Ali Mutasar & Febrial : Pemantapan Kurikulum Berbasis Cinta, Tekankan Pembelajaran Mendalam, Ubah Pola Pikir Guru
- account_circle Muhammad Yaman
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- visibility 439
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Para peserta tampak sangat menghargai cara penyampaian yang hidup dan dekat dengan kebutuhan mereka. Mereka mengaku sangat terinspirasi dan mendapatkan semangat baru dari narasumber, menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang baru dan berkesan.
Salah satu peserta menyampaikan rasa hormat dan kegembiraannya:
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas penyampaian yang menyenangkan sekaligus mendalam. Ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan hari ini menjadi modal dasar yang kuat untuk membangun karakter anak bangsa, agar mereka siap menghadapi berbagai tantangan zaman dengan berakhlak dan berilmu.”
Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan nyata: dari sekadar memahami teori, menuju penerapan pembelajaran mendalam dan bermakna yang mengubah wajah pendidikan di madrasah dan pesantren, sesuai amanat KMA 1503 dan arah kebijakan nasional berikut;
– Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai penyempurnaan kurikulum madrasah, tertuang dalam KMA 1503/2025
– Dikembangkan dan dijalankan secara resmi oleh Kementerian Agama (Kemenag), bukan Dinas Pendidikan umum .
– Diterapkan secara terpadu di lingkungan madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan di bawah binaan Kemenag.
– Ditetapkan dan mulai dijalankan sejak dikeluarkannya KMA 1503 Tahun 2025, selaras Asta Prosta dan Asta Cita Presiden.
Sejumlah alasan:
1. Dasar filosofis agam yang selaras tugas utama Kemenag membentuk akhlak dan nilai agama.
2. Aturan khusus: Ada payung hukum dan program prioritas resmi Kemenag; Dinas Pendidikan mengacu pada kerangka kurikulum nasional umum.
3. Tujuan lembaga berbeda: Kemenag fokus pendidikan yang menjadikan nilai agama & kasih sayang sebagai inti; Dinas mengelola sistem pendidikan umum yang lebih beragam cakupannya.
Ali Mutasar sangat yakin mampu diwujudkan melalui sosialisasi, bimtek, pendampingan berkelanjutan, serta integrasi nilai Panca Cinta ke seluruh mata pelajaran dan kegiatan kokurikuler .
Nilai kasih sayang tetap milik semua pendidikan, namun pengembangan & penerapan sistematisnya menjadi tugas utama Kemenag karena paling sesuai dengan dasar tugas dan fungsinya.
(FK/YamanLbs)






Jurnalis : Muhammad Yaman
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar