Ali Mutasar & Febrial : Pemantapan Kurikulum Berbasis Cinta, Tekankan Pembelajaran Mendalam, Ubah Pola Pikir Guru
- account_circle Muhammad Yaman
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- visibility 440
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam kaitannya dengan landasan hukum dan kebijakan nasional, kedua narasumber menegaskan posisi Kurikulum Berbasis Cinta yang tertuang dalam KMA 1503 Tahun 2025.
Kebijakan ini merupakan penjabaran langsung dari Asta Cita Presiden serta program kerja Kementerian Agama, sehingga menjadi pedoman utama pendidikan madrasah dan pesantren.
Ditegaskan pula alasan mengapa pendekatan ini menjadi ciri khas dan prioritas di lingkungan Kemenag, belum menjadi fokus utama di dinas pendidikan umum:
“Kurikulum Berbasis Cinta lahir dan dikembangkan di bawah payung Kementerian Agama karena memiliki akar nilai yang selaras dengan prinsip pendidikan agama: Oleh karena itu, pelaksanaannya menjadi tanggung jawab utama Kemenag, meski pada hakikatnya nilai kasih sayang, toleransi, dan kebersamaan adalah milik semua pihak.”
Sementara itu, Febrial selaku Pengawas Madrasah mengingatkan tujuan utama kegiatan ini: mewujudkan suasana belajar yang toleran, inklusif, dan penuh kasih sayang, sebagaimana tertuang dalam tema acara.
“Teknologi kita perlu kuasai, namun hati dan cara mendidik tidak boleh hilang. Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan kita untuk melihat peserta didik sebagai manusia utuh: berilmu, berakhlak, dan dihargai keunikannya masing‑masing. Inilah kunci menuju generasi emas yang kita harapkan.”






Jurnalis : Muhammad Yaman
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar