Dunia di Ambang Perang Fondasi Global: Energi, Data, dan Persepsi Jadi Penentu Peradaban Abad ke-21
- account_circle Suwoto
- calendar_month Senin, 8 Jun 2026
- visibility 388
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Data dan AI Jadi Sumber Kekuatan Baru
Jika minyak menjadi sumber kekuatan strategis abad ke-20, maka data menjadi sumber daya strategis utama abad ke-21.
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), komputasi awan, pusat data, hingga sistem pertahanan modern sangat bergantung pada ketersediaan dan pengelolaan data dalam skala besar.
“Data telah berubah menjadi sumber daya strategis yang menentukan keunggulan ekonomi, teknologi, dan keamanan nasional,” ungkap Hutagaol.
Ia juga menyoroti pentingnya industri semikonduktor yang menjadi tulang punggung teknologi modern. Taiwan disebut sebagai salah satu simpul utama industri chip dunia yang menopang berbagai sektor mulai dari telepon pintar, kendaraan listrik, satelit, hingga sistem pertahanan.
Perang Modern Bergeser ke Ruang Siber dan Persepsi
Selain energi dan teknologi, perang modern kini berlangsung di ruang siber dan ruang informasi. Serangan siber mampu melumpuhkan infrastruktur vital tanpa perlu melibatkan kekuatan militer secara langsung.
Di era media sosial, narasi dan opini publik bahkan menjadi bagian penting dari strategi kekuatan global. Perebutan persepsi masyarakat dilakukan melalui media, platform digital, algoritma, hingga operasi informasi.
Menurut Hutagaol, negara yang mampu membangun kepercayaan, legitimasi, dan pengaruh akan memiliki keunggulan strategis yang tidak kalah besar dibanding kekuatan militer.
“Persepsi menjadi fondasi ketiga setelah energi dan data. Persepsi menggerakkan manusia, menentukan arah kebijakan, dan memengaruhi masa depan suatu bangsa,” ujarnya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar