Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » KETIKA TIGA PILAR MENJADI KEKUATAN NEGARA : Energi, Data, dan Persepsi Harus Dibaca sebagai Satu Sistem

KETIKA TIGA PILAR MENJADI KEKUATAN NEGARA : Energi, Data, dan Persepsi Harus Dibaca sebagai Satu Sistem

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Kekuatan nasional tidak cukup diukur dari besarnya sumber daya alam, penguasaan teknologi, atau kemampuan membangun pengaruh. Kekuatan yang berkelanjutan justru lahir ketika berbagai kapasitas tersebut dapat dihubungkan dan bekerja sebagai sebuah sistem.

Gagasan tersebut menjadi pokok bahasan dalam Seri Memahami ESTOM #11 berjudul “Ketika Tiga Pilar Menjadi Kekuatan Negara”, yang menguraikan keterkaitan antara energi, data, dan persepsi sebagai tiga unsur strategis dalam membangun kekuatan nasional.

Dalam tulisan tersebut, Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol menekankan bahwa sumber daya energi pada dasarnya baru merupakan potensi. Potensi tersebut baru berubah menjadi kekuatan apabila didukung pengetahuan, teknologi, modal, industri, infrastruktur, serta kemampuan mengelolanya menjadi kapasitas produktif.

«“Pertanyaan strategisnya bukan hanya apa yang kita miliki, tetapi apa yang mampu kita ubah menjadi kapasitas.”»

Data Menjadi Penggerak Kapasitas

Perkembangan teknologi digital membuat energi dan data semakin sulit dipisahkan. Pembangkit listrik, industri, transportasi, pasar, pemerintahan hingga sektor pertahanan membutuhkan data untuk bekerja secara efektif.

Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan dan pusat data juga meningkatkan kebutuhan terhadap energi serta kapasitas komputasi.

Dengan demikian, hubungan antara dunia fisik dan digital menjadi semakin erat. Data membutuhkan infrastruktur dan energi, sementara sistem energi modern semakin bergantung pada data untuk pemantauan, pengendalian, efisiensi dan pengambilan keputusan.

Persepsi Menentukan Arah Kekuatan

Selain energi dan data, aspek manusia menjadi faktor penting. Persepsi menentukan apa yang dipercaya, apa yang dianggap penting, serta ke mana kekuatan nasional diarahkan.

Persepsi, menurut tulisan tersebut, tidak semata-mata berkaitan dengan propaganda. Persepsi juga terbentuk melalui pendidikan, budaya, media, kepemimpinan, informasi, reputasi, pengalaman masyarakat dan rasa keadilan.

Karena itu, sebuah negara dapat memiliki sumber daya dan teknologi yang besar, tetapi tetap menghadapi persoalan apabila tidak mampu membangun kepercayaan dan kehendak bersama.

Belajar dari Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, India dan Arab Saudi

Seri #11 kemudian membandingkan konfigurasi kekuatan lima negara dengan karakteristik berbeda.

Amerika Serikat digambarkan melalui keterhubungan energi, teknologi, komputasi, modal, industri, satelit, universitas dan ekosistem inovasi.

Tiongkok menunjukkan bagaimana energi, manufaktur, infrastruktur digital dan komputasi dapat berkembang dalam skala industri yang besar.

Rusia menjadi contoh bahwa kekuatan sumber daya dan energi yang besar belum otomatis menghasilkan kekuatan sistem apabila tidak sepenuhnya terhubung dengan teknologi, industri bernilai tambah, data, sumber daya manusia dan jaringan ekonomi.

India memperlihatkan upaya menghubungkan sektor energi dengan infrastruktur digital.

Sementara Arab Saudi menunjukkan bagaimana kekuatan energi dapat digunakan sebagai modal untuk mendorong diversifikasi menuju industri, logistik, teknologi, ekonomi digital dan kecerdasan buatan.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu resep tunggal dalam membangun kekuatan nasional.

Environment setiap negara berbeda. Karena itu, setiap negara harus mampu membaca dirinya sendiri.

ESTOM dan Kemampuan Membaca Perubahan

Dalam kerangka ESTOM, tiga pilar tersebut kemudian dibaca melalui rangkaian proses:

ENVIRONMENT → SENSING → THINKING → OPERATION → MANEUVER

Environment digunakan untuk memetakan kondisi dan perubahan. Sensing menangkap perubahan. Thinking memahami makna serta pilihan yang tersedia. Operation menyusun tindakan, sedangkan Maneuver menjalankan sekaligus menyesuaikan tindakan terhadap perubahan lingkungan.

Siklus tersebut kemudian berulang karena environment tidak pernah benar-benar statis.

Dari perspektif itu, ukuran kekuatan nasional bukan hanya berapa banyak sumber daya yang dimiliki, melainkan seberapa mampu berbagai sumber daya tersebut dihubungkan menjadi sebuah sistem yang efektif, adaptif dan berkelanjutan.

Kekuatan Harus Dibangun sebagai Sistem

Energi dapat menghidupkan kapasitas. Data membuat kapasitas mengetahui, terhubung dan bergerak. Sementara persepsi memberikan makna serta memengaruhi kepercayaan dan kehendak manusia.

Namun ketiga unsur tersebut tidak berdiri sendiri.

Kekuatan nasional muncul ketika energi, data dan persepsi saling terhubung dan memperkuat dalam sebuah sistem.

Seri Memahami ESTOM #11 sekaligus memberikan catatan bahwa kekuatan hari ini tidak menjamin kekuatan di masa depan. Perubahan teknologi, munculnya ketergantungan baru dan perubahan lingkungan strategis dapat mengubah kekuatan menjadi kerentanan apabila negara terlambat membaca perubahan.

Karena itu, seri berikutnya akan membahas bagaimana negara yang memiliki kekuatan besar sekalipun dapat mengalami kerentanan ketika gagal membaca perubahan lingkungan strategis.

Seri Memahami ESTOM #12 akan mengangkat tema:

“Ketika Kekuatan Menjadi Kerentanan — Mengapa Negara Besar Pun Dapat Salah Membaca Perubahan.”

Jakarta, 20 Agustus 2026

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Samanhudi Pertanyakan Dasar Pemberitaan Tender Jalan Rp4 Miliar

    Santri Samanhudi Pertanyakan Dasar Pemberitaan Tender Jalan Rp4 Miliar

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Pemberitaan media online PenaKalbar.id terkait tender pekerjaan jalan dengan nilai sekitar Rp4 miliar yang mengangkat isu dugaan “pinjam nama” serta mempertanyakan keberadaan Asphalt Mixing Plant (AMP) mendapat perhatian dari Santri Samanhudi, ST, Direktur PT. DSKA. Selasa. (18/Agustus/2026). Santri menilai, pemberitaan mengenai proses tender dan pekerjaan konstruksi yang menggunakan anggaran pemerintah […]

  • Ir. Efde Putra Belagama Resmi Serahkan SK DPC GRIB Jaya 50 Kota kepada Anes Brasco, Perkuat Konsolidasi Organisasi di Sumbar photo_camera 2

    Ir. Efde Putra Belagama Resmi Serahkan SK DPC GRIB Jaya 50 Kota kepada Anes Brasco, Perkuat Konsolidasi Organisasi di Sumbar

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Padang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Provinsi Sumatera Barat resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Lima Puluh Kota. Prosesi penyerahan SK berlangsung di Sekretariat DPD GRIB Jaya Sumatera Barat, Sabtu (27/6/2026). SK diserahkan langsung oleh Ketua DPD GRIB […]

  • Pangdam III/Siliwangi Berikan Pengarahan kepada 2.211 Personel Satuan TP Tahap IV di Dodik Secata Rindam III/Siliwangi

    Pangdam III/Siliwangi Berikan Pengarahan kepada 2.211 Personel Satuan TP Tahap IV di Dodik Secata Rindam III/Siliwangi

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 166
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memberikan pengarahan kepada 2.211 personel Bintara dan Tamtama Satuan TP Tahap IV di Lapangan Sapta Marga Dodik Secata Rindam III/Siliwangi, Kampung Cikole, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.18 hingga 09.16 WIB tersebut bertujuan memberikan motivasi, arahan, serta […]

  • Penertiban Besar-Besaran di Mutiara Gading Timur: Camat MustikajayaPimpin Langsung 3 Pilar Turun Bersama

    Penertiban Besar-Besaran di Mutiara Gading Timur: Camat MustikajayaPimpin Langsung 3 Pilar Turun Bersama

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kota Bekasi, Mustikajaya – Setelah melalui tahapan Surat Peringatan 1 hingga 3 dan tinjauan akhir, Pemerintah Kecamatan Mustikajaya akhirnya mengeksekusi penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Mutiara Gading Timur, Kelurahan Mustikajaya. Penertiban digelar pada hari Kamis, 2 Oktober 2025, menyasar lapak-lapak liar yang berdiri di sepanjang Bantaran Kali Cipete hingga Sasak Bayan, […]

  • Ribuan Ikan Dewa Kembali Dilepas ke Kolam Cigugur, Pemkab Kuningan Tunggu Instruksi Bupati

    Ribuan Ikan Dewa Kembali Dilepas ke Kolam Cigugur, Pemkab Kuningan Tunggu Instruksi Bupati

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kuningan Jawa Barat – Pasca insiden kematian ratusan Ikan Dewa beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan memastikan akan kembali melakukan pelepasliaran sekitar seribu ekor Ikan Dewa ke Kolam Cigugur. Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, menyampaikan bahwa seluruh ikan telah siap […]

  • Peduli Penyakit TB Paru; Polda Jateng Luncurkan Program Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru

    Peduli Penyakit TB Paru; Polda Jateng Luncurkan Program Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 230
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jateng – Kota Semarang | Polda Jawa Tengah saat ini melaksanakan inovasi program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah untuk memperkuat penanganan penyakit menular di wilayah Jawa Tengah. Dalam keterangannya, Kabiddokkes Polda Jateng KBP drg. Agung Hadi Wijanarko, Sp.BM., MARS., FisQua menyampaikan bahwa program tersebut dilatarbelakangi tingginya angka […]

expand_less