Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Sentinel Seri 2: Ketika Langit Menjadi Arena Persaingan Teknologi

Sentinel Seri 2: Ketika Langit Menjadi Arena Persaingan Teknologi

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Ruang angkasa kini tidak lagi dapat dipandang sebagai ruang kosong yang jauh dari kehidupan manusia. Orbit Bumi semakin padat oleh satelit, wahana antariksa, jaringan komunikasi, sistem navigasi, serta berbagai infrastruktur berbasis data.

Fenomena tersebut menjadi pokok bahasan Seri 2 “Membaca Ruang Angkasa — Sentinel: Ketika Langit Menjadi Arena Persaingan”, karya Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol, yang ditulis di Jakarta, 19 September 2026.

Tulisan ini melanjutkan seri sebelumnya yang membahas bagaimana satelit menentukan posisi ketika bergerak mengelilingi Bumi. Jika sebelumnya pembahasan berfokus pada koordinat, waktu, orbit, data dan algoritma, seri kedua memperluas pertanyaan mengenai jumlah satelit yang mengorbit Bumi serta pihak yang memiliki dan mengoperasikannya.

Orbit Bumi Semakin Padat

Pertumbuhan aktivitas antariksa menunjukkan perubahan dalam pemanfaatan orbit Bumi. Dalam tulisan tersebut disebutkan, laporan European Space Agency (ESA) Space Environment Report 2026 mencatat lebih dari 300 peluncuran sepanjang 2025 dengan lebih dari 4.000 muatan (payload) ditempatkan ke orbit.

Pertumbuhan tersebut berjalan bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap kepadatan orbit, risiko tabrakan, serta persoalan sampah antariksa.

Persaingan antariksa pun dinilai tidak lagi semata mengenai siapa yang pertama mencapai luar angkasa. Perhatian berkembang pada kemampuan membangun ekosistem yang mencakup desain dan produksi satelit, kendaraan peluncur, stasiun bumi, jaringan komunikasi, pengolahan data, perangkat lunak, algoritma, dan sumber daya manusia.

Negara dan Industri Membangun Ekosistem

Amerika Serikat menjadi salah satu contoh perkembangan era New Space melalui munculnya konstelasi satelit komersial berskala besar. Program Starlink yang dikembangkan SpaceX menggambarkan satelit sebagai bagian dari jaringan terintegrasi yang melibatkan roket, sensor, komputer, jaringan, stasiun bumi, perangkat lunak dan otomatisasi.

China juga mengembangkan ekosistem antariksa melalui kemampuan peluncuran, satelit komunikasi, navigasi, penginderaan Bumi serta pembangunan konstelasi seperti Guowang dan Qianfan.

Sementara itu, Rusia memiliki warisan teknologi antariksa dari era Uni Soviet dan mengembangkan berbagai sistem, termasuk GLONASS sebagai sistem navigasi satelit.

Eropa mengembangkan kemampuan antariksa melalui kerja sama antarnegara melalui European Space Agency (ESA), antara lain dalam program Galileo, Copernicus dan keluarga satelit Sentinel.

Jepang mengembangkan Quasi-Zenith Satellite System (QZSS) untuk mendukung layanan penentuan posisi, navigasi dan waktu. India mengembangkan NavIC sebagai sistem navigasi satelit untuk kebutuhan nasional. Korea Selatan juga memperluas kapasitas observasi Bumi melalui pengembangan konstelasi mikrosatelit.

Indonesia: Dari Pengguna Menuju Penguasaan

Indonesia telah memanfaatkan teknologi satelit sejak era Palapa pada 1976. Perkembangan tersebut kemudian berlanjut melalui berbagai institusi pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi dan industri.

Dalam naskah tersebut, satelit komunikasi Nusantara Lima disebut memiliki kapasitas hingga 160 Gbps dan ditujukan untuk memperkuat konektivitas digital nasional.

Namun, persoalan strategis Indonesia tidak hanya berkaitan dengan jumlah satelit. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana kemampuan nasional dalam memahami, mengoperasikan, mengembangkan dan memanfaatkan teknologi tersebut.

Mengukur Penguasaan Teknologi

Menurut tulisan tersebut, kepemilikan aset antariksa tidak otomatis berarti penguasaan teknologi. Penguasaan membutuhkan kemampuan yang lebih luas, mulai dari memahami dan mengoperasikan satelit, mengembangkan komponen, mengolah data, membangun kemampuan komputasi dan kecerdasan buatan, hingga mengubah data menjadi pengetahuan dan keputusan.

Rantai tersebut digambarkan sebagai:

Ilmuwan → Insinyur → Universitas → Lembaga Riset → Industri → Modal → Satelit → Data → Komputasi → AI → Keputusan.

Karena itu, kemampuan antariksa tidak cukup diukur dari jumlah satelit. Pertanyaan yang juga penting adalah siapa yang membuat, meluncurkan, mengendalikan, menguasai sensor, mengelola data, menyediakan komputasi dan mengembangkan algoritma.

Persaingan Antariksa Terus Berubah

Tulisan Seri 2 tersebut menggambarkan bahwa dunia antariksa bergerak dari perlombaan mencapai orbit menuju pembangunan ekosistem orbital.

Bagi Indonesia, tantangannya bukan hanya menghitung jumlah satelit, tetapi membangun kapasitas manusia, riset, industri, data, komputasi dan teknologi agar mampu meningkatkan penguasaan terhadap teknologi antariksa.

Dari satelit, manusia dapat melihat Bumi. Dari langit pula terlihat bahwa persaingan teknologi antariksa berkaitan dengan pengetahuan, industri, data dan kemampuan manusia mengubah pengetahuan menjadi kapasitas nyata.

Pembahasan tersebut akan dilanjutkan dalam Seri 3:

“SENTINEL: DARI MATA DI LANGIT MENJADI KEKUATAN DI BUMI.”

Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 19 September 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Akun Diduga Gunakan Rekayasa AI untuk Unggah Foto, Masyarakat Dorong Aparat Lakukan Penelusuran

    Viral Akun Diduga Gunakan Rekayasa AI untuk Unggah Foto, Masyarakat Dorong Aparat Lakukan Penelusuran

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Irmansyah
    • visibility 209
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Maraknya akun anonim atau akun yang diduga menggunakan identitas palsu di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah akun dinilai kerap mengunggah konten yang berpotensi merugikan pihak lain, mulai dari dugaan pencemaran nama baik, perundungan (bullying), penyebaran informasi yang belum terverifikasi, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial […]

  • Todo Nainggolan, DPD PBB Provinsi Banten Gandeng BNNP, Tabuh Genderang Perang Melawan Narkoba! photo_camera 2

    Todo Nainggolan, DPD PBB Provinsi Banten Gandeng BNNP, Tabuh Genderang Perang Melawan Narkoba!

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Serang – Langkah progresif langsung ditunjukkan oleh nakhoda baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Banten. Di bawah kepemimpinan Ketua DPD PBB Provinsi Banten, Todo Nainggolan, jajaran pengurus DPD PBB Banten menggelar audiensi resmi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten di Kota Serang pada Rabu, 15 Juli 2026. Kedatangan […]

  • Kolaborasi untuk Negeri, UBP Saguling Raih Apresiasi dalam Forum Sinergitas CSR Jawa Barat photo_camera 4

    Kolaborasi untuk Negeri, UBP Saguling Raih Apresiasi dalam Forum Sinergitas CSR Jawa Barat

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Sudirman
    • visibility 132
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bandung – PT PLN Indonesia Power UBP Saguling kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Apresiasi Sinergitas Perusahaan terhadap Pembangunan Daerah melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Soehoed Warnaen […]

  • RPPAI Bongkar Arti Bullying, KDRT dan Bahaya Narkoba, Ini Dasar Hukumnya

    RPPAI Bongkar Arti Bullying, KDRT dan Bahaya Narkoba, Ini Dasar Hukumnya

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) Pusat mengingatkan masyarakat, agar tidak menganggap remeh tindakan bullying (perundungan) dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penyalahgunaan narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi Indonesia. Ketua Umum RPPAI Pusat, Agus Kliwir menegaskan bahwa bullying bukan […]

  • Setelah Jalani Tugas sebagai Plt, dr. Hj. Lia N. Sukandar Resmi Dilantik Jadi Kepala Dinkes KBB

    Setelah Jalani Tugas sebagai Plt, dr. Hj. Lia N. Sukandar Resmi Dilantik Jadi Kepala Dinkes KBB

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Kikin Sodikin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung Barat — Setelah sebelumnya dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, dr. Hj. Lia N. Sukandar, MM.Kes. kini resmi dilantik dan ditetapkan sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat. Pelantikan tersebut menandai babak baru bagi dr. Hj. Lia N. Sukandar dalam mengemban amanah memimpin perangkat daerah […]

  • Antisipasi Bencana Alam Personil Polda Kalbar Laksanakan Latihan Alarm Siaga photo_camera 5

    Antisipasi Bencana Alam Personil Polda Kalbar Laksanakan Latihan Alarm Siaga

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 133
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam maupun situasi kontinjensi, Polda Kalimantan Barat menggelar Latihan Alarm Siaga yang diikuti oleh personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Mapolda Kalbar, Rabu (15/7). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol. Hindarsono, S.I.K., S.H., M.Hum., yang mengambil apel siaga sebagai bentuk […]

expand_less