Strategi Perang Nusantara Seri 10: MHP Hutagaol Bahas Strategi Aliansi Tanpa Kehilangan Kemandirian
- account_circle Suwoto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Aliansi dalam Politik Kontemporer
Kajian tersebut turut menyinggung perubahan hubungan politik Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Persaingan dalam Pemilu 2014 dan 2019 kemudian diikuti kerja sama politik ketika Prabowo bergabung dalam kabinet Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.
Dinamika ini menunjukkan bahwa hubungan politik dapat berubah mengikuti perkembangan kepentingan dan konfigurasi pemerintahan. Namun, kerja sama tetap perlu berada dalam kerangka kepentingan rakyat, transparansi, demokrasi, dan pengawasan publik.
Tujuh Prinsip Strategi Aliansi
Berdasarkan perbandingan pengalaman sejarah, Hutagaol merumuskan tujuh prinsip sebagai kerangka pembelajaran strategi masa kini:
- Baca diri: memahami kemampuan, kelemahan, sumber daya, dan tujuan sendiri.
- Baca mitra: mengenali kepentingan pihak yang bekerja sama.
- Baca lawan: memahami kekuatan dan kemungkinan perubahan sikap pihak lain.
- Kuasai momentum: mengenali peluang serta memperhitungkan risiko.
- Kelola jaringan: membangun hubungan, kepercayaan, dan komunikasi.
- Jaga ketahanan: memastikan kerja sama tidak melemahkan kemampuan strategis nasional.
- Jaga kemandirian: mempertahankan kendali atas tujuan dan kepentingan bangsa.
Kajian ini juga membandingkan pengalaman sejarah Nusantara dengan pemikiran Sun Tzu, Kautilya, dan Carl von Clausewitz. Perbandingan tersebut dimaksudkan sebagai pendekatan analitis, bukan klaim bahwa para tokoh Nusantara secara langsung menerapkan pemikiran para ahli strategi dunia tersebut.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar