Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol: Rasa Malu adalah Benteng Terakhir yang Menjaga Peradaban
- account_circle Suwoto
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- visibility 296
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Keruntuhan Berawal dari Hilangnya Nurani
Dalam tulisannya, MJP Hutagaol menyampaikan bahwa keruntuhan sebuah peradaban umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, kemunduran dapat bermula ketika manusia mulai kehilangan rasa bersalah terhadap tindakan yang merugikan orang lain.
Ia menggambarkan kondisi ketika kebohongan dianggap hal biasa, tipu daya dipandang sebagai kecerdikan, dan pengkhianatan dipersepsikan sebagai strategi.
“Keruntuhan bukan hanya ditandai robohnya gedung-gedung, melainkan robohnya nurani,” tulisnya.
Menurutnya, rasa malu berfungsi sebagai mekanisme pengendalian diri yang bekerja bahkan ketika tidak ada pengawasan ataupun sanksi hukum.
Kepercayaan Publik Merupakan Modal Bangsa
MJP Hutagaol juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat global, seperti korupsi, kesenjangan sosial, konflik, perdagangan manusia, hingga penyalahgunaan narkotika.
Ia menilai persoalan-persoalan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga martabat manusia, tanggung jawab sosial, dan kepercayaan publik.
Menurutnya, kepercayaan merupakan modal sosial yang dibangun melalui integritas dan dapat rusak apabila amanah disalahgunakan.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar