Sumpah Pemuda 2026: Persatuan Bangsa Harus Dibuktikan dengan Tindakan Nyata
- account_circle Suwoto
- calendar_month 34 menit yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Persatuan di Era Digital
Di tengah perkembangan teknologi, semangat Sumpah Pemuda menghadapi tantangan berupa disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membedakan fakta dari opini, serta menyampaikan kritik berdasarkan data.
Persatuan tidak berarti seluruh warga harus memiliki pandangan yang sama. Persatuan justru membutuhkan penghormatan terhadap keberagaman, dialog yang beradab, dan penyelesaian perbedaan melalui mekanisme konstitusional.
Makna satu tanah air juga berkaitan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan dan kekayaan alam. Sementara itu, satu bangsa menegaskan kesetaraan martabat warga negara, dan satu bahasa persatuan memperkuat komunikasi nasional tanpa menghilangkan kekayaan bahasa daerah.
Mengukur Kemajuan dari Kesejahteraan Rakyat
Hutagaol menilai semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui upaya nyata meningkatkan kualitas pendidikan, akses kesehatan, kesempatan kerja, pemerataan pembangunan, kepastian hukum, dan kesejahteraan masyarakat.
Generasi muda memiliki peran strategis melalui penguasaan ilmu pengetahuan, kreativitas, inovasi, kedisiplinan, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial. Adapun penyelenggara negara berkewajiban menjalankan kewenangan sesuai hukum dan mengutamakan kepentingan rakyat.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, menurut refleksi tersebut, menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana nilai persatuan dan tanggung jawab telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ukuran terdalam sebuah sumpah bukanlah kerasnya suara ketika diucapkan, melainkan keteguhan tanggung jawab ketika harus dilaksanakan,” demikian pesan penutup refleksi Hutagaol.
Sumpah Pemuda mengingatkan bahwa bangsa tidak hanya dibangun melalui sejarah dan ikrar, tetapi juga melalui kepercayaan, integritas, dan komitmen bersama. Warisan 1928 akan tetap bermakna apabila diwujudkan dalam tindakan yang menjaga persatuan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Penulis: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol
Penyuntingan: Redaksi Media Suara Mabes (MSM)
Motto MSM: Lugas, Tegas & Terpercaya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar