Muharram dan 1 Suro: Ketika Islam dan Kebijaksanaan Nusantara Bertemu dalam Harmoni Peradaban
- account_circle Suwoto
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- visibility 364
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes.com | Jakarta — Menjelang datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat Indonesia kembali menyambut momentum yang juga dikenal sebagai 1 Suro dalam tradisi Jawa. Meski keduanya hampir selalu hadir bersamaan setiap tahun, tidak semua masyarakat memahami hubungan sejarah dan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.
Bagi sebagian masyarakat, 1 Suro identik dengan berbagai tradisi seperti kirab pusaka, tirakatan, tapa bisu, hingga jamasan pusaka. Namun para sejarawan dan budayawan menilai bahwa berbagai ritual tersebut hanyalah ekspresi budaya yang berkembang dalam perjalanan sejarah masyarakat Jawa.
Secara historis, 1 Muharram merupakan hari pertama dalam kalender Hijriah yang ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA dengan menjadikan peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal penanggalan Islam.
Hijrah sendiri bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Sultan Agung dan Lahirnya Kalender Jawa Islam
Hubungan antara Muharram dan Suro tidak dapat dilepaskan dari peran besar Sultan Agung Hanyakrakusuma, Raja Mataram Islam yang memerintah pada periode 1613–1645.
Pada tahun 1633 Masehi, Sultan Agung menyusun Kalender Jawa Islam atau Anno Javanico dengan tetap mempertahankan identitas budaya Jawa namun menggunakan sistem penanggalan bulan sebagaimana kalender Hijriah.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu karya besar peradaban Nusantara karena berhasil memadukan unsur agama dan budaya tanpa saling menghilangkan identitas masing-masing.
Sejak saat itu, bulan Sura dalam kalender Jawa memiliki keterkaitan erat dengan bulan Muharram dalam kalender Islam sehingga keduanya hampir selalu jatuh pada waktu yang sama setiap tahunnya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar