Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera, PPPT: Provinsi Tapanuli Strategi Membangun Masa Depan Bona Pasogit
- account_circle M. Siringo Ringo
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- visibility 232
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Belajar dari Daerah Otonomi Baru
Hutagaol juga menyoroti keberhasilan sejumlah daerah otonomi baru di Indonesia seperti Gorontalo, Banten, hingga Kalimantan Utara yang dinilai mampu mempercepat pembangunan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, dengan jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa dan luas wilayah mendekati 19 ribu kilometer persegi, kawasan Tapanuli dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk menjadi sebuah provinsi.
Menurutnya, selama ini pembangunan di Sumatera Utara secara alami lebih terkonsentrasi di wilayah Medan dan sekitarnya, sehingga sejumlah potensi di kawasan Tapanuli belum berkembang secara optimal.
“Perjuangan Provinsi Tapanuli bukan soal menghadirkan gubernur baru ataupun kekuasaan. Ini adalah upaya menghadirkan kesempatan yang lebih besar agar kawasan Tapanuli dapat berkembang secara optimal dan sejajar dengan provinsi lain di Indonesia,” ungkapnya.
Hutagaol berharap generasi muda Batak ke depan tidak hanya kembali ke Bona Pasogit saat pensiun atau pada akhir hayat, tetapi dapat hidup, berkarya, dan membangun masa depan yang lebih sejahtera di tanah leluhurnya.
“Marsipature Hutanabe bukan sekadar slogan. Ia adalah panggilan sejarah. Sebagaimana pesan Bung Karno, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (Jas Merah),” pungkasnya.
(Ring-o)






Jurnalis : M. Siringo Ringo
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 7 April 2023 sebagai Jurnalis Pusat. Email : siringo.ringo@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar