Perang Fondasi Peradaban Abad ke-21: Saat Energi, Data, dan Persepsi Menjadi Medan Laga Baru
- account_circle Suwoto
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 252
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pergeseran Aktor dalam Persaingan Global
Hutagaol juga menyoroti perubahan lanskap geopolitik yang tidak lagi hanya didominasi negara.
Menurutnya, korporasi multinasional dan individu berpengaruh kini memainkan peran yang semakin besar dalam menentukan arah perkembangan dunia.
Ia mencontohkan VOC dan East India Company sebagai pelopor kekuatan korporasi yang pernah memiliki pengaruh setara bahkan melampaui sejumlah negara pada masanya.
Fenomena serupa, menurutnya, kini muncul dalam bentuk yang lebih modern.
“Negara tetap menjadi pemain utama, tetapi korporasi seperti BlackRock dengan kekuatan modalnya, serta individu seperti Elon Musk yang mengintegrasikan energi, data, dan persepsi dalam satu ekosistem, telah mengubah lanskap persaingan global secara signifikan,” jelas Hutagaol.
Indonesia Memiliki Modal Strategis
Di tengah perubahan global tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting dalam percaturan dunia.
Kekayaan sumber daya alam, khususnya mineral strategis seperti nikel, bonus demografi, serta posisi geografis yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik merupakan modal utama yang dimiliki bangsa Indonesia.
Namun demikian, Hutagaol menegaskan bahwa kekayaan alam semata tidak akan cukup tanpa kemampuan mengelolanya menjadi kekuatan yang berkelanjutan.
Ia menilai sejumlah kebijakan nasional seperti program hilirisasi industri, Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi desa, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian dari upaya membangun fondasi bangsa yang kuat dan mandiri.
“Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh berapa banyak kekayaan yang tersimpan di perut bumi, tetapi oleh kemampuan bangsa ini mengubah sumber daya menjadi energi, pengetahuan menjadi data, dan persatuan menjadi persepsi yang kokoh,” tegasnya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar