Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Setelah Pergantian Menkeu, Kemana Arah Kebijakan Ekonomi Presiden?

Setelah Pergantian Menkeu, Kemana Arah Kebijakan Ekonomi Presiden?

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Pergantian Menteri Keuangan kembali menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin, 14 September 2026.

Pengangkatan Suahasil ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Serah terima jabatan kemudian berlangsung di Kementerian Keuangan pada Selasa, 15 September 2026.

Pergantian tersebut menempatkan arah kebijakan fiskal dan ekonomi pemerintah kembali menjadi perhatian. Pertanyaan yang muncul bukan hanya mengenai pergantian pejabat, tetapi juga bagaimana kebijakan keuangan negara akan diarahkan untuk mendukung target pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pandangan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol ’86, arah kebijakan ekonomi perlu dilihat dari kemampuan negara menghubungkan kebijakan fiskal dengan investasi, industrialisasi, hilirisasi, ketahanan pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja serta peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

APBN 2027 DAN TARGET PERTUMBUHAN

RAPBN 2027 dirancang dengan pendapatan negara sebesar Rp3.426,0 triliun dan belanja negara Rp4.097,2 triliun. Defisit anggaran direncanakan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB. Pemerintah juga menempatkan sejumlah agenda prioritas, antara lain kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, ekonomi kerakyatan serta pengurangan kemiskinan.

Target pertumbuhan ekonomi 6 persen membuat tantangan kebijakan fiskal semakin besar. Pertumbuhan tersebut membutuhkan dukungan investasi, peningkatan produktivitas, penguatan industri serta penciptaan lapangan kerja.

Karena itu, ukuran keberhasilan kebijakan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya anggaran atau tingkat pertumbuhan ekonomi.

Persoalan yang lebih mendasar adalah berapa besar nilai tambah yang dapat dipertahankan di dalam negeri dan sejauh mana pertumbuhan ekonomi memberikan dampak kepada masyarakat.

HILIRISASI DAN RANTAI NILAI

Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar. Namun, pengelolaan sumber daya tersebut menghadirkan tantangan untuk membangun rantai nilai yang lebih panjang di dalam negeri.

Hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan mengolah komoditas sebelum diekspor. Dalam perspektif industrialisasi, hilirisasi juga berkaitan dengan kemampuan membangun industri pengolahan, teknologi, manufaktur, logistik dan pasar.

Rantai ekonomi tersebut dapat digambarkan sebagai:

SUMBER DAYA → PRODUK → INDUSTRI → TEKNOLOGI → LOGISTIK → PASAR.

Semakin banyak mata rantai yang dapat dikembangkan di dalam negeri, semakin besar potensi nilai ekonomi, kesempatan kerja dan penguasaan teknologi yang dapat tercipta.

SAWIT DAN AGENDA KETAHANAN ENERGI

Sektor kelapa sawit menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas dapat dihubungkan dengan kebijakan energi dan industri.

Pemerintah pada 2026 meluncurkan mandatori biodiesel B50, yaitu campuran biodiesel berbasis sawit dengan solar. Pemerintah menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi, meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

Dengan demikian, sawit tidak hanya dipandang sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan industri energi, lapangan kerja, nilai tambah dan penghematan devisa.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pengembangan industri turunannya semakin memperkuat kapasitas produksi dan teknologi nasional.

NIKEL DAN INDUSTRIALISASI

Hal serupa berlaku terhadap komoditas mineral, termasuk nikel.

Indonesia telah mendorong kebijakan hilirisasi mineral. Namun, tantangan jangka panjangnya adalah bagaimana pengolahan sumber daya mineral dapat berkembang dari sekadar bahan olahan menjadi komponen industri, manufaktur dan teknologi dengan nilai tambah yang semakin tinggi.

Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari volume produksi atau investasi, tetapi juga dari panjangnya rantai industri yang terbentuk di Indonesia.

PUPUK DAN KETAHANAN PANGAN

Ketahanan pangan juga memiliki hubungan erat dengan industri dan kebijakan fiskal.

Produktivitas pertanian membutuhkan ketersediaan pupuk, benih, air, teknologi, infrastruktur, pembiayaan dan sistem distribusi yang efisien.

Karena itu, ketahanan pangan tidak semata-mata mengenai kemampuan menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga kemampuan menjaga seluruh sistem produksi dan distribusinya.

Dalam kerangka tersebut, sektor pupuk, pertanian, industri pengolahan dan logistik perlu dipandang sebagai bagian dari satu ekosistem ekonomi.

INDUSTRI KAPAL DAN LOGISTIK

Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga menghadapi tantangan konektivitas dan biaya logistik.

Industri kapal dan transportasi laut memiliki peran dalam menghubungkan pusat produksi dengan pusat industri dan pasar.

Kapal bukan hanya sarana transportasi, tetapi bagian dari infrastruktur yang mendukung distribusi barang antarpulau.

Penguatan industri maritim nasional karena itu dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, yakni mendukung industrialisasi, perdagangan dan konektivitas ekonomi.

PERAN STRATEGIS MENTERI KEUANGAN

Pergantian Menteri Keuangan membuat perhatian publik tertuju pada bagaimana kebijakan fiskal selanjutnya akan dijalankan.

Setelah dilantik, Suahasil Nazara menyatakan mendapat arahan Presiden untuk menjaga keuangan negara, termasuk kesehatan dan kredibilitasnya. Ia juga menegaskan APBN harus mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

Dengan RAPBN 2027 yang tetap ekspansif namun disertai target defisit 2,40 persen terhadap PDB, pemerintah menghadapi kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara dorongan pertumbuhan dan kesinambungan fiskal.

Di sinilah kebijakan fiskal menjadi penting dalam menentukan bagaimana sumber daya negara dialokasikan untuk berbagai agenda pembangunan.

PERTUMBUHAN HARUS TERHUBUNG DENGAN KESEJAHTERAAN

Pertumbuhan ekonomi pada akhirnya perlu diterjemahkan ke dalam aktivitas ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Investasi perlu menciptakan kegiatan produksi. Industrialisasi perlu meningkatkan produktivitas. Hilirisasi perlu menghasilkan nilai tambah. Pembangunan infrastruktur perlu memperlancar aktivitas ekonomi. Dan seluruh proses tersebut perlu membuka kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Karena itu, beberapa indikator yang relevan untuk diperhatikan dalam pelaksanaan kebijakan ekonomi antara lain:

Pertama, peningkatan nilai tambah yang dihasilkan di dalam negeri.

Kedua, penciptaan lapangan kerja.

Ketiga, peningkatan penguasaan teknologi dan kapasitas industri nasional.

Keempat, penguatan ketahanan pangan dan energi.

Kelima, pengurangan ketergantungan terhadap impor strategis.

Keenam, kesinambungan fiskal dan kredibilitas pengelolaan APBN.

Ketujuh, sejauh mana manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.

APBN SEBAGAI INSTRUMEN PEMBANGUNAN

Pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika pemerintahan. Namun, yang akan menjadi perhatian publik adalah kesinambungan dan implementasi kebijakan setelah pergantian tersebut.

APBN bukan sekadar catatan penerimaan dan belanja negara. Dalam kebijakan pembangunan, APBN merupakan instrumen untuk membiayai prioritas pemerintah sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

Karena itu, arah kebijakan ekonomi setelah pergantian Menteri Keuangan perlu diamati melalui kebijakan konkret: bagaimana investasi didorong, bagaimana industri dikembangkan, bagaimana hilirisasi menghasilkan nilai tambah, bagaimana ketahanan pangan dan energi diperkuat, serta bagaimana keberlanjutan fiskal dijaga.

Pada akhirnya, tantangan Indonesia bukan hanya memiliki sumber daya alam, tetapi bagaimana mengubah sumber daya tersebut menjadi produktivitas, teknologi, industri dan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Pertanyaan yang relevan untuk publik bukan semata-mata siapa yang menduduki kursi Menteri Keuangan, tetapi bagaimana kebijakan fiskal dan ekonomi diterjemahkan menjadi pembangunan yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol ’86
Jakarta, 15 September 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Pertahanan Nir-Materi, Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Soroti Peran Strategis Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Hukum

    Perkuat Pertahanan Nir-Materi, Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Soroti Peran Strategis Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Hukum

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 342
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Pertahanan Indonesia pada abad ke-21 tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan bangsa membangun fondasi nonfisik yang kuat. Hal tersebut disampaikan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol dalam lanjutan kajiannya bertajuk “Pertahanan Indonesia Abad Ke-21: Perang Fondasi, Pertahanan Nir-Materi, dan Evolusi Strategi Pertahanan Nasional”, Bagian 6F, yang membahas […]

  • Pembiaran Cacat Prosedur ‘Dipabali’ HKBP Tangkerang: Mengapa Pucuk Pimpinan Terkesan Abai Saat Aturan Gereja Dikangkangi?

    Pembiaran Cacat Prosedur ‘Dipabali’ HKBP Tangkerang: Mengapa Pucuk Pimpinan Terkesan Abai Saat Aturan Gereja Dikangkangi?

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Herwin MT Sagala
    • visibility 295
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Pekanbaru – Penegakan Aturan dan Peraturan di internal Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) kini tengah diuji di tingkat pusat. Perjuangan St. Viktor James Napitupulu dalam menuntut keadilan atas sanksi pemberhentian pelayanan (dipabali) yang dijatuhkan oleh Pendeta Resort HKBP Tangkerang seakan membentur tembok birokrasi gereja HKBP yang tebal dan lamban. Publik dan warga jemaat kini […]

  • Dugaan Pembunuhan Berencana Satu Keluarga di Indramayu Jadi Sorotan, Pengamat Hukum Minta Penyelidikan Transparan photo_camera 6

    Dugaan Pembunuhan Berencana Satu Keluarga di Indramayu Jadi Sorotan, Pengamat Hukum Minta Penyelidikan Transparan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Eddy Susyanto
    • visibility 325
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Indramayu – Kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan satu keluarga di Kabupaten Indramayu kembali menjadi perhatian publik. Peristiwa tragis yang menyebabkan lima orang meninggal dunia tersebut dinilai sebagai tindak pidana berat yang memerlukan pengungkapan secara menyeluruh dan profesional oleh aparat penegak hukum. Pengamat hukum sekaligus narasumber yang dikutip Media Suara Mabes, Toni.RM, menyebut bahwa […]

  • Kasat Binmas Polres Ketapang Laksanakan Silaturahmi Kamtibmas Bersama Tiga Pilar di Desa Baru

    Kasat Binmas Polres Ketapang Laksanakan Silaturahmi Kamtibmas Bersama Tiga Pilar di Desa Baru

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 160
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Dalam rangka memperkuat sinergitas dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kasat Binmas Polres Ketapang IPTU Ahmad Jamil Pardamaian Daulay melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi Kamtibmas di Kantor Desa Baru, yang berlokasi di Jalan Perintis I, Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, pada Selasa (09/06/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh […]

  • Ananda Ahmad Rahman Aldebaran Raih Juara 1 Kumite pada Jakarta Karate Festival Series 9 Tahun 2026 photo_camera 4

    Ananda Ahmad Rahman Aldebaran Raih Juara 1 Kumite pada Jakarta Karate Festival Series 9 Tahun 2026

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Alhamdulillah, prestasi membanggakan kembali diraih oleh Ananda Ahmad Rahman Aldebaran dalam ajang Jakarta Karate Festival (JKF) Series 9 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta, pada 1–2 Mei 2026. Berdasarkan Piagam Penghargaan yang diterbitkan oleh panitia penyelenggara dan mendapat rekomendasi dari PB FORKI, Ahmad Rahman Aldebaran berhasil meraih […]

  • Kaperwil Media Suara Mabes Aceh Desak Penanganan Dugaan Konflik Lahan dan Pembakaran Pondok di Aceh Timur

    Kaperwil Media Suara Mabes Aceh Desak Penanganan Dugaan Konflik Lahan dan Pembakaran Pondok di Aceh Timur

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 100
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Aceh Timur — Kaperwil Media Suara Mabes (MSM) Aceh, Hanafiah, meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap dugaan konflik penguasaan lahan masyarakat serta insiden pembakaran sebuah pondok di area lahan sawit di wilayah Desa Buket Makmu, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Hanafiah menyampaikan permintaan tersebut kepada Kapolres Aceh Timur yang baru, AKBP […]

expand_less