Diduga Terlibat Pemukulan Karyawan MIXUE, Penasehat RT / Penasehat Pengurus RT 007 RW 012 Desa Setia Mulya Dipolisikan
- account_circle Aan Hermawan
- calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
- visibility 353
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Tarumajaya – Seorang karyawan MIXUE diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang warga yang disebut sebagai Penasehat RT / Penasehat Pengurus RT 007 RW 012 Desa Setia Mulya. Peristiwa tersebut dikabarkan terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026 siang hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula dari adanya sebuah konten TikTok yang berisi imbauan agar tidak memarkirkan kendaraan di depan ruko yang ditempati oleh (terlapor) Sdr. Beni, yang diduga menjadi pemicu terjadinya perselisihan.
Dalam insiden tersebut, korban/pelapor bernama Raushan diduga mengalami penganiayaan oleh Sdr. Beni dengan menggunakan sebuah bangku besi yang di hempaskan / dibenturkan ke wajah Raushan (korban/pelapor). Akibat kejadian itu, korban disebut mengalami luka dibagian pelipis dekat mata sebelah kiri dan selanjutnya Sdr. Raushan (korban/pelapor) mengadukan peristiwa tersebut kepada kakak kandung nya yang bernama ipal. “Kejadian tersebut terrekam oleh kamera CCTV MIXUE dan sudah saya ambil / download video nya sebagai barang bukti yang akan saya tunjukkan ke Pihak Kepolisian nanti”. Ujar Sdr. Ipal kakak kandung Korban.
Selain itu, Bhabinkamtibmas Desa Setiamulya, Aipda Arif Pramono, dengan sigap menerima laporan / pengaduan serta memberikan pendampingan kepada korban terkait dugaan tindak kekerasan tersebut.
Atas inisiatif serta support dari Pihak Keluarga dan Pimpinan MIXUE akhirnya Sdr. Raushan melaporkan peristiwa / kejadian penganiayaan tersebut ke Polsek Tarumajaya dengan didampingi oleh Aipda Arif Pramono sebagai Bhabinkamtibmas Desa Setia Mulya kemudian membantu proses pelaporan dan juga proses Visum nya. Aipda Arif Pramono berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dikemudian hari. “Tidak Ada Tempat Untuk Pelaku Kejahatan Di Wilayah Desa Setia Mulya” Ujar Aipda Arif Pramono.
ke Mapolsek Tarumajaya Sdr. Raushan juga berharap agar laporan nya dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku secara profesional dan objektif sesuai Undang-Undang.
Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan dapat melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terkait guna mengungkap secara jelas kronologi serta fakta sebenarnya dalam peristiwa tersebut.
Di samping itu, salah satu warga RT 07 Desa Setiamulya menyampaikan adanya pertanyaan terkait status domisili Beni, yang disebut-sebut sebagai Penasehat RT 07 dan diduga terlibat dalam peristiwa pemukulan terhadap seorang karyawan Miksiu.
Menurut keterangan warga tersebut, Beni diduga belum secara resmi memiliki status domisili sebagai warga Desa Setiamulya. Warga berharap pihak terkait dapat memberikan klarifikasi dan memastikan kebenaran mengenai status administrasi kependudukan serta kedudukan yang bersangkutan sebagai Penasehat RT 07.
“Kami berharap semuanya bisa dijelaskan secara terbuka dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika memang ada persoalan administrasi, kami meminta pihak pemerintah desa dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat,” ujar salah satu warga RT 07.
Terkait dugaan pemukulan yang dilaporkan, warga menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan penyelidikan secara objektif sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai kronologi lengkap dan motif pemukulan masih dalam proses pendalaman. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan penyelidikan secara objektif untuk mengungkap fakta sebenarnya terkait peristiwa tersebut.
Jurnalis : Aan Hermawan
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 25 Januari 2025 sebagai Kepala Biro (Kabiro) Kota Bekasi - Jawa Barat. Email : aan.hermawan@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar