Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Mazhab Nusantara Seri 4: Budi Dinilai Menjadi Fondasi Kebijaksanaan di Tengah Kemajuan Teknologi

Mazhab Nusantara Seri 4: Budi Dinilai Menjadi Fondasi Kebijaksanaan di Tengah Kemajuan Teknologi

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Gagasan Mazhab Nusantara kembali mengangkat persoalan mendasar mengenai hubungan antara kecerdasan, moralitas, dan arah kemajuan peradaban. Dalam Seri 4 bertajuk “Budi: Fondasi Kebijaksanaan Nusantara”, MJP Hutagaol ’86 menekankan pentingnya Budi sebagai landasan etis agar pengetahuan, teknologi, dan kekuasaan digunakan secara bertanggung jawab.

Gagasan tersebut berangkat dari satu persoalan utama: kemampuan manusia untuk mengetahui dan melakukan sesuatu tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan dalam menentukan tujuan.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuka berbagai peluang bagi kehidupan manusia. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan ketika kemampuan yang semakin besar tidak diimbangi pertimbangan moral, tanggung jawab sosial, dan kesadaran terhadap dampaknya bagi masyarakat.

Ilmu pengetahuan, misalnya, dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk tujuan yang merugikan. Kekuasaan dapat menjadi instrumen pelayanan publik, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan pengawasan dan pertanggungjawaban.

Dalam konteks tersebut, Budi ditempatkan sebagai salah satu landasan penting untuk menilai bukan hanya apa yang mampu dilakukan manusia, melainkan juga apa yang patut dilakukan.

Dalam uraian Seri 4, Budi dipahami sebagai kemampuan menimbang pengetahuan, kehendak, dan tindakan berdasarkan pertimbangan moral serta tanggung jawab terhadap sesama dan kehidupan.

Pengertian ini tidak menempatkan Budi sebagai lawan kecerdasan. Sebaliknya, Budi dipandang sebagai unsur yang membantu mengarahkan kecerdasan agar menghasilkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pertanyaan yang perlu diajukan tidak berhenti pada apakah suatu tujuan dapat dicapai. Pertanyaan berikutnya ialah apakah tujuan tersebut layak diperjuangkan, siapa yang memperoleh manfaat, siapa yang menanggung risikonya, dan bagaimana dampaknya terhadap kepentingan bersama.

Dengan demikian, ukuran kemajuan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan menciptakan teknologi, mengumpulkan kekayaan, atau memperluas kekuasaan. Kualitas keputusan dan konsekuensinya bagi kehidupan manusia juga perlu menjadi bagian dari penilaian.

Pembahasan Budi juga membuka ruang untuk meninjau kembali beragam warisan pemikiran dan praktik sosial di Nusantara.

Tradisi musyawarah, gotong royong, penghormatan terhadap kehidupan, serta tanggung jawab sosial dapat menjadi bahan kajian untuk memahami bagaimana nilai kebijaksanaan diterapkan dalam masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

Namun, Nusantara tidak dapat dipandang sebagai masyarakat yang sejak awal memiliki satu konsep Budi yang seragam. Keragaman bahasa, adat, sejarah, dan tradisi pemikiran merupakan bagian penting dari kenyataan sosial kawasan ini.

Karena itu, pengembangan Mazhab Nusantara membutuhkan pendekatan yang terbuka dan kritis. Warisan masa lalu perlu dipahami sesuai konteksnya, sementara praktik yang mengandung ketidakadilan harus tetap dapat dievaluasi.

Menghargai tradisi bukan berarti menerima seluruh praktik lama tanpa pemeriksaan. Sebaliknya, nilai yang masih relevan perlu dikembangkan agar mampu menjawab persoalan masyarakat masa kini.

Relevansi Budi semakin penting ketika kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berkembang dan mulai digunakan dalam berbagai bidang kehidupan.

AI mampu mengolah data, mengenali pola, menghasilkan teks, dan membantu analisis dalam waktu singkat. Meski demikian, kemampuan menghasilkan jawaban tidak otomatis menjamin bahwa setiap keputusan yang melibatkan teknologi tersebut memenuhi pertimbangan moral dan kepentingan publik.

Penggunaan AI tetap memerlukan pengawasan manusia, transparansi yang sesuai, serta mekanisme pertanggungjawaban. Keputusan yang berdampak terhadap hak dan kehidupan masyarakat tidak cukup dinilai hanya berdasarkan efisiensi atau kecepatan teknologi.

Bagi Indonesia, tantangan strategisnya bukan sekadar menguasai teknologi, melainkan memastikan pemanfaatannya mendukung kualitas sumber daya manusia, memperluas manfaat pembangunan, dan mengurangi risiko ketimpangan.

Prinsip serupa berlaku dalam pengelolaan energi, mineral strategis, data, dan kekayaan alam. Berbagai sumber daya tersebut dapat mendukung pembangunan, tetapi hasilnya sangat dipengaruhi oleh kualitas kebijakan, tata kelola, dan pertanggungjawaban dalam penggunaannya.

Dalam kerangka pemikiran ini, pengetahuan memberikan kemampuan, teknologi memperluas daya, dan kekuasaan memperbesar jangkauan tindakan. Budi menjadi pengingat mengenai arah, batas, dan tanggung jawab yang menyertai semuanya.

Seri 4 merupakan kelanjutan dari rangkaian tulisan Mazhab Nusantara yang sebelumnya membahas pengertian mazhab, mazhab sebagai jalan berpikir, serta pertanyaan mengenai kemungkinan adanya cara berpikir Nusantara.

Pada tahap ini, pembahasan diarahkan pada nilai yang dapat menuntun cara berpikir tersebut. Budi diajukan sebagai salah satu kemungkinan fondasi etika dalam kerangka pemikiran Mazhab Nusantara yang sedang dirumuskan.

Penempatan tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan gagasan, bukan klaim bahwa Budi merupakan satu-satunya nilai yang menyatukan seluruh sejarah dan kebudayaan Nusantara.

Mazhab Nusantara, dalam kerangka ini, perlu dibangun melalui dialog dengan sejarah, ilmu pengetahuan, pengalaman masyarakat, dan perkembangan pemikiran dunia. Gagasannya juga harus terbuka terhadap kritik serta pengujian agar tidak berhenti sebagai romantisme masa lalu.

Ukuran keberhasilannya bukan sekadar kebanggaan terhadap identitas Nusantara, melainkan sejauh mana gagasan tersebut mampu memberikan sumbangan bagi penyelesaian persoalan nyata.

Persoalan utama yang diangkat dalam Seri 4 adalah kebutuhan untuk membedakan antara kemampuan dan kepatutan. Manusia mungkin mampu melakukan banyak hal, tetapi setiap tindakan tetap perlu dinilai berdasarkan tujuan, dampak, dan tanggung jawabnya.

Budi karena itu dapat menjadi titik berangkat untuk membangun pemikiran yang menghubungkan kecerdasan dengan kebijaksanaan, kemajuan dengan kemanusiaan, serta pengetahuan dengan tanggung jawab sosial.

Nusantara tidak harus menutup diri dari perkembangan dunia untuk merumuskan identitas pemikirannya. Sebaliknya, pengenalan terhadap akar budaya dapat berjalan bersama keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan dan gagasan dari berbagai peradaban.

Sumbangan suatu peradaban pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat dari apa yang berhasil diciptakan, tetapi juga dari nilai yang diwujudkan dan kualitas kehidupan yang berhasil diperbaiki.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana Budi dapat diterjemahkan menjadi prinsip nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pertanyaan tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan berikutnya dalam Mazhab Nusantara Seri 5 — “Pancasila: Nilai, Kebijaksanaan, dan Arah Peradaban.”

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kodim 1202/Singkawang Gelar P4GN

    Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kodim 1202/Singkawang Gelar P4GN

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang, Kalbar – Upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan satuan, Kodim 1202/Singkawang melaksanakan kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui sosialisasi bahaya narkoba dan tes urine personel di Aula Makodim 1202/Singkawang, Jalan Alianyang, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti anggota dan staf […]

  • Menteri Wihaji Gandeng APKLI-P Wujudkan Keluarga Bahagia dan Sejahtera, Ketua Umum : “Graming Bank Asalnya Dari Dapur BKKBN”

    Menteri Wihaji Gandeng APKLI-P Wujudkan Keluarga Bahagia dan Sejahtera, Ketua Umum : “Graming Bank Asalnya Dari Dapur BKKBN”

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Busrial
    • visibility 145
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Koordinasi Nasional Keluarga Berencana (Kemendukbangga/BKKBN) RI emban 2 hal utama, yaitu, mengendalikan kependudukan dan mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera. Kalau ingin Indonesia maju, adil, dan makmur harus dimulai dari komunitas bangsa yang terkecil, yaitu keluarga. Untuk itu, saya banyak berharap ke Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia […]

  • Bukti Nyata TNI Hadir untuk Rakyat, Brigjen TNI Aji Mimbarno Resmikan Jembatan Perintis Garuda III di Pasaman

    Bukti Nyata TNI Hadir untuk Rakyat, Brigjen TNI Aji Mimbarno Resmikan Jembatan Perintis Garuda III di Pasaman

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Delco Fitril
    • visibility 162
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes l Pasaman – Penantian panjang masyarakat Jorong Kampung Alai, Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat akhirnya terjawab sudah. Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang dibangun oleh TNI, resmi diresmikan oleh Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Aji Mimbarno, S.A.P., M.A., Kamis (30/7/2026). Peresmian ini menjadi simbol kebangkitan konektivitas wilayah pasca terputus akibat […]

  • Pimpin Apel Pagi, Kapolda Sulteng Ingatkan Anggota Jaga Marwah Institusi Polri

    Pimpin Apel Pagi, Kapolda Sulteng Ingatkan Anggota Jaga Marwah Institusi Polri

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Sudarnarto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Palu – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Kapolda Sulteng), Brigjen Pol. Nasri, menegaskan bahwa seluruh personel Polri adalah aset berharga institusi yang wajib menjaga integritas dan marwah Kepolisian. Pesan kuat ini disampaikan langsung saat memimpin apel pagi di Lapangan Apel Polda Sulteng, Jalan Soekarno Hatta, Senin (8/6/2026). Apel pagi yang dimulai pukul 08.00 WITA […]

  • TNI AL Gagalkan Dua Penyelundupan Pasir Timah dan Timah Balok Ilegal Senilai Rp7,6 Miliar photo_camera 4

    TNI AL Gagalkan Dua Penyelundupan Pasir Timah dan Timah Balok Ilegal Senilai Rp7,6 Miliar

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Tim gabungan TNI AL melalui Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III bersama instansi terkait kembali menggagalkan dua upaya penyelundupan pasir timah dan timah balok ilegal asal Bangka Belitung dengan nilai ekonomis mencapai sekitar Rp7,6 miliar. Keberhasilan penindakan tersebut disampaikan langsung oleh Dankodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia dalam konferensi […]

  • TNI AL Gagalkan Penyelundupan 544 Kg Merkuri Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp1,5 Miliar photo_camera 6

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan 544 Kg Merkuri Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp1,5 Miliar

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III bersama Tim Pengamanan (Pam) Pelni berhasil menggagalkan upaya penyelundupan cairan berbahaya jenis merkuri (air raksa/Hg) ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.(8/6/2026) Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi intelijen mengenai adanya pengiriman muatan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menggunakan […]

expand_less