Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Organisasi yang Tidak Pernah Selesai Belajar, Kunci Membangun Institusi Adaptif

Organisasi yang Tidak Pernah Selesai Belajar, Kunci Membangun Institusi Adaptif

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol kembali melanjutkan pemikiran mengenai ESTOM (Environment, Sensing, Thinking, Operation, dan Maneuver) melalui Seri Memahami ESTOM #16 berjudul “Organisasi yang Tidak Pernah Selesai Belajar: Dari Feedback Menuju Adaptive Organization.”

Seri ini menyoroti pentingnya mengubah pembelajaran dari sekadar pengetahuan individual pemimpin menjadi kapasitas institusi. Gagasan tersebut merupakan kelanjutan Seri #15 yang menegaskan bahwa keputusan strategis bukan kebenaran permanen, melainkan hipotesis yang harus terus diuji oleh kenyataan dan dikoreksi berdasarkan hasil serta perubahan lingkungan.

Menurut Hutagaol, organisasi dapat mengalami keberhasilan, kegagalan, krisis, operasi, kesalahan hingga improvisasi. Namun, pengalaman tersebut tidak otomatis menjadi pengetahuan institusi apabila hanya tersimpan dalam ingatan individu.

Karena itu, pembelajaran perlu bergerak melalui siklus:

Pengalaman → Evaluasi → Pelajaran → Pengetahuan → Doktrin/Sistem/Prosedur → Kapasitas Institusi.

Dengan demikian, organisasi membangun memori institusi, bukan sekadar memori orang.

Organisasi Adaptif Bukan Sekadar Terus Berubah

Hutagaol menjelaskan bahwa organisasi adaptif bukan berarti organisasi yang selalu berubah mengikuti keadaan. Adaptasi adalah kemampuan mempertahankan tujuan, membaca perubahan lingkungan, mengoreksi cara dan membangun kapasitas baru ketika diperlukan.

“Adaptasi bukan berubah demi perubahan. Adaptasi adalah mengubah cara agar fungsi dan tujuan tetap relevan.”

Untuk membangun organisasi adaptif, terdapat lima fondasi yang perlu diperkuat, yakni budaya, struktur, kepemimpinan, data, dan mekanisme koreksi. Kelima unsur tersebut harus berjalan terpadu.

Budaya tanpa data dapat berubah menjadi opini. Data tanpa keterbukaan dapat disembunyikan. Struktur tanpa kepemimpinan dapat menjadi birokrasi, sedangkan kepemimpinan tanpa mekanisme koreksi berisiko menutup kritik.

Kabar Buruk Harus Sampai kepada Pengambil Keputusan

Salah satu ciri organisasi adaptif adalah kemampuan menerima informasi yang tidak menyenangkan. Kesalahan, risiko, kegagalan dan perubahan lingkungan harus dapat disampaikan kepada pengambil keputusan.

Hutagaol menggunakan kecelakaan Space Shuttle Columbia pada 2003 sebagai salah satu ilustrasi pentingnya faktor organisasi dalam keselamatan dan pengambilan keputusan.

Pelajarannya bukan semata persoalan teknis, tetapi bagaimana informasi dan peringatan diterima, dikomunikasikan serta diterjemahkan menjadi tindakan.

Dalam konteks tersebut, kegagalan sensing tidak selalu berarti tanda tidak terlihat. Terkadang tanda sudah tersedia, tetapi organisasi tidak cukup mampu mendengar dan memprosesnya.

Karena itu, budaya adaptif membutuhkan dua hal sekaligus: keberanian berbicara dan kedewasaan mendengar.

After Action Review dan Memori Institusi

Hutagaol juga mengangkat After Action Review (AAR) sebagai mekanisme pembelajaran organisasi. Pertanyaan utamanya meliputi apa yang direncanakan, apa yang terjadi, mengapa hal tersebut terjadi, apa yang harus dipertahankan dan apa yang harus diperbaiki.

Nilai AAR bukan pada panjangnya laporan, melainkan pada kemampuannya mengubah pengalaman menjadi pembelajaran untuk tindakan berikutnya.

Prinsip serupa terlihat dalam Jidoka pada Toyota Production System, yaitu membuat abnormalitas terlihat agar masalah dapat segera diperiksa dan diperbaiki.

Pesan yang ditekankan sederhana: masalah yang terlihat dapat diperbaiki, sedangkan masalah yang disembunyikan dapat berkembang.

Pemimpin Tidak Memiliki Monopoli atas Kebenaran

Dalam organisasi adaptif, kewenangan tidak berarti monopoli atas kebenaran. Pemimpin membutuhkan informasi dari pelaksana lapangan, ahli, data dan berbagai sumber lainnya.

Salah satu bentuk kepemimpinan yang lebih tinggi adalah membangun sistem yang mampu mengoreksi keputusan pemimpinnya sendiri.

Menurut Hutagaol, loyalitas bukan berarti menyembunyikan masalah atau selalu menyetujui keputusan. Loyalitas adalah membantu organisasi melihat kenyataan sebelum terlambat.

Organisasi juga perlu menetapkan trigger for review, misalnya ketika biaya melewati batas, target tidak tercapai, teknologi baru mengubah asumsi atau lingkungan mengalami perubahan signifikan.

Fungsi red team dapat digunakan untuk menguji asumsi, menemukan kelemahan, menghadirkan perspektif alternatif dan menantang sebuah rencana sebelum diuji oleh kenyataan.

Learning Velocity Menjadi Faktor Strategis

Dalam lingkungan yang berubah cepat, kemampuan belajar menjadi sumber keunggulan. Dua organisasi dengan teknologi, anggaran dan sumber daya yang relatif sama dapat menghasilkan kinerja berbeda karena memiliki kecepatan pembelajaran yang berbeda.

Siklusnya dapat dirumuskan:

Melihat → Memahami → Belajar → Memperbaiki → Menguji → Melihat Kembali.

Kemampuan tersebut disebut learning velocity, yaitu seberapa cepat organisasi mengubah pengalaman dan informasi menjadi perbaikan tindakan.

Karena itu, pertanyaan strategis bukan hanya “Seberapa besar kekuatan yang dimiliki?”, tetapi juga “Seberapa cepat kekuatan tersebut mampu belajar?”

Lesson Identified Belum Tentu Lesson Learned

Hutagaol mengingatkan bahwa laporan evaluasi, audit, kajian dan rekomendasi dapat berakhir hanya sebagai arsip.

Sebuah pelajaran benar-benar menjadi lesson learned apabila menghasilkan perubahan nyata pada keputusan, doktrin, anggaran, pelatihan, organisasi, teknologi atau prosedur.

Lesson identified belum tentu lesson learned. Pelajaran menjadi learned ketika perilaku atau kapasitas sistem benar-benar berubah.

Dari Pemimpin Hebat Menuju Institusi yang Kuat

Pada akhirnya, Seri Memahami ESTOM #16 menempatkan pembelajaran institusi sebagai tujuan yang lebih besar daripada ketergantungan kepada individu.

Institusi yang matang harus mampu membaca, berpikir, bertindak, mengukur, mengoreksi dan belajar, bahkan ketika kepemimpinan berganti.

Lima unsur ESTOM tetap menjadi fondasi:

E — Environment | S — Sensing | T — Thinking | O — Operation | M — Maneuver.

Hasil dari maneuver menjadi feedback untuk memperbaiki proses berikutnya. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada individu, tetapi berkembang menjadi kapasitas institusi.

Seri #16 sekaligus membuka pertanyaan menuju Seri Memahami ESTOM #17, yakni bagaimana negara, industri, universitas, teknologi, masyarakat dan sektor pertahanan dapat belajar serta beradaptasi bersama sebagai sebuah ekosistem adaptif.

Orang dapat pergi. Pemimpin dapat berganti. Teknologi dapat menjadi usang. Tetapi pelajaran tidak boleh ikut hilang.

Oleh: Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 24 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Kalbar Gelar Bakti Religi Menyasar 3 Tempat Ibadah di Pontianak photo_camera 3

    Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Kalbar Gelar Bakti Religi Menyasar 3 Tempat Ibadah di Pontianak

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 153
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Pontianak Kalbar – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat menggelar aksi sosial bertajuk “Bakti Religi” yaitu aksi gotong royong membersihkan tempat ibadah, Selasa (23/6). Aksi kepedulian ini menyasar 3 lokasi rumah ibadah di wilayah Kota Pontianak, yaitu Masjid Sultan Syarif Abdurrahman Kampung Dalam Bugis, Surau Sirajul Jannah Pontianak Timur […]

  • DPP GANNAS Bersinergi dengan Masyarakat Ceger, Perkuat Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

    DPP GANNAS Bersinergi dengan Masyarakat Ceger, Perkuat Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Narkotika Nasional (DPP GANNAS) membangun sinergitas bersama masyarakat Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, melalui kegiatan malam puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Muspika, Lurah Ceger, Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta […]

  • Kapolres Inhil Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pesisir Gaung, Wujud Nyata Green Policing dan Kepedulian Lingkungan

    Kapolres Inhil Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pesisir Gaung, Wujud Nyata Green Policing dan Kepedulian Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Saprizal
    • visibility 132
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan jajaran Polres Indragiri Hilir melalui program Green Policing dengan melakukan penanaman sebanyak 1.000 bibit pohon mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K. tersebut menjadi bagian dari upaya penghijauan […]

  • Semarak HUT Bhayangkara ke-80: Polda Kalbar Tegaskan Komitmen “Polri Untuk Masyarakat photo_camera 5

    Semarak HUT Bhayangkara ke-80: Polda Kalbar Tegaskan Komitmen “Polri Untuk Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 104
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan khidmat di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Selasa (1/7). Upacara yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat” tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., serta diikuti oleh jajaran pejabat utama Polda Kalbar, personel Polri, TNI, […]

  • Anggota MPR RI Nurwayah Menggelar Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kelurahan Lagoa

    Anggota MPR RI Nurwayah Menggelar Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kelurahan Lagoa

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Triyanto Mokar Siknun
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta Utara – Minggu,16 Juni 2026, bertempat di Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Nurwayah kembali menggelar acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Acara yang dihadiri sekitar 150 peserta ini melibatkan pengurus Komunitas Biru Nusantara, serta para tokoh agama. Dalam sosialisasi tersebut, Nurwayah mengajak masyarakat melakukan komunikasi intens antar sesama dalam rangka memperkokoh […]

  • Pimpinan Umum MSM Masuk Tim 5 Perumus Kepengurusan Giring Delapan Center dalam Acara Bukber Ramadhan photo_camera 6

    Pimpinan Umum MSM Masuk Tim 5 Perumus Kepengurusan Giring Delapan Center dalam Acara Bukber Ramadhan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Yatin Ahdiyat
    • visibility 76
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Pimpinan Umum Media Suara Mabes (MSM), Suratno, S.Kom, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Giring Delapan Center (G8C), didaulat masuk dalam Tim 5 perumus kepengurusan organisasi dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Mbok Berek Tebet, Rabu (11/3/2026). Pembentukan Tim 5 tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda silaturahmi […]

expand_less