Khutbah Idul Adha 1447 H di Masjid Rabiatul Adawiyah Cileungsi: Meneladani Nabi Ibrahim AS untuk Meraih Predikat Taqwa
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
- visibility 267
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Cileungsi — Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Rabiatul Adawiyah. Bertindak sebagai Imam sekaligus Khotib, Ust. Najwani Abu Albar, S.Th.I., M.M., menyampaikan khutbah bertema “Mengambil Hikmah dari Kisah Nabi Ibrahim AS untuk Mendapatkan Predikat Taqwa.”
Dalam khutbahnya, Ust. Najwani mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan merayakan Hari Raya Idul Adha dalam keadaan aman, damai, dan penuh kebahagiaan. Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dalam segala keadaan.
“Ittaqullah… Ittaqullah… Ittaqullah… Bertaqwalah kepada Allah dalam kondisi apa pun,” serunya di hadapan jamaah.
Menurutnya, dua momentum besar dalam Idul Adha, yakni ibadah haji dan ibadah kurban, tidak dapat dipisahkan dari kisah agung Nabiyullah Ibrahim AS yang dikenal sebagai bapaknya para nabi.
Khotib menjelaskan, sejak usia muda Nabi Ibrahim AS telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam menghadapi penguasa zalim dan kaum penyembah berhala. Kisah tersebut diabadikan Allah SWT dalam Surat Al-Anbiya’.
Dengan kecerdasannya, Nabi Ibrahim AS mampu mematahkan argumentasi para penyembah berhala ketika beliau berkata bahwa patung terbesar itulah yang menghancurkan berhala-berhala kecil lainnya.
“Pelajaran yang dapat diambil adalah setiap remaja muslim harus memiliki kecerdasan dalam menghadapi kezaliman dan keberanian untuk menegakkan kebenaran,” ungkapnya.
Selain itu, Ust. Najwani juga mengangkat kisah kesabaran Nabi Ibrahim AS dalam menantikan keturunan. Meski telah berusia lanjut, Nabi Ibrahim tidak pernah putus asa dalam berdoa kepada Allah SWT.
“Beliau berdoa, Rabbi habli minash shalihin, dan pada usia sekitar 86 tahun Allah SWT baru mengabulkan doanya,” jelasnya.
Dari kisah tersebut, jamaah diajak untuk tidak pernah berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah SWT.
“Manusia bisa bertahan hidup karena masih memiliki harapan. Jangan pernah berputus asa dari kebaikan Allah,” tuturnya.
Bagian paling mengharukan dalam khutbah tersebut adalah saat khotib menyampaikan kisah perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail AS, sebagaimana diabadikan dalam Surat Ash-Shaffat ayat 102–107.
Dalam dialog penuh ketundukan itu, Nabi Ismail AS menerima perintah Allah dengan penuh keikhlasan.
“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,” kutipnya.
Menurut Ust. Najwani, keberhasilan Nabi Ibrahim AS menjalankan perintah tersebut karena beliau menyadari sepenuhnya bahwa anak, istri, dan seluruh harta hanyalah titipan Allah SWT.
“Semua yang kita miliki adalah milik Allah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hakikat ibadah kurban bukan terletak pada besar kecilnya hewan yang disembelih, melainkan pada ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT.
“Daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai adalah ketakwaan kita,” tegasnya.
Khotib juga mengingatkan bahwa syariat kurban telah ada sejak zaman putra Nabi Adam AS, yakni Qabil dan Habil. Pemilihan hewan kurban terbaik menjadi simbol persembahan terbaik seorang hamba kepada Rabb-nya.
Menutup khutbahnya, Ust. Najwani berharap agar seluruh umat Islam senantiasa menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa dan istiqamah dalam ketaatan.
Khutbah kemudian ditutup dengan pembacaan Surat Al-‘Ashr yang mengingatkan pentingnya iman, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Penulis: Hapzon Effendi
Jurnalis : Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar