Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Legenda Bukan Sekadar Benda, Pengetahuan Leluhur Perlu Dibaca Kembali

Legenda Bukan Sekadar Benda, Pengetahuan Leluhur Perlu Dibaca Kembali

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Peninggalan peradaban Nusantara tidak hanya dapat dipandang sebagai benda bersejarah, tetapi juga sebagai jejak pengetahuan yang pernah digunakan masyarakat untuk menghadapi lingkungan dan mengatur kehidupan bersama.

Pandangan tersebut menjadi gagasan utama dalam “Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 1: Leluhur Tidak Hanya Meninggalkan Benda”, tulisan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol yang disusun di Jakarta, 29 Agustus 2026.

Dalam tulisan tersebut, berbagai peninggalan seperti candi, prasasti, perahu, sawah, pelabuhan, dan manuskrip dipandang sebagai hasil dari pengetahuan yang lebih luas.

“Leluhur tidak hanya meninggalkan benda. Mereka juga meninggalkan pengetahuan,” menjadi salah satu gagasan yang mengawali seri tersebut.

Tulisan ini mengajak pembaca melihat lebih jauh dari sekadar bentuk fisik peninggalan. Sebuah perahu, misalnya, dapat menunjukkan pengetahuan mengenai kayu, angin, arus, keseimbangan, dan pelayaran. Sementara sistem persawahan berkaitan dengan pengetahuan tentang tanah, air, musim, pembagian kerja, dan pengaturan kehidupan masyarakat.

Pengetahuan Tidak Selalu Tertulis

Menurut Hutagaol, pengetahuan masyarakat masa lalu tidak selalu tersimpan dalam buku atau manuskrip. Pengetahuan dapat diwariskan melalui tuturan, pekerjaan, adat, teknologi, simbol, aturan, maupun praktik kehidupan sehari-hari.

Karena itu, memahami suatu peradaban tidak cukup hanya melalui teks. Jejak pengetahuan juga dapat ditelusuri melalui benda, lanskap, simbol, lembaga, dan laku masyarakat.

Pendekatan tersebut sekaligus menempatkan Nusantara sebagai ruang yang memiliki keragaman sejarah dan kebudayaan. Perbedaan lingkungan geografis, bahasa, masyarakat pesisir, pegunungan, daerah sungai hingga kepulauan menyebabkan pengalaman dan pengetahuan yang berkembang di setiap wilayah tidak selalu sama.

Tulisan tersebut mengingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan adanya satu pola tunggal mengenai “cara berpikir orang Nusantara”. Yang perlu dicari adalah pola-pola pengetahuan peradaban di berbagai wilayah dengan tetap mempertahankan keberagamannya.

Warisan Nusantara dan Pengaruh dari Luar

Seri 1 juga menyoroti hubungan Nusantara dengan dunia luar. Selama berabad-abad, masyarakat kepulauan Nusantara berinteraksi melalui pelayaran, perdagangan, migrasi, agama, politik, dan pertukaran pengetahuan.

Karena itu, warisan peradaban tidak selalu dapat dipahami melalui pertanyaan mengenai apa yang sepenuhnya “asli” dan apa yang berasal dari luar. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana suatu gagasan, teknologi, atau praktik dari luar diterima, ditolak, disesuaikan, atau diolah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Dalam konteks tersebut, “daya olah” ditempatkan sebagai salah satu aspek penting dalam membaca perkembangan peradaban Nusantara.

Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban

Salah satu kerangka yang ditawarkan adalah bahwa pengetahuan mulai membentuk peradaban ketika masuk ke dalam kehidupan bersama.

Alurnya digambarkan sebagai:

Pengetahuan → Nilai dan Kepentingan → Keputusan dan Kekuasaan → Aturan → Lembaga → Teknologi dan Infrastruktur → Laku Bersama → Dampak.

Melalui proses tersebut, pengetahuan dapat berperan membentuk cara masyarakat mengelola air, tanah, laut, perdagangan, permukiman, pemerintahan, hingga hubungan sosial.

Dengan demikian, peradaban tidak hanya dapat dibaca melalui bangunan monumental. Sawah, perahu, sistem pengelolaan lingkungan, aturan pemanfaatan laut hingga mekanisme penyelesaian konflik juga dapat menjadi sumber untuk memahami pengetahuan masyarakat masa lalu.

Tidak Semua Warisan Harus Diterima

Tulisan ini juga mengambil jarak dari romantisme terhadap masa lalu. Menghormati leluhur tidak berarti seluruh warisan harus diterima tanpa pemeriksaan.

Pengetahuan lama dapat mengandung pengalaman yang berguna, tetapi juga memiliki keterbatasan. Tradisi dapat mengandung kebijaksanaan, namun pada kondisi tertentu dapat berkaitan dengan kepentingan, ketimpangan, atau praktik yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Karena itu, pendekatan yang ditawarkan adalah memeriksa, memilah, mengoreksi, dan mengembangkan warisan tersebut berdasarkan bukti serta relevansinya.

Prinsip yang ditekankan antara lain: sesuatu yang tertulis belum tentu benar, sesuatu yang diwariskan belum tentu terbukti, sesuatu yang lama belum tentu bijaksana, dan sesuatu yang belum dapat dijelaskan tidak otomatis menjadi bukti atas sebuah dugaan.

Membaca Kembali Warisan Leluhur

Pada akhirnya, Seri 1 mengajak pembaca mengajukan pertanyaan lebih jauh ketika berhadapan dengan peninggalan masa lalu: apa yang diketahui masyarakat pembuatnya, dari mana pengetahuan diperoleh, bagaimana diwariskan, bagaimana lingkungan memengaruhinya, bagaimana kekuasaan menggunakannya, serta bagaimana pengaruh dari luar diolah oleh masyarakat.

Pertanyaan tersebut kemudian diarahkan pada persoalan yang relevan bagi masa kini: apa yang masih dapat dipelajari dari pengetahuan masa lalu untuk menjawab tantangan zaman sekarang?

Penghormatan terhadap leluhur, menurut gagasan dalam tulisan tersebut, tidak harus dilakukan dengan kembali menjadi manusia masa lalu. Penghormatan dapat dilakukan dengan mencari yang berserak, memeriksa yang diwariskan, memilah yang bernilai, mengoreksi yang keliru, mengembangkan yang masih berguna, dan menciptakan pengetahuan baru untuk menjawab zaman.

Seri 1 selanjutnya membuka pembahasan menuju Seri 2: “Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban”, yang membahas bagaimana pengalaman dan pengetahuan berkembang menjadi nilai, aturan, lembaga, teknologi, serta laku bersama.

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 29 Agustus 2026

— BERSAMBUNG —

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fraksi Amanat Bulan Bintang Berkarya Soroti Kinerja PT PSM dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBK Sabang 2025

    Fraksi Amanat Bulan Bintang Berkarya Soroti Kinerja PT PSM dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBK Sabang 2025

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Soeharto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Sabang – Fraksi Amanat Bulan Bintang Berkarya DPRK Sabang menyoroti kinerja PT Pembangunan Sabang Mandiri (PT PSM) dalam rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Qanun Kota Sabang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Tahun Anggaran 2025. Pandangan akhir fraksi tersebut disampaikan oleh Ketua Fraksi Amanat Bulan Bintang Berkarya, […]

  • Semarak HKGB ke-74, Polda Banten Gelar Lomba Hias Tumpeng, Tekankan Peran Vital Bhayangkari

    Semarak HKGB ke-74, Polda Banten Gelar Lomba Hias Tumpeng, Tekankan Peran Vital Bhayangkari

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Serang – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74, Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyelenggarakan Lomba Menghias Tumpeng yang sarat akan makna kebersamaan. Acara ini berlangsung meriah di Aula Gawe Kita Baluwarti Polda Banten, Kota Serang, pada Jumat (02/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pengurus Bhayangkari se-Daerah Banten, Polisi Wanita (Polwan) Polda […]

  • Bhabinkamtibmas Turun ke Ladang, Wujud Nyata Dukungan Polri terhadap Ketahanan Pangan

    Bhabinkamtibmas Turun ke Ladang, Wujud Nyata Dukungan Polri terhadap Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Saprizal
    • visibility 177
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir Tembilahan – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan oleh jajaran Kepolisian Republik Indonesia melalui berbagai kegiatan di tingkat desa dan kelurahan. Salah satunya ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan, Aipda Ali, yang secara rutin melaksanakan pengecekan dan monitoring tanaman jagung milik warga binaannya di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. […]

  • Tindaklanjuti Aduan Warga,Aparat Gabungan Grebek Lokasi Dugaan PETI Di Mensubang

    Tindaklanjuti Aduan Warga,Aparat Gabungan Grebek Lokasi Dugaan PETI Di Mensubang

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Dalam rangka menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan masih adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Kapolsek Nanga Tayap AKP Bagus Tri Baskoro, S.H., M.Si. bersama personel Polsek Nanga Tayap, anggota Koramil, serta perangkat Desa Mensubang melaksanakan patroli dan pengecekan lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI di wilayah Desa Mensubang, […]

  • Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Dalam Acara HUT RI ke 81 di Istana Negara 17 Agustus 2026

    Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Dalam Acara HUT RI ke 81 di Istana Negara 17 Agustus 2026

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle M. Siringo Ringo
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Dari Monas Menuju Istana Merdeka, Kirab Bendera Pusaka Buka Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Duplikat bendera Merah Putih kemudian dibawa oleh Sultana Najwa, Purna Paskibraka 2025 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, Aliah Sakira, Purna Paskibraka 2025 perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, mendapat amanah membawa naskah teks Proklamasi. Dilansir dari (presidenri.go.id […]

  • Asam Fosfat dan Geopolitik Perang Fondasi, Indonesia Perlu Perkuat Kedaulatan Industri

    Asam Fosfat dan Geopolitik Perang Fondasi, Indonesia Perlu Perkuat Kedaulatan Industri

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Ketergantungan terhadap bahan baku strategis, konsentrasi pemasok, dan penguasaan teknologi pengolahan menjadi faktor penting dalam menentukan daya tahan industri suatu negara. Salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian dalam konteks tersebut adalah asam fosfat, bahan kimia yang berperan dalam industri pupuk dan sejumlah proses produksi material baterai. Persoalan ini menjadi sorotan […]

expand_less