Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Ketika Resonansi Membaca Kehidupan: Dorongan Kecil, Waktu Tepat, Respons Besar

Ketika Resonansi Membaca Kehidupan: Dorongan Kecil, Waktu Tepat, Respons Besar

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 131
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Fenomena resonansi dalam fisika menjadi pintu masuk Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol untuk membahas pengaruh kekuatan, ketepatan waktu, karakteristik sistem, serta pentingnya pengendalian dalam kehidupan melalui tulisan seri Membaca Zaman Melalui Hukum Alam Seri 5 berjudul “Ketika Resonansi Membaca Kehidupan”, bertanggal Jakarta, 31 Agustus 2026.

Dalam fisika, resonansi berkaitan dengan respons besar suatu sistem yang berosilasi ketika mendapat gaya periodik pada atau mendekati frekuensi resonansinya. Namun, Hutagaol menegaskan bahwa penggunaan konsep tersebut untuk membaca manusia, organisasi, masyarakat, maupun negara merupakan analogi pemikiran, bukan hukum sosial.

“Besarnya pengaruh tidak hanya ditentukan oleh besarnya dorongan. Kesesuaian frekuensi dan waktu juga menentukan,” demikian gagasan yang dikembangkan dalam tulisan tersebut.

Memahami Sistem Sebelum Mendorong

Fenomena ayunan menjadi ilustrasi sederhana. Dorongan yang diberikan secara berulang dengan waktu yang sesuai dapat menghasilkan respons yang lebih besar dibandingkan dorongan besar yang diberikan pada waktu yang tidak tepat.

Namun, sistem fisik juga memiliki damping atau redaman yang menyebabkan energi terdisipasi dan membatasi amplitudo respons. Karena itu, resonansi tidak semata-mata bermakna dorongan kecil menghasilkan gerakan besar, tetapi merupakan hubungan kompleks antara sistem, frekuensi, gaya pendorong, redaman, dan respons.

Kerangka tersebut kemudian dianalogikan dengan kehidupan dan pembangunan. Kekuatan besar belum tentu menghasilkan dampak optimal apabila tidak ditempatkan pada waktu, cara, dan kondisi yang sesuai.

Ketepatan Waktu dan Sinkronisasi

Tulisan itu menyoroti kecenderungan manusia merespons persoalan dengan menambah tenaga. Ketika program belum berhasil, anggaran ditambah; ketika pesan belum diterima, komunikasi diperkeras; dan ketika organisasi belum bergerak, instruksi diperbanyak.

Menurut kerangka pemikiran Hutagaol, persoalan tersebut tidak selalu disebabkan kekurangan kekuatan. Faktor waktu, cara, kebutuhan, kesiapan sistem, serta titik respons juga perlu diperhatikan.

Dalam konteks Indonesia, berbagai kekuatan seperti sumber daya manusia, sumber daya alam, teknologi, institusi, budaya, pasar, dan posisi geografis disebut memiliki potensi besar. Tantangannya adalah bagaimana berbagai unsur tersebut dapat terhubung dengan kebutuhan dan waktu yang tepat.

Pangan sebagai Ilustrasi

Sektor pangan menjadi salah satu contoh mengenai pentingnya sinkronisasi. Peningkatan produksi pertanian tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan petani apabila masih terdapat kendala penyimpanan, pengolahan, pembiayaan, distribusi, informasi harga, maupun akses pasar.

Rangkaian panen → penyimpanan → pengolahan → pembiayaan → distribusi → pasar perlu terhubung secara efektif agar potensi produksi dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih optimal.

Hutagaol menekankan bahwa hubungan tersebut bukan resonansi dalam pengertian fisika, melainkan pelajaran analogis mengenai pentingnya sinkronisasi.

Respons Besar Tidak Selalu Positif

Tulisan tersebut juga membahas sisi lain resonansi. Dalam sistem fisik, respons yang sangat besar dapat menimbulkan kerusakan apabila sistem tidak dirancang untuk menahannya.

Analogi ini kemudian digunakan untuk melihat dinamika informasi dan sosial. Ketakutan, kemarahan, informasi keliru, polarisasi, maupun euforia dapat memperoleh respons besar melalui pengulangan dan penyebaran informasi.

Karena itu, besarnya respons tidak otomatis menunjukkan bahwa arah respons tersebut benar. Di era digital, kemampuan sensing atau penginderaan tidak hanya berarti mengetahui informasi yang paling keras terdengar, tetapi juga memahami mengapa informasi tertentu memperoleh perhatian besar.

Redaman sebagai Mekanisme Perlindungan

Konsep redaman juga dianalogikan dengan mekanisme pengendalian. Dalam organisasi, mekanisme tersebut dapat berupa verifikasi, prosedur, pengawasan, evaluasi, dan koreksi.

Dalam ruang informasi, literasi, pemeriksaan fakta, kejernihan berpikir, dan tanggung jawab dalam menyebarkan informasi menjadi bagian penting. Sementara dalam kehidupan bernegara, hukum, institusi, pengawasan, keseimbangan kekuasaan, serta mekanisme koreksi dapat berfungsi sebagai pengendali respons sistem.

Dengan demikian, redaman tidak selalu berarti hambatan. Dalam kondisi tertentu, redaman justru dapat menjadi mekanisme perlindungan.

Analogi dan Batas Ilmiah

Seri Membaca Zaman Melalui Hukum Alam menghubungkan sejumlah konsep ilmiah sebagai cara membangun pola berpikir, mulai dari hukum Newton, entropi, Big Bang, katalis, hingga resonansi.

Namun, Hutagaol menekankan pentingnya membedakan ilmu dengan analogi. Pola berpikir yang digunakan adalah fenomena → ilmu → pola → analogi → uji realitas → batas analogi.

Resonansi dalam fisika tetap merupakan fenomena fisik yang dapat diuji. Ketika digunakan untuk membaca kehidupan sosial, istilah tersebut harus ditempatkan sebagai analogi. Manusia dan masyarakat memiliki kompleksitas yang berbeda dari sistem fisik sehingga analogi tidak dapat digunakan melampaui batas ilmiahnya.

Pada akhirnya, tulisan “Ketika Resonansi Membaca Kehidupan” mengajak pembaca mempertanyakan bukan hanya seberapa kuat sebuah dorongan diberikan, tetapi apakah dorongan tersebut bekerja pada tempat, waktu, dan kondisi yang tepat.

Sebab, ketika sebuah respons besar berhasil dibangkitkan, pertanyaan berikutnya adalah: ke mana respons tersebut diarahkan?

Penulis: Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 31 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabiro dan Anggota Media Suara Mabes Inhil Ucapkan Selamat atas Terpilihnya H. Herman sebagai Ketua DPD Golkar Inhil

    Kabiro dan Anggota Media Suara Mabes Inhil Ucapkan Selamat atas Terpilihnya H. Herman sebagai Ketua DPD Golkar Inhil

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Agustami Tolib
    • visibility 129
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kab. Indragiri Hilir, Tembilahan – Kepala Biro (Kabiro) bersama seluruh anggota Media Suara Mabes (MSM) Kabupaten Indragiri Hilir menyampaikan ucapan selamat kepada H. Herman, S.E., M.T. atas terpilihnya sebagai Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Indragiri Hilir melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI, Selasa (22/9/2026). Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas terlaksananya […]

  • Pemkab Ogan Ilir dan Kodim 0402 OKI/OI Perkuat Koordinasi Pemeriksaan Sarana KDMP

    Pemkab Ogan Ilir dan Kodim 0402 OKI/OI Perkuat Koordinasi Pemeriksaan Sarana KDMP

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Barudin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ogan Ilir — Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bersama Kodim 0402 OKI/OI dan tim terkait terus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), khususnya terkait kesiapan sarana dan prasarana di wilayah desa dan kelurahan. Pemeriksaan lapangan menjadi salah satu bagian penting untuk memastikan kesiapan fasilitas KDMP di masing-masing wilayah. Proses tersebut […]

  • Polda Kalteng Intensifkan Penanganan dan Penegakan Hukum Kasus Karhutla

    Polda Kalteng Intensifkan Penanganan dan Penegakan Hukum Kasus Karhutla

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Sudarnarto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengintensifkan upaya penanganan dan pengungkapan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di seluruh wilayahnya. “Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai satuan kerja, terdiri dari personel Binmas, Lantas dan Reserse yang siap diterjunkan langsung membantu mempercepat penanganan karhutla hingga ke titik-titik rawan,” ujar Kapolda Kalteng Irjen […]

  • Polres Beltim Terima Penghargaan Dari MAKIN Beltim, Ungkap Kasus Pencurian Di Tempat Ibadah Konghucu photo_camera 6

    Polres Beltim Terima Penghargaan Dari MAKIN Beltim, Ungkap Kasus Pencurian Di Tempat Ibadah Konghucu

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Edi Purnama
    • visibility 164
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Beltim – Kapolres Belitung Timur memimpin pelaksanaan Apel Jam Pimpinan yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada lima personel Sat Reskrim Polres Belitung Timur atas keberhasilan dalam mengungkap kasus pencurian Hiolo (mangkok tempat dupa) di sejumlah klenteng yang berada di wilayah Kabupaten Belitung Timur. Senin(25/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh para Pejabat […]

  • Narasumber Sampaikan Dugaan Transaksi Dapur MBG di Aceh, Kaperwil Media Suara Mabes Desak Aparat Lakukan Klarifikasi

    Narasumber Sampaikan Dugaan Transaksi Dapur MBG di Aceh, Kaperwil Media Suara Mabes Desak Aparat Lakukan Klarifikasi

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 193
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Banda Aceh – Media Suara Mabes Aceh menerima keterangan dari seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan terkait dugaan transaksi dalam pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Aceh. Menurut keterangan narasumber tersebut, terdapat dugaan transaksi pembelian dapur MBG beserta empat titik lokasi dengan nilai sekitar Rp2,8 miliar. Narasumber juga menyebut adanya […]

  • Kiat-Kiat Mempersiapkan Masa Pensiun di Bawah Naungan Al-Qur’an

    Kiat-Kiat Mempersiapkan Masa Pensiun di Bawah Naungan Al-Qur’an

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Cileungsi Bogor – Bagi sebagian orang, masa pensiun sering kali dipandang sebagai akhir dari perjalanan produktif. Padahal dalam perspektif Islam, masa pensiun justru dapat menjadi fase terbaik untuk memanen hasil amal, menikmati keberkahan usaha yang telah dibangun, serta memperbanyak kontribusi bagi umat. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Drs. Achmat Rizani dalam wawancara bersama Radio […]

expand_less