya Pangdam III/Siliwangi Ke Tanwiriyyah Cianjur, Tekankan Peran Santri Dalam Menjaga Persatuan dan Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 120
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Cianjur – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0608/Cianjur, Kamis (20/8/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka menghadiri tasyakur Milad ke-80 Yayasan Madrasah Tanwiriyyah, Grand Launching Gerakan Wakaf, serta meninjau Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur,Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi TNI […]

  • Gawat, 280 Penerima MBG Diduga Keracunan Makanan, SPPG Pasia Laweh Dihentikan Sementara

    Gawat, 280 Penerima MBG Diduga Keracunan Makanan, SPPG Pasia Laweh Dihentikan Sementara

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Yaman
    • visibility 106
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Agam — Kabar dukasekaligus keprihatinan mendalam menyelimuti Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Ratusan siswa, guru, dan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat mengonsumsi makanan dari SPPG Pasia Laweh. Kejadian ini memicu respons cepat pemerintah, kepolisian, dan berbagai pihak terkait demi menelusuri penyebab serta memastikan keselamatan warga. […]

expand_less