Energi, Data, dan Persepsi Jadi Fondasi Baru Kekuatan Dunia, Indonesia Perlu Perkuat Kemandirian Strategis
- account_circle Suwoto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Enam Agenda Strategis bagi Indonesia
Dalam analisisnya, MJP mengajukan enam arah kebijakan untuk memperkuat posisi Indonesia, yakni:
- Memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi pasokan dan efisiensi.
- Mengarahkan hilirisasi mineral pada peningkatan kemampuan industri dan teknologi nasional.
- Mengembangkan ekosistem digital dan AI melalui pendidikan, penelitian, infrastruktur, serta tata kelola yang melindungi masyarakat.
- Meningkatkan ketahanan informasi melalui literasi digital, transparansi, dan kualitas jurnalisme.
- Memperkuat institusi serta koordinasi pelaksanaan kebijakan.
- Memperluas kerja sama internasional secara cermat untuk meningkatkan kapasitas nasional dan mengurangi ketergantungan yang terkonsentrasi.
MJP menekankan bahwa kemandirian strategis bukan berarti mengisolasi Indonesia dari dunia internasional. Perdagangan, investasi, ilmu pengetahuan, dan kemitraan tetap diperlukan selama mendukung kepentingan masyarakat serta memperkuat kapasitas nasional.
Melalui kerangka Perang Fondasi, energi, data, dan persepsi dipandang sebagai tiga unsur yang saling berkaitan. Penguatan ketiganya dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memahami tantangan strategis Indonesia, tanpa mengabaikan peran geografi, demografi, diplomasi, institusi, pendidikan, budaya, dan pertahanan.
Tulisan ini merupakan Seri 2 dari 7 dalam rangkaian Perang Fondasi: Energi, Data, dan Persepsi. Seri berikutnya akan membahas “Imperium Energi dan Mineral Strategis — Dari Kekayaan Alam Menuju Kekuatan Industri dan Kedaulatan Strategis.”
Penulis: MJP Hutagaol ’86
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar