Perang Fondasi Peradaban Abad ke-21: Saat Energi, Data, dan Persepsi Menjadi Medan Laga Baru
- account_circle Suwoto
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 253
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menentukan Posisi Indonesia di Masa Depan
Pada akhirnya, Hutagaol menilai Indonesia sedang menghadapi momentum penting dalam menentukan posisinya di tengah perubahan global yang berlangsung cepat.
Dalam konsep Perang Fondasi, pilihan yang tersedia hanya dua, yakni menjadi penonton atau menjadi pemain yang aktif menentukan arah masa depan.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia membangun fondasi energi, data, dan persepsi yang kuat akan menjadi faktor utama dalam menjaga kedaulatan, meningkatkan daya saing, serta memastikan bangsa ini tidak sekadar mengikuti arus perubahan yang ditentukan pihak lain.
Tentang Penulis
Brigjen TNI (Purn.) M.J.P. Hutagaol merupakan alumni Akademi Militer Tahun 1986 dan mantan perwira Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Saat ini ia aktif sebagai Pembina Forum Komunikasi Keluarga Purnawirawan Baret Merah (FKKPBM). Gagasan Foundation Warfare yang dikembangkannya merupakan kerangka analisis untuk memahami dinamika geopolitik, teknologi, ekonomi, dan peradaban global pada abad ke-21.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar