PATUS, MENCARI JIWA KEPEMIMPINAN NUSANTARA: Filosofi Meramu Harmoni, Menjaga Keseimbangan, dan Membangun Peradaban
- account_circle Suwoto
- calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
- visibility 543
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ISQ DAN KEMAMPUAN MEMBACA MASA DEPAN
Konsep ISQ menjadi salah satu bagian penting dalam pemikiran Patus.
ISQ dipahami sebagai kemampuan seorang pemimpin untuk membaca perubahan zaman, memahami kebutuhan peradaban, serta melihat masa depan tanpa kehilangan nilai kemanusiaan.
Dalam refleksi tersebut, nama Mpu Tantular, Soekarno, dan Gus Dur disebut sebagai figur yang dinilai mampu membaca kebutuhan zamannya masing-masing.
Mpu Tantular melalui Kakawin Sutasoma menghadirkan gagasan Bhinneka Tunggal Ika. Soekarno menawarkan Pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa yang beragam. Sementara Gus Dur dikenal melalui pemikiran yang menekankan kemanusiaan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Dalam kerangka Patus, kepemimpinan masa depan membutuhkan dua hal yang berjalan beriringan: kekuatan batin dan kemampuan strategis.
Strategi tanpa integritas dapat menghasilkan keberhasilan, tetapi kehilangan kepercayaan.
Sebaliknya, integritas tanpa kemampuan strategis dapat melahirkan niat baik yang sulit diwujudkan menjadi perubahan nyata.
REFLEKSI DARI PENGALAMAN KEPemimpinan
Pemikiran Patus juga disebut terinspirasi dari dialog dengan Mayjen (Purn.) Putu, yang dalam naskah disebut pernah mengemban tugas sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Danpaspampres pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Dialog tersebut menjadi refleksi mengenai kepemimpinan, amanah, loyalitas, tanggung jawab, integritas, dan kemampuan menjaga keseimbangan dalam menjalankan tugas strategis negara.
Pengalaman tersebut memperkuat gagasan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh karakter, moral, kepekaan membaca situasi, dan keberanian mengambil keputusan untuk kepentingan yang lebih besar.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar