Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Ketika Hasil Berbicara, Keputusan Strategis Harus Siap Dikoreksi Kenyataan

Ketika Hasil Berbicara, Keputusan Strategis Harus Siap Dikoreksi Kenyataan

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol kembali mengembangkan pemikiran mengenai ESTOM (Environment, Sensing, Thinking, Operation, dan Maneuver) melalui Seri Memahami ESTOM #15 berjudul “Ketika Hasil Berbicara: Dari Maneuver Menuju Feedback dan Pembelajaran.”

Dalam seri yang diterbitkan di Jakarta, 24 Agustus 2026, Hutagaol menempatkan hasil sebagai instrumen penting untuk menguji sebuah keputusan strategis. Menurutnya, keputusan strategis tidak dapat dianggap sebagai kebenaran permanen, melainkan hipotesis yang harus diuji melalui kenyataan.

“Keputusan strategis bukan kebenaran yang abadi. Ia adalah hipotesis yang akan diuji oleh kenyataan.”

Hutagaol menjelaskan, banyak organisasi masih menjadikan aktivitas sebagai ukuran utama keberhasilan. Program yang selesai, anggaran yang terserap, pembangunan fisik yang tuntas, pelatihan yang terlaksana hingga laporan yang diselesaikan kerap dianggap sebagai indikator keberhasilan.

Padahal, ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang dihasilkan.

“Aktivitas bukan hasil. Output bukan selalu outcome. Dan outcome belum tentu menjadi dampak.”

Maneuver Bukan Titik Akhir

Dalam kerangka ESTOM, maneuver bukan merupakan titik akhir proses. Setelah sebuah tindakan dilakukan, lingkungan akan kembali bergerak. Kebijakan dapat memunculkan reaksi masyarakat dan pasar, pesaing dapat menyesuaikan diri, sementara teknologi, biaya dan kondisi sosial juga dapat berubah.

Perubahan tersebut kemudian membentuk environment baru.

Karena itu, hasil dari sebuah tindakan perlu diamati untuk menguji apakah asumsi dan keputusan yang mendasarinya benar-benar sesuai dengan kenyataan.

Membedakan Aktivitas, Output, Outcome dan Dampak

Hutagaol juga menekankan pentingnya membedakan aktivitas, output, outcome dan dampak.

Aktivitas merupakan sesuatu yang dikerjakan. Output adalah hasil langsung dari kegiatan. Outcome merupakan perubahan setelah output digunakan, sedangkan dampak adalah perubahan yang lebih luas dan berjangka panjang.

Sebagai contoh, pembangunan jaringan irigasi merupakan aktivitas, saluran yang selesai dibangun adalah output, meningkatnya ketersediaan air pertanian menjadi outcome, sementara peningkatan produktivitas dan pendapatan petani serta ketahanan pangan dapat menjadi dampak.

Dengan demikian, keberhasilan tidak cukup diukur dari selesainya proyek.

“Selesai dibangun belum berarti selesai masalahnya.”

Angka Besar Tidak Selalu Berarti Hasil Besar

Hutagaol mengingatkan organisasi agar tidak terjebak pada besarnya angka aktivitas. Misalnya, 10.000 orang mengikuti pelatihan merupakan angka yang besar. Namun, ukuran yang lebih substantif adalah berapa orang yang benar-benar memperoleh keterampilan, mendapatkan pekerjaan, meningkatkan produktivitas atau mengalami peningkatan pendapatan.

Hal serupa berlaku dalam pendidikan, pelayanan publik maupun pembangunan.

Dalam konteks digitalisasi pemerintahan, Estonia disebut sebagai contoh bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah aplikasi, tetapi oleh kemampuan sistem untuk saling terhubung dan memberikan pelayanan yang sederhana, aman dan efisien.

Rwanda digunakan sebagai pembelajaran melalui performance contracts sistem Imihigo, sedangkan Inggris melalui Magenta Book menekankan pentingnya evaluasi untuk mengetahui apakah suatu intervensi benar-benar bekerja, seberapa besar perubahan yang terjadi dan berapa biaya yang dibutuhkan.

Selandia Baru juga menjadi contoh melalui Wellbeing Budget, yang memperluas perhatian kebijakan pada kesejahteraan, kesehatan, lingkungan, kapasitas manusia, komunitas dan keberlanjutan antargenerasi.

Dari berbagai contoh tersebut, Hutagaol menegaskan bahwa anggaran merupakan input dan program merupakan instrumen, sedangkan tujuan akhirnya adalah perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Feedback Menjadi “Mata Sistem”

Setelah maneuver dilakukan, hasil yang muncul menghasilkan informasi. Informasi tersebut menjadi feedback bagi organisasi.

Feedback dapat menunjukkan keberhasilan, keberhasilan sebagian, kegagalan, bahkan keberhasilan yang sekaligus menimbulkan persoalan baru.

Karena itu, feedback tidak seharusnya dianggap sebagai ancaman bagi pembuat keputusan. Sebaliknya, feedback merupakan “mata sistem” untuk melihat kondisi aktual.

Hutagaol juga mengingatkan bahaya confirmation bias, yaitu kecenderungan menerima informasi yang mendukung keputusan sebelumnya dan mengabaikan informasi yang bertentangan. Jika hal ini terjadi, organisasi dapat terlihat berhasil berdasarkan laporan internal, tetapi kehilangan kemampuan membaca kenyataan.

Kegagalan Adalah Data untuk Belajar

Kegagalan sebuah pilot project tidak selalu berarti usaha tersebut sia-sia. Kegagalan dapat memberikan informasi mengenai asumsi yang keliru, teknologi yang belum siap, biaya terlalu tinggi, rendahnya penerimaan masyarakat maupun persoalan implementasi.

Evaluasi juga perlu membedakan antara strategi yang salah dan pelaksanaan yang buruk.

Dua pertanyaan penting yang harus dijawab adalah:

Apakah kita melakukan hal yang benar?

dan

Apakah kita melakukannya dengan benar?

ESTOM sebagai Siklus Pembelajaran

Hutagaol kemudian merangkai ESTOM sebagai sebuah siklus pembelajaran:

Environment → Sensing → Thinking → Operation → Maneuver → Hasil → Feedback → Sensing kembali → Thinking kembali.

Dengan demikian, ESTOM tidak hanya menjadi kerangka pengambilan keputusan strategis, tetapi juga siklus pembelajaran organisasi.

Organisasi yang kuat, menurut Hutagaol, tidak cukup bertanya apa yang telah dikerjakan. Organisasi harus mampu menjawab apa yang berubah, mengapa perubahan terjadi, apakah perubahan tersebut berkaitan dengan tindakan yang dilakukan, apa yang tidak diperkirakan sebelumnya, dan apa yang harus dipelajari.

Pada penutup Seri Memahami ESTOM #15, Hutagaol menegaskan bahwa tantangan berikutnya adalah membangun organisasi yang terus belajar, meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.

Gagasan tersebut akan dilanjutkan melalui Seri Memahami ESTOM #16: “Organisasi yang Tidak Pernah Selesai Belajar — Dari Feedback Menuju Adaptive Organization.”

Seri berikutnya akan membahas bagaimana budaya, struktur, kepemimpinan, data dan mekanisme koreksi dapat dibangun agar kemampuan belajar organisasi tidak bergantung pada satu orang.

Jakarta, 24 Agustus 2026

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi TNI dan Media Dorong Ketahanan Pangan Nasional photo_camera 3

    Sinergi TNI dan Media Dorong Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Agustami Tolib
    • visibility 172
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir – Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/Inhil menerima kunjungan silaturahim jajaran Media Suara Mabes Kabupaten Indragiri Hilir di ruang Puskodalops Kodim 0314/Inhil. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Dandim 0314/Inhil Letkol Arm Wahib Mustofa Faturrahman, M.Han bersama Kabiro Media Suara Mabes Drs. Agustami Tolib dan Wakabiro Saprizal. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat […]

  • Polda Kalbar Imbau Warga Waspada, Hujan Belum Sepenuhnya Pulihkan Kualitas Udara

    Polda Kalbar Imbau Warga Waspada, Hujan Belum Sepenuhnya Pulihkan Kualitas Udara

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 91
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak, Kalbar – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya memulihkan kualitas udara di sejumlah daerah yang masih terdampak kabut asap dan polusi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin(28/9). Berdasarkan Prakiraan BMKG Sejak Minggu, 27 September 2026 Hingga hari ini Senin, 28 September […]

  • Kapolres Inhil Pimpin Sertijab Kasatresnarkoba, AKP Hendra Gunawan Resmi Jabat Posisi Baru

    Kapolres Inhil Pimpin Sertijab Kasatresnarkoba, AKP Hendra Gunawan Resmi Jabat Posisi Baru

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Saprizal
    • visibility 68
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tembilahan – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polres Indragiri Hilir, Selasa (27/10/2026) pagi. Kegiatan berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di Aula Rekonfu Polres Indragiri Hilir, dilanjutkan dengan acara pisah sambut sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas […]

  • Bersama Forkopimda, Kapolres Ketapang Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Dusun Lipat Gunting

    Bersama Forkopimda, Kapolres Ketapang Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Dusun Lipat Gunting

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 181
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri peresmian Jembatan Gantung di Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Jumat (25/09/2026). Peresmian jembatan tersebut dilaksanakan Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., dan turut di hadiri Anggota DPRD Ketapang Akim, sejumlah Kepala OPD, Forkopimcam Manis Mata, […]

  • Kasus Dugaan Korupsi Kades Riam Bunut Bergulir ke Ranah Hukum, Polres Ketapang Resmi Lakukan Penyelidikan

    Kasus Dugaan Korupsi Kades Riam Bunut Bergulir ke Ranah Hukum, Polres Ketapang Resmi Lakukan Penyelidikan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang – Kasus dugaan penyimpangan anggaran add/dd dan PAdes yang menyeret Kepala Desa (Kades) Riam Bunut, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kini resmi memasuki babak baru di ranah hukum. Kepolisian Resor (Polres) Ketapang memastikan telah menindaklanjuti laporan masyarakat dengan memulai proses penyelidikan resmi terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor). Langkah tegas korps […]

  • Membaca Perang Abad Ke 21: Perang Sudah Berubah, Dari Medan Tempur Menuju Sistem Kehidupan

    Membaca Perang Abad Ke 21: Perang Sudah Berubah, Dari Medan Tempur Menuju Sistem Kehidupan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Perang pada abad ke-21 tidak lagi semata-mata berbicara tentang pasukan, tank, kapal perang, pesawat tempur, rudal, maupun perebutan wilayah. Perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan strategis membuat konflik modern semakin melibatkan berbagai domain, mulai dari darat, laut, udara, ruang angkasa, siber, informasi hingga ekonomi. Pandangan tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol […]

expand_less