Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » Jatah MBG Siswa Sakit Jadi Polemik: Pernyataan Sekolah Diberikan ke Staf Dan Pengelola Sebut Kebijakan PIK

Jatah MBG Siswa Sakit Jadi Polemik: Pernyataan Sekolah Diberikan ke Staf Dan Pengelola Sebut Kebijakan PIK

  • account_circle Cahyanto Amos Guntur
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Sulut — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah muncul persoalan terkait mekanisme pemberian makanan bagi siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit.

Persoalan bermula ketika orang tua seorang siswa yang sedang sakit datang langsung ke sekolah untuk mengambil jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi anaknya. Namun, pihak sekolah disebut tidak memberikan jatah makanan tersebut dengan alasan adanya ketentuan terbaru mengenai penyaluran MBG.

Menurut keterangan pihak sekolah, siswa yang tidak hadir di sekolah tidak mendapatkan jatah MBG. Apabila makanan tersebut tetap tersedia, jatah yang tidak diambil siswa disebut akan diberikan kepada staf sekolah agar makanan tidak terbuang atau mubazir.

Alasan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari orang tua siswa, terutama karena anak tidak masuk sekolah bukan karena sengaja tidak hadir, melainkan karena sedang sakit.

Di sisi lain, muncul pernyataan berbeda dari pihak pengelola MBG. Pengelola menyampaikan bahwa untuk siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit, mekanisme pemberian makanan tersebut merupakan kebijakan yang dapat ditentukan oleh PIK sekolah. Bahkan, apabila orang tua siswa datang langsung ke sekolah untuk mengambil jatah MBG anaknya yang sedang sakit, hal tersebut disebut dapat menjadi pertimbangan dalam penyaluran.

Perbedaan keterangan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah orang tua siswa: sebenarnya siapa yang memiliki kewenangan menentukan nasib jatah MBG siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit?

Persoalan ini menjadi semakin menarik karena terdapat dua pernyataan yang tampak berbeda.

Pihak sekolah menyebut bahwa jatah MBG siswa yang tidak hadir di sekolah tidak diberikan kepada siswa dan dapat dialihkan kepada staf sekolah agar tidak mubazir.

Sementara pihak pengelola MBG menyebut bahwa untuk siswa yang tidak masuk karena sakit, mekanismenya merupakan kebijakan PIK sekolah, terlebih apabila orang tua datang langsung untuk mengambil makanan tersebut.

Dengan demikian, terdapat perbedaan pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan di lapangan yang perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka.

Secara nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) pada Maret 2026 menyatakan bahwa MBG untuk anak sekolah diberikan berdasarkan kehadiran siswa di sekolah. BGN menjelaskan bahwa makanan disalurkan ke sekolah berdasarkan daftar penerima manfaat dan distribusi mengikuti hari sekolah.

BGN juga pada Mei 2026 menjelaskan bahwa pola distribusi difokuskan ketika peserta didik berada di sekolah dan menjalani kegiatan belajar mengajar secara aktif.

Namun, ketentuan umum tersebut masih menyisakan pertanyaan teknis di lapangan ketika seorang siswa tidak hadir bukan karena libur atau sengaja tidak masuk, melainkan karena sakit, sementara orang tua datang ke sekolah untuk mengambil makanan yang menjadi bagian dari program bagi anak tersebut.

Perbedaan informasi antara sekolah dan pengelola MBG berpotensi menimbulkan kebingungan bagi orang tua.

Orang tua tentu membutuhkan kepastian: apabila anak sakit dan tidak dapat hadir ke sekolah, apakah jatah makanan anak tersebut otomatis gugur? Apakah boleh diambil oleh orang tua? Ataukah makanan tersebut memang harus dialihkan kepada pihak lain?

Pertanyaan lain yang juga perlu dijelaskan adalah apakah pemberian jatah tersebut kepada staf sekolah memiliki dasar tertulis yang jelas, atau merupakan mekanisme internal yang diterapkan oleh masing-masing sekolah.

Hal ini penting karena Program MBG merupakan program pemerintah yang memiliki tata kelola dan mekanisme distribusi. BGN sendiri menekankan pentingnya tata kelola program, keamanan pangan, serta distribusi yang sesuai prosedur.

Persoalan ini bukan semata-mata mengenai satu kotak makanan.

Yang menjadi perhatian adalah kepastian aturan, transparansi pelaksanaan, serta keseragaman informasi kepada orang tua siswa.

Apabila memang terdapat aturan terbaru yang menyatakan bahwa jatah siswa yang tidak hadir karena sakit harus diberikan kepada staf sekolah, maka aturan tersebut sebaiknya dapat ditunjukkan secara jelas kepada orang tua.

Sebaliknya, apabila mekanisme tersebut merupakan kewenangan PIK sekolah dan orang tua siswa yang sakit diperbolehkan mengambil jatah anaknya, maka mekanisme itu juga perlu disosialisasikan secara terbuka agar tidak terjadi perbedaan pemahaman.

Sebab, ketika pihak sekolah mengatakan “tidak bisa diberikan”, sementara pihak pengelola MBG mengatakan “merupakan kebijakan PIK sekolah dan dapat dipertimbangkan apabila orang tua datang mengambil”, maka orang tua tentu wajar mempertanyakan dasar kebijakan yang sebenarnya.

Perbedaan keterangan tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pihak sekolah, pengelola MBG/SPPG, PIK sekolah, dan instansi terkait untuk memberikan penjelasan resmi.

Masyarakat tidak membutuhkan pernyataan yang saling bertentangan. Yang dibutuhkan adalah aturan yang jelas, mekanisme yang transparan dan penerapan yang konsisten.

Pertanyaan sederhananya:

Jika seorang anak tidak masuk sekolah karena sakit, sementara orang tuanya datang langsung untuk mengambil jatah MBG anak tersebut, apakah jatah itu boleh diberikan kepada orang tua atau harus dialihkan kepada pihak lain?

Jawaban atas pertanyaan tersebut penting agar tidak ada lagi perbedaan informasi antara sekolah dan pengelola MBG.

Pada akhirnya, tujuan utama program MBG adalah memastikan manfaat program diterima secara tepat sasaran. Karena itu, setiap mekanisme pelaksanaannya perlu memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada penerima manfaat dan masyarakat.

Dua pernyataan yang berbeda telah muncul. Kini yang ditunggu adalah satu penjelasan resmi: bagaimana sebenarnya aturan MBG bagi siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit?

Cahyanto Amos | Kaperwil SULUT

Cahyanto Amos Guntur

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2026 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Sulawesi Utara. Email : cahyanto.amos@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kesiapan Kerja di Zona Merah, Puluhan Jurnalis Ikuti Simulasi Liputan Konflik Dispenau-Pasgat photo_camera 6

    Tingkatkan Kesiapan Kerja di Zona Merah, Puluhan Jurnalis Ikuti Simulasi Liputan Konflik Dispenau-Pasgat

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Puluhan jurnalis dari berbagai media massa nasional mendapatkan pengalaman langsung merasakan atmosfer penugasan di zona merah. Pengalaman ini dikemas dalam Workshop Liputan di Daerah Konflik yang diinisiasi oleh Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) berkolaborasi dengan Brigade Parako 1 Pasgat di Jakarta, 11–12 Juni 2026. ​Kegiatan strategis ini dirancang untuk mendongkrak pemahaman, […]

  • Sentinel Seri 2: Ketika Langit Menjadi Arena Persaingan Teknologi

    Sentinel Seri 2: Ketika Langit Menjadi Arena Persaingan Teknologi

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Ruang angkasa kini tidak lagi dapat dipandang sebagai ruang kosong yang jauh dari kehidupan manusia. Orbit Bumi semakin padat oleh satelit, wahana antariksa, jaringan komunikasi, sistem navigasi, serta berbagai infrastruktur berbasis data. Fenomena tersebut menjadi pokok bahasan Seri 2 “Membaca Ruang Angkasa — Sentinel: Ketika Langit Menjadi Arena Persaingan”, karya Brigjen […]

  • Pangdam III/Siliwangi Membuka Open Tournament Atletik Piala Panglima TNI 2026 Tingkat Nasional

    Pangdam III/Siliwangi Membuka Open Tournament Atletik Piala Panglima TNI 2026 Tingkat Nasional

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 91
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung – Open Tournament Atletik Tingkat Nasional Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026 resmi dibuka di Stadion Padjajaran, Jalan Padjajaran No. 37, Kota Bandung, Kamis (24/9/2026). “Kegiatan tersebut diikuti sekitar 600 peserta dan dipimpin Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E. M.M”. Penyelenggaraan open tournanament tersebut merupakan bagian dari rangkaian […]

  • Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat Desa Setia Mulya Korban PTSL

    Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat Desa Setia Mulya Korban PTSL

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 187
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Tarumajaya Bekasi – Tindak lanjut pengaduan masyarakat Desa Setia Mulya yang mengaku menjadi korban dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) terus dilakukan. Sejumlah warga bersama Tim 16 Program PTSL mendapat pendampingan dari Bhabinkamtibmas Desa Setia Mulya, AIPDA Arif Pramono, guna mencari keadilan melalui jalur hukum terkait permasalahan yang mereka alami. Dalam upaya tersebut, […]

  • Polda Kalbar Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih

    Polda Kalbar Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 104
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026, Polda Kalimantan Barat melalui Biro Perencanaan (Rorena) melaksanakan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat pengguna jalan di depan Mapolda Kalbar, Jalan Ahmad Yani No. 1 Pontianak, Jumat (14/8). Kegiatan tersebut dihadiri Karo Rena Polda Kalbar KBP Dra. […]

  • Polres Cimahi Ungkap Percobaan Pencurian dengan Kekerasan, Driver Lalamove Diserang Celurit di Gunung Masigit

    Polres Cimahi Ungkap Percobaan Pencurian dengan Kekerasan, Driver Lalamove Diserang Celurit di Gunung Masigit

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle M Yusup Sugara
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Cimahi – Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus percobaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di kawasan Gunung Masigit, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (18/7/2026). Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah mengungkapkan bahwa pelaku berinisial AF (27) diduga telah merencanakan aksinya sejak awal dengan tujuan menguasai kendaraan milik korban berinisial IS (48), seorang pengemudi jasa angkut […]

expand_less