Ketika Medan Pertahanan Berubah, ESTOM Dorong Cara Pandang Pertahanan yang Lebih Luas
- account_circle Suwoto
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- visibility 160
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Perubahan lingkungan strategis mendorong cara pandang terhadap pertahanan negara untuk tidak lagi semata-mata bertumpu pada kekuatan militer konvensional. Ketahanan energi, penguasaan data, serta kondisi persepsi dan kepercayaan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga daya tahan sebuah negara.
Pandangan tersebut menjadi pokok bahasan dalam tulisan “Seri Memahami ESTOM #1: Ketika Medan Pertahanan Berubah” karya Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol, yang diterbitkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan memperdalam kerangka pemikiran ESTOM.
Dalam tulisan tersebut, ESTOM ditempatkan sebagai kerangka untuk membaca lingkungan strategis, memahami perubahan, menentukan tindakan, serta melakukan manuver. Sementara Pertahanan Fondasi digunakan untuk melihat unsur-unsur fundamental yang perlu memiliki daya tahan.
Tiga Pilar Pertahanan Fondasi
Tulisan tersebut memperkenalkan Energi, Data, dan Persepsi sebagai tiga pilar utama dalam membaca daya tahan negara.
Energi tidak hanya dipahami sebagai listrik atau bahan bakar, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan suatu negara mengubah sumber daya alam melalui pengetahuan, teknologi dan industri menjadi kekuatan nyata.
Rantai tersebut digambarkan melalui hubungan:
Sumber daya → pengolahan → material dan energi → industri → infrastruktur → produksi → ekonomi.
Menurut perspektif ini, kekayaan sumber daya alam belum otomatis menjadi kekuatan nasional. Kemampuan mengolah dan menguasai teknologi menjadi faktor penting dalam mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan sistem nasional.
Sementara itu, data dipandang sebagai unsur yang memungkinkan sistem mengetahui kondisi, bergerak dan menentukan arah. Dalam kehidupan negara, data dibutuhkan mulai dari pemerintahan, industri, pertanian, transportasi, perbankan hingga sektor pertahanan.
Adapun persepsi berkaitan dengan bagaimana manusia memberikan makna terhadap suatu informasi atau keadaan. Persepsi dapat memengaruhi kepercayaan, sikap dan pada akhirnya tindakan masyarakat.
Karena itu, pendidikan, budaya, sejarah, media, informasi, kepemimpinan dan narasi disebut memiliki arti strategis dalam membentuk daya tahan nasional.
Pertahanan Tidak Semata-Mata Soal Perang
Tulisan tersebut menekankan bahwa Pertahanan Fondasi bukan pendekatan yang memandang setiap persoalan sebagai perang.
Fokus utamanya adalah daya tahan negara, yakni kemampuan sebuah negara untuk tetap hidup, berfungsi, mengambil keputusan dan mempertahankan kebebasan menentukan kehendaknya ketika menghadapi berbagai tekanan.
Tekanan terhadap negara modern tidak selalu hadir dalam bentuk serangan militer. Ketergantungan energi, gangguan terhadap sistem data maupun perubahan persepsi publik dapat menjadi faktor yang memengaruhi kemampuan sebuah negara dalam menghadapi tekanan.
Dengan demikian, kekuatan militer tetap memiliki posisi penting, tetapi perlu ditempatkan dalam kerangka pertahanan yang lebih luas.
ESTOM: Memetakan hingga Menggerakkan
Dalam konteks tersebut, ESTOM kembali diperkenalkan melalui lima tahapan:
E — Environment
S — Sensing
T — Thinking
O — Operation
M — Maneuver
Kelima unsur tersebut secara sederhana dirumuskan sebagai:
PETAKAN → INDERA → PAHAMI → TENTUKAN → GERAKKAN.
Tahap pertama yang akan menjadi fokus pembahasan berikutnya adalah Environment.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah environment masih dapat dipahami sebatas wilayah dan medan tempur, atau justru harus mencakup keseluruhan lingkungan strategis negara, termasuk energi, ekonomi, industri, teknologi, data, informasi, persepsi, masyarakat hingga geopolitik.
Tulisan “Seri Memahami ESTOM #1” menjadi pengantar untuk pembahasan tersebut.
Catatan: Tulisan ini merupakan gagasan dan perspektif penulis sebagaimana disampaikan dalam materi yang diterima redaksi. Penyajiannya dimaksudkan sebagai bahan pemikiran dan diskusi mengenai pertahanan serta lingkungan strategis.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar