Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » MBG Dipertanyakan : Menu di Piring Anak Dinilai Minim, Publik Desak Transparansi Anggaran dan Standar Gizi

MBG Dipertanyakan : Menu di Piring Anak Dinilai Minim, Publik Desak Transparansi Anggaran dan Standar Gizi

  • account_circle Amir Pontoh
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 244
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Sulut — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah foto menu MBG yang beredar menunjukkan sajian berupa nasi dengan lauk dalam porsi terbatas, sayuran, buah, serta makanan pendamping.Senin 7/9/2027.

Visual menu tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar telah memenuhi standar gizi yang ditetapkan pemerintah?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena MBG bukan sekadar program pemberian makanan gratis. Program ini dirancang sebagai intervensi pemenuhan gizi bagi penerima manfaat.

Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri menegaskan bahwa menu MBG harus disusun berdasarkan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan memperhatikan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral.

BGN juga menjelaskan bahwa MBG dirancang untuk memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan gizi harian penerima manfaat, bukan seluruh kebutuhan gizi dalam satu hari.

Dalam foto yang diterima, terlihat beberapa menu antara lain nasi putih, telur, lauk olahan, sayuran, buah, tahu/tempe, serta susu pada salah satu paket.

Secara visual, sebagian menu tampak memiliki porsi lauk dan sayuran yang relatif terbatas dibandingkan porsi nasi.

Namun, apakah kondisi tersebut berarti menu tidak memenuhi standar gizi?

Belum tentu.

Untuk memastikan hal tersebut diperlukan data yang lebih objektif, seperti berat setiap bahan makanan, kandungan protein, energi, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral, serta standar porsi berdasarkan kelompok usia penerima manfaat.

Justru karena itu, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan secara terbuka.

Kritik yang muncul bukan semata-mata mengenai bentuk makanan di dalam kotak.

Persoalan yang jauh lebih penting adalah apakah anggaran negara yang diperuntukkan bagi kepentingan gizi anak benar-benar memberikan manfaat maksimal kepada anak?

Jangan sampai program yang seharusnya menjadi investasi kesehatan dan masa depan generasi muda justru lebih banyak menguntungkan pihak pengelola dibandingkan penerima manfaat.

BGN sendiri pada Februari 2026 menjelaskan bahwa anggaran bahan makanan MBG berada pada kisaran Rp8.000–Rp10.000 per porsi, sementara anggaran keseluruhan per penerima manfaat mencakup komponen lainnya.

Karena itu, transparansi penggunaan anggaran menjadi sangat penting.

Masyarakat layak mengetahui berapa nilai bahan makanan yang benar-benar masuk ke dalam satu kotak MBG, berapa biaya pengolahan, distribusi, tenaga kerja, dan komponen lainnya.

Lebih Baik Uang Diberikan kepada Orang Tua?

Di tengah kritik terhadap kualitas dan porsi makanan, muncul pula gagasan agar pemerintah mempertimbangkan mekanisme bantuan langsung kepada orang tua untuk memenuhi menu anak masing-masing.

Gagasan ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Di satu sisi, orang tua lebih mengetahui selera, kebutuhan dan kondisi anaknya. Mereka juga dapat memilih bahan makanan yang dianggap lebih bergizi dengan menyesuaikan makanan lokal yang tersedia.

Namun di sisi lain, apabila tujuan utama MBG adalah memastikan anak memperoleh asupan gizi minimum secara terukur, pemberian uang tunai juga membutuhkan mekanisme pengawasan agar benar-benar digunakan untuk kebutuhan makanan anak.

Karena itu, persoalannya bukan sekadar “makanan atau uang”, melainkan bagaimana negara memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan manfaat gizi bagi anak.

Publik Minta Audit Menu MBG

Daripada terjadi perdebatan berdasarkan foto semata, pemerintah dan pengelola MBG sebaiknya membuka data secara transparan.

Setidaknya masyarakat perlu mengetahui :

1. Berapa gram nasi dalam setiap porsi?
2. Berapa gram dan jenis protein yang diberikan?
3. Berapa gram sayuran dan buah?
4. Berapa kandungan energi dan protein per porsi?
5. Berapa biaya bahan makanan sebenarnya?
6. Berapa biaya operasional dan distribusi?
7. Siapa pihak yang menjadi pengelola atau penyedia makanan?
8. Bagaimana pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas makanan?
9. Apakah menu telah diverifikasi oleh ahli gizi?
10. Apakah porsi yang diberikan berbeda berdasarkan kelompok usia anak?

BGN sendiri menyatakan bahwa pelaksanaan MBG memiliki petunjuk teknis yang mencakup standar dapur, pengolahan makanan, keamanan pangan dan komposisi gizi.

Artinya, standar tersebut seharusnya dapat diuji dan diawasi secara publik.

MBG Harus Kembali kepada Tujuan Awalnya
Program sebesar MBG menggunakan sumber daya negara yang sangat besar. Karena itu, keberhasilannya tidak boleh hanya diukur dari berapa juta kotak makanan yang berhasil dibagikan.

Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah :

Apakah anak mendapatkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sesuai kebutuhannya?

Jika ditemukan menu yang tidak sesuai standar, pemerintah harus melakukan evaluasi dan memberikan tindakan perbaikan.

Sebaliknya, apabila menu tersebut sebenarnya telah memenuhi standar gizi, pengelola juga perlu membuka data kandungan dan komposisinya agar masyarakat tidak hanya menilai dari tampilan kotak makanan.

Jangan sampai MBG hanya menjadi program yang “terlihat banyak” tetapi manfaat gizinya tidak maksimal.

Uang negara harus kembali kepada tujuan utamanya: anak-anak Indonesia mendapatkan makanan yang benar-benar bergizi, bukan sekadar makanan yang membuat kenyang.

Amir Pontoh | Wakorwil Id Timur.
Cahyanto Amos | Kaperwil Sulawesi Utara.

Amir Pontoh

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 5 Januari 2022 sebagai Wakil Koordinator Wilayah Indonesia Timur. Email : aamir.pontoh@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FBR G.0131 Macan Cipinang Ikuti Pengajian Bulanan Lintas Gardu Jatinegara, Perkuat Silaturahmi Anggota

    FBR G.0131 Macan Cipinang Ikuti Pengajian Bulanan Lintas Gardu Jatinegara, Perkuat Silaturahmi Anggota

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Mulato Wibowo
    • visibility 177
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta Timur — Organisasi masyarakat Forum Betawi Rempug (FBR) G.0131 Macan Cipinang yang beralamat di Jalan Infeksi X Malang, Jakarta Timur, mengikuti kegiatan pengajian bulanan lintas gardu wilayah Jatinegara yang digelar setiap malam Jumat. Kegiatan pengajian bulanan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara bergilir di sejumlah gardu FBR wilayah Jatinegara dan sekitarnya. […]

  • Polres Ketapang Dan Kodim 1203 ,Pererat Senergi Lewat Silaturahmi Perkuat Soliditas TNI-Polri photo_camera 2

    Polres Ketapang Dan Kodim 1203 ,Pererat Senergi Lewat Silaturahmi Perkuat Soliditas TNI-Polri

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 160
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Dalam upaya mempererat sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Ketapang melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kodim 1203 Ketapang, Rabu (15/07/2026). Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Al-Mukmin Kodim 1203/Ketapang. Suasana penuh kekhusyukan dan […]

  • Media Suara Mabes Jawa Barat Gandeng RW 25 Perum Bukit Berlian Gelar Acara Puncak HUT RI Ke-81, Maulid Nabi & Santunan Yatim

    Media Suara Mabes Jawa Barat Gandeng RW 25 Perum Bukit Berlian Gelar Acara Puncak HUT RI Ke-81, Maulid Nabi & Santunan Yatim

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Kikin Sodikin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung Barat – Semarak kemerdekaan dan syiar Islam berpadu dalam satu kegiatan. Media Suara Mabes Jawa Barat berkolaborasi dengan Pengurus RW 25 Perum Bukit Berlian menggelar acara puncak peringatan HUT RI Ke-81, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Santunan Anak Yatim Piatu, pada Minggu, 30 Agustus 2026 bertempat di Jalan RW 25 Perum Bukit […]

  • Kompolnas Sampaikan Dugaan Penyebab Gugurnya 3 Polisi di Katingan photo_camera 2

    Kompolnas Sampaikan Dugaan Penyebab Gugurnya 3 Polisi di Katingan

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Sudarnarto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Palangka Raya – Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Mochammad Choirul Anam didampingi Kapolda Kalimantan Tengah, menggelar konferensi pers pengungkapan gugurnya tiga personel Polres Katingan pada saat menjalankan operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, di lobi Mapolda Kalteng, Selasa (7/7/2026). “Kami sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi penggerebekan dugaan bandar narkotika di […]

  • Masyarakat Semarakkan Nobar Piala Dunia 2026 di Makodam III/Siliwangi, Argentina Taklukkan Inggris 2-1

    Masyarakat Semarakkan Nobar Piala Dunia 2026 di Makodam III/Siliwangi, Argentina Taklukkan Inggris 2-1

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 102
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung – Suasana penuh semangat mewarnai Lapangan Serka Dedy Unadi, Makodam III/Siliwangi, Kamis (16/7/2026) dini hari,Sekitar 700 masyarakat bersama prajurit TNI, keluarga besar TNI, organisasi kemasyarakatan, dan tamu undangan mengikuti Nonton Bareng (Nobar) Gembira Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Inggris yang digelar Kodam III/Siliwangi. Kegiatan yang di hadiri Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI […]

  • Membangun Ekonomi Pertanian Regeneratif: Ketika Petani Tidak Lagi Dibiarkan Menanggung Risiko Sendiri

    Membangun Ekonomi Pertanian Regeneratif: Ketika Petani Tidak Lagi Dibiarkan Menanggung Risiko Sendiri

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Patrik Tatang
    • visibility 173
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Riau — Pertanian regeneratif dinilai memiliki potensi meningkatkan kesehatan tanah, ketahanan produksi dan pendapatan petani. Namun, penerapannya secara luas tidak cukup hanya mengandalkan pembiayaan. Desain pasar, kepastian pembelian, pembagian risiko dan sistem pengukuran hasil juga menjadi faktor penting. Hal tersebut menjadi perhatian dalam tulisan Santiago Gowland, CEO Rainforest Alliance, yang diterbitkan World Economic Forum […]

expand_less