Strategi Perang Nusantara Seri 8: MJP Hutagaol Soroti Perang Ekonomi Dan Kedaulatan Nasional
- account_circle Suwoto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 169
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Persaingan antarnegara pada era modern tidak hanya berlangsung melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui perdagangan, utang, investasi, energi, teknologi, dan penguasaan rantai pasok global. Instrumen ekonomi tersebut dapat menjadi sarana memperluas pengaruh sekaligus menekan ruang gerak strategis suatu negara.
Persoalan itu menjadi sorotan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan Strategi Perang Nusantara Seri 8 bertajuk “Perang Ekonomi: Ketika Uang, Utang, dan Sumber Daya Menjadi Senjata Kekuasaan”.
Dalam analisisnya, Hutagaol mengingatkan bahwa kemerdekaan politik perlu ditopang kemampuan ekonomi yang kuat. Ketergantungan berlebihan terhadap pihak luar, menurut perspektif tersebut, berpotensi membatasi keleluasaan negara dalam menentukan kebijakan nasional.
Sejarah dan Persaingan Ekonomi Global
Hutagaol mengangkat pengalaman sejarah VOC dalam mengendalikan perdagangan rempah-rempah serta penerapan Sistem Tanam Paksa pada 1830 sebagai gambaran hubungan antara kepentingan ekonomi dan kekuasaan kolonial. Sejarah tersebut menjadi pengingat pentingnya penguasaan produksi, perdagangan, distribusi, dan nilai tambah oleh bangsa sendiri.
Dalam konteks global, perang ekonomi dapat mengambil bentuk sanksi keuangan, embargo perdagangan, pembatasan ekspor teknologi, hingga pengendalian akses energi dan pasar. Embargo minyak Arab pada 1973 serta pembatasan teknologi semikonduktor menjadi contoh bagaimana kebijakan ekonomi dapat berdampak luas terhadap hubungan internasional.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar