Bapak Saya Baru Meninggal, PT NPR Garap Lahan Kami Tanpa Izin, Dimana Rasa Keadilan Di Negeri Ini
- account_circle Ron
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Barito Utara – Tangis pilu anak berusia 7 tahun pecah saat menyaksikan kebun karet yang ditanam bersama mendiang ayahnya kini digarap PT Nusa Persada Resources (NPR) tanpa ganti rugi.
Eno, bocah laki-laki yang beberapa tahun terakhir sering ikut ayahnya tinggal di lahan, menangis di depan awak media setelah mengetahui sebagian kebun karet mereka telah digusur.
Eno kini menjadi anak yatim. Ayahnya, Andi Irawan, baru setahun meninggal dunia. Di tengah duka yang belum pulih, ia harus menyaksikan lahan yang menjadi kenangan bersama ayahnya ikut musnah.
“Kebun ini kami tanam sama Bapak. Sekarang sudah habis,” ujar Eno sambil menahan tangis.
Keluarga Eno adalah salah satu dari ratusan warga pemilik ladang berpindah yang lahannya digarap PT NPR tanpa izin dan tanpa penyelesaian ganti rugi. Warga menilai kondisi ini menambah penderitaan masyarakat adat yang menggantungkan hidup dari ladang berpindah.
Tim media yang meninjau lokasi memastikan kebenaran keterangan tersebut. Eno datang ke lahan bersama kakeknya dan rombongan warga. Ia adalah anak dari mendiang Andi Irawan, salah satu pemilik rumah dan kebun yang selama 6 tahun bersama rekan-rekannya mempertahankan kehidupan keluarganya di lahan tersebut.
Ron, salah satu anggota kelompok almarhum Andi Irawan, membenarkan hal itu.
“Selama 5 tahun kemarin kami bersama Alm. Andi Irawan selalu mengelola lahan kami. Dalam kelompok kami ada 17 orang,” terang Ron.
Hal yang sama juga dibenarkan Asmawi dan Trisno. Mereka berharap pemerintah segera hadir untuk menghentikan aktivitas perusahaan dan memberikan perlindungan hukum bagi warga yang lahannya telah digarap tanpa kesepakatan.


Penulis Ron
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 Juli 2023 sebagai Jurnalis Kab. Barito Utara - Kalimantan Tengah. Email : ron@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar