LSM Mempawah Berani Minta Pemberitaan Karhutla Terkait PT MAP Disajikan Berimbang
- account_circle Hepni Jaya Kusuma
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- visibility 188
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Mempawah — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mempawah Berani meminta seluruh pemberitaan terkait persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dikaitkan dengan PT MAP Mempawah disajikan secara berimbang, objektif, serta berdasarkan informasi dan keterangan dari berbagai pihak.
Ketua LSM Mempawah Berani, Maman Suratman, mengatakan, pemberitaan mengenai Karhutla perlu didukung dengan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh dan tidak terjadi kesimpulan sepihak.
Menurut Maman, berdasarkan informasi serta pemantauan yang dilakukan pihaknya, belum ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa Karhutla tersebut berasal dari kawasan yang dikelola PT MAP.
“Karena itu, kami berharap diperlukan klarifikasi dan pembuktian secara objektif dari pihak-pihak terkait. Jangan sampai persoalan ini kemudian menimbulkan kesimpulan yang belum didukung oleh bukti yang jelas,” ujar Maman.
Selain persoalan Karhutla, Maman juga menyoroti informasi mengenai pembangunan jalan alternatif sepanjang kurang lebih 3 kilometer yang dikaitkan dengan aktivitas proyek.
Berdasarkan informasi yang diterima LSM Mempawah Berani, jalan tersebut merupakan jalan darurat yang dibuat sebagai akses alternatif setelah sebelumnya terjadi aksi penutupan jalan oleh masyarakat terhadap jalur yang biasa digunakan oleh pelaksana proyek.
Menurutnya, keberadaan akses alternatif tersebut diperlukan agar aktivitas proyek, khususnya pengangkutan material, tetap dapat berjalan dan tidak mengalami hambatan.
Maman menegaskan, penyelesaian persoalan di tengah masyarakat hendaknya tetap mengedepankan komunikasi dan musyawarah dengan tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami berharap persoalan ini tidak dibesar-besarkan. Tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan hukum positif. Sepanjang masih dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah dan pendekatan yang arif, dengan tetap menghormati hukum, maka kearifan lokal harus dikedepankan,” tegasnya.
LSM Mempawah Berani juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Menurut Maman, pemberitaan yang berimbang, keterbukaan informasi, dialog serta kearifan lokal dapat menjadi bagian penting dalam mencari solusi atas setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Yang paling penting adalah mencari solusi dan menjaga kondusivitas. Semua pihak tentu memiliki hak untuk menyampaikan informasi maupun pendapat, tetapi harus tetap berdasarkan fakta dan tidak memperkeruh keadaan,” pungkasnya.
Jurnalis : Hepni Jaya Kusuma
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 Juni 2021 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil_ Prov. Kalimantan Barat. Email : hepni.kusuma@mediasuaramabes.coid

Saat ini belum ada komentar