Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol: Rasa Malu adalah Benteng Terakhir yang Menjaga Peradaban
- account_circle Suwoto
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- visibility 294
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta — Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol menyampaikan refleksi moral bertajuk “Ketika Rasa Malu Meninggalkan Peradaban” yang menyoroti pentingnya rasa malu sebagai fondasi moral dalam menjaga integritas individu, kepercayaan publik, dan keberlangsungan sebuah peradaban. Tulisan tersebut disampaikan di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Dalam refleksinya, MJP Hutagaol menggambarkan rasa malu sebagai “benteng terakhir” yang tidak terlihat secara fisik, namun memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.
“Benteng itu bernama rasa malu,” tulis MJP Hutagaol.
Menurutnya, rasa malu yang dimaksud bukanlah rasa rendah diri atau malu karena keterbatasan, melainkan kesadaran moral ketika seseorang hendak mengkhianati amanah, menyalahgunakan jabatan, atau mengorbankan kejujuran demi kepentingan pribadi.
Peradaban Dibangun oleh Moral
MJP Hutagaol menilai bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi, teknologi, maupun kekuasaan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga batas antara hak dan keserakahan, kebebasan dan tanggung jawab, serta kekuasaan dan pengabdian.
Ia menegaskan bahwa penjaga pertama dari batas-batas tersebut adalah rasa malu yang tumbuh dari hati nurani.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar