Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Legenda Bukan Sekadar Benda, Pengetahuan Leluhur Perlu Dibaca Kembali

Legenda Bukan Sekadar Benda, Pengetahuan Leluhur Perlu Dibaca Kembali

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Peninggalan peradaban Nusantara tidak hanya dapat dipandang sebagai benda bersejarah, tetapi juga sebagai jejak pengetahuan yang pernah digunakan masyarakat untuk menghadapi lingkungan dan mengatur kehidupan bersama.

Pandangan tersebut menjadi gagasan utama dalam “Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 1: Leluhur Tidak Hanya Meninggalkan Benda”, tulisan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol yang disusun di Jakarta, 29 Agustus 2026.

Dalam tulisan tersebut, berbagai peninggalan seperti candi, prasasti, perahu, sawah, pelabuhan, dan manuskrip dipandang sebagai hasil dari pengetahuan yang lebih luas.

“Leluhur tidak hanya meninggalkan benda. Mereka juga meninggalkan pengetahuan,” menjadi salah satu gagasan yang mengawali seri tersebut.

Tulisan ini mengajak pembaca melihat lebih jauh dari sekadar bentuk fisik peninggalan. Sebuah perahu, misalnya, dapat menunjukkan pengetahuan mengenai kayu, angin, arus, keseimbangan, dan pelayaran. Sementara sistem persawahan berkaitan dengan pengetahuan tentang tanah, air, musim, pembagian kerja, dan pengaturan kehidupan masyarakat.

Pengetahuan Tidak Selalu Tertulis

Menurut Hutagaol, pengetahuan masyarakat masa lalu tidak selalu tersimpan dalam buku atau manuskrip. Pengetahuan dapat diwariskan melalui tuturan, pekerjaan, adat, teknologi, simbol, aturan, maupun praktik kehidupan sehari-hari.

Karena itu, memahami suatu peradaban tidak cukup hanya melalui teks. Jejak pengetahuan juga dapat ditelusuri melalui benda, lanskap, simbol, lembaga, dan laku masyarakat.

Pendekatan tersebut sekaligus menempatkan Nusantara sebagai ruang yang memiliki keragaman sejarah dan kebudayaan. Perbedaan lingkungan geografis, bahasa, masyarakat pesisir, pegunungan, daerah sungai hingga kepulauan menyebabkan pengalaman dan pengetahuan yang berkembang di setiap wilayah tidak selalu sama.

Tulisan tersebut mengingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan adanya satu pola tunggal mengenai “cara berpikir orang Nusantara”. Yang perlu dicari adalah pola-pola pengetahuan peradaban di berbagai wilayah dengan tetap mempertahankan keberagamannya.

Warisan Nusantara dan Pengaruh dari Luar

Seri 1 juga menyoroti hubungan Nusantara dengan dunia luar. Selama berabad-abad, masyarakat kepulauan Nusantara berinteraksi melalui pelayaran, perdagangan, migrasi, agama, politik, dan pertukaran pengetahuan.

Karena itu, warisan peradaban tidak selalu dapat dipahami melalui pertanyaan mengenai apa yang sepenuhnya “asli” dan apa yang berasal dari luar. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana suatu gagasan, teknologi, atau praktik dari luar diterima, ditolak, disesuaikan, atau diolah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Dalam konteks tersebut, “daya olah” ditempatkan sebagai salah satu aspek penting dalam membaca perkembangan peradaban Nusantara.

Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban

Salah satu kerangka yang ditawarkan adalah bahwa pengetahuan mulai membentuk peradaban ketika masuk ke dalam kehidupan bersama.

Alurnya digambarkan sebagai:

Pengetahuan → Nilai dan Kepentingan → Keputusan dan Kekuasaan → Aturan → Lembaga → Teknologi dan Infrastruktur → Laku Bersama → Dampak.

Melalui proses tersebut, pengetahuan dapat berperan membentuk cara masyarakat mengelola air, tanah, laut, perdagangan, permukiman, pemerintahan, hingga hubungan sosial.

Dengan demikian, peradaban tidak hanya dapat dibaca melalui bangunan monumental. Sawah, perahu, sistem pengelolaan lingkungan, aturan pemanfaatan laut hingga mekanisme penyelesaian konflik juga dapat menjadi sumber untuk memahami pengetahuan masyarakat masa lalu.

Tidak Semua Warisan Harus Diterima

Tulisan ini juga mengambil jarak dari romantisme terhadap masa lalu. Menghormati leluhur tidak berarti seluruh warisan harus diterima tanpa pemeriksaan.

Pengetahuan lama dapat mengandung pengalaman yang berguna, tetapi juga memiliki keterbatasan. Tradisi dapat mengandung kebijaksanaan, namun pada kondisi tertentu dapat berkaitan dengan kepentingan, ketimpangan, atau praktik yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Karena itu, pendekatan yang ditawarkan adalah memeriksa, memilah, mengoreksi, dan mengembangkan warisan tersebut berdasarkan bukti serta relevansinya.

Prinsip yang ditekankan antara lain: sesuatu yang tertulis belum tentu benar, sesuatu yang diwariskan belum tentu terbukti, sesuatu yang lama belum tentu bijaksana, dan sesuatu yang belum dapat dijelaskan tidak otomatis menjadi bukti atas sebuah dugaan.

Membaca Kembali Warisan Leluhur

Pada akhirnya, Seri 1 mengajak pembaca mengajukan pertanyaan lebih jauh ketika berhadapan dengan peninggalan masa lalu: apa yang diketahui masyarakat pembuatnya, dari mana pengetahuan diperoleh, bagaimana diwariskan, bagaimana lingkungan memengaruhinya, bagaimana kekuasaan menggunakannya, serta bagaimana pengaruh dari luar diolah oleh masyarakat.

Pertanyaan tersebut kemudian diarahkan pada persoalan yang relevan bagi masa kini: apa yang masih dapat dipelajari dari pengetahuan masa lalu untuk menjawab tantangan zaman sekarang?

Penghormatan terhadap leluhur, menurut gagasan dalam tulisan tersebut, tidak harus dilakukan dengan kembali menjadi manusia masa lalu. Penghormatan dapat dilakukan dengan mencari yang berserak, memeriksa yang diwariskan, memilah yang bernilai, mengoreksi yang keliru, mengembangkan yang masih berguna, dan menciptakan pengetahuan baru untuk menjawab zaman.

Seri 1 selanjutnya membuka pembahasan menuju Seri 2: “Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban”, yang membahas bagaimana pengalaman dan pengetahuan berkembang menjadi nilai, aturan, lembaga, teknologi, serta laku bersama.

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 29 Agustus 2026

— BERSAMBUNG —

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kodim 1202/Singkawang Rampungkan Sumur Bor untuk Antisipasi Karhutla

    Kodim 1202/Singkawang Rampungkan Sumur Bor untuk Antisipasi Karhutla

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 142
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang, Kalbar – Kodim 1202/Singkawang terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Singkawang. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan sumber air melalui pembangunan sumur bor di Jalan Arung Raden, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara. Pembangunan sumur bor tersebut rampung dan mencapai progres 100 persen […]

  • SPPG Mulia Baru Ketapang Hentikan Operasional Sementara Pascainsiden Dugaan Menu Basi, Rumah Jurnalis Didatangi Massa

    SPPG Mulia Baru Ketapang Hentikan Operasional Sementara Pascainsiden Dugaan Menu Basi, Rumah Jurnalis Didatangi Massa

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Sukarto
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Ketapang, Kalbar – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulia Baru, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menghentikan sementara operasional distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul insiden dugaan penyajian makanan yang tidak layak konsumsi kepada sejumlah penerima manfaat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penghentian operasional tersebut mulai berlaku pada Selasa (4/8/2026). SPPG Mulia Baru diketahui melayani sekitar 2.104 […]

  • Kunjungan Biro Sukabumi ke Redaksi Pusat Media Suara Mabes 1.45 Play Button

    Kunjungan Biro Sukabumi ke Redaksi Pusat Media Suara Mabes

    • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
    • account_circle Yetty Oktaviany
    • visibility 354
    • 0Komentar
  • FKJR Salurkan Air Bersih di 4 Kapanewon Gunungkidul, Sinergi Bersama TNI-POLRI Riangankan Beban Warga

    FKJR Salurkan Air Bersih di 4 Kapanewon Gunungkidul, Sinergi Bersama TNI-POLRI Riangankan Beban Warga

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Supriyanta
    • visibility 121
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Gunungkidul — Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keterbatasan akses terhadap air bersih dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, namun dampak yang paling berat justru dirasakan oleh warga lanjut usia yang memiliki keterbatasan fisik untuk mencari sumber air. Merespons kondisi tersebut, Forum Komunikasi […]

  • Semangat Juang Bhayangkara, Polres Humbahas Peringati Hari Juang Polri

    Semangat Juang Bhayangkara, Polres Humbahas Peringati Hari Juang Polri

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Anton Anggiat Purba
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Humbahas – Kepolisian Resor Humbang Hasundutan menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Juang Kepolisian Republik Indonesia yang berlangsung khidmat di lapangan apel Polres Humbahas, Jumat (21/8/2026). Upacara tersebut dipimpin oleh Wakapolres Humbahas, Kompol Manson Nainggolan, S.H., M.Si., dan diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Humbahas, serta seluruh personel, baik Perwira, Bintara, hingga […]

  • Langkah Nyata Jalur Hukum: Apresiasi untuk Polres Subang dan Tuntutan Transparansi Penyidikan

    Langkah Nyata Jalur Hukum: Apresiasi untuk Polres Subang dan Tuntutan Transparansi Penyidikan

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Yusup Sugara
    • visibility 186
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Subang – Menindaklanjuti temuan dugaan kejahatan terstruktur yang merugikan negara ini, perwakilan awak media tidak sekadar berhenti pada publikasi berita. Langkah hukum secara konkret telah diambil dengan melayangkan laporan resmi ke pihak kepolisian. Tepat pada tanggal 14 Agustus 2026, berkas pelaporan telah resmi diterima dengan nomor register: LP/B/544/VIII/2026/SPKT/POLRES SUBANG/POLDA JAWA BARAT. Tindakan pelaporan […]

expand_less