Kajian Kitab Minhajul Muslim: Ustadz Kemas M. Hadi, Lc. Ajak Jamaah Memuliakan Orang Tua sebagai Jalan Meraih Ridha Allah
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Senin, 27 Jul 2026
- visibility 167
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Cileungsi – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Kajian JIHAD (Kajian Islam Hari Ahad) Sore yang berlangsung di Masjid Rabiatul Adawiyah, Komplek Grand Nusa Indah, Cileungsi, Minggu (26/7/2026). Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Kemas M. Hadi, Lc. melanjutkan pembahasan Kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, memasuki Bab Keenam tentang Adab terhadap Sesama Manusia, dengan fokus adab kepada kedua orang tua.
Mengawali kajiannya, Ustadz Kemas mengingatkan bahwa manusia hidup dalam limpahan nikmat Allah SWT yang tidak terhitung jumlahnya. Karena itu, seorang muslim hendaknya tidak mudah mengeluh, tetapi senantiasa bersyukur, bahkan ketika menghadapi musibah.
Allah SWT berfirman:
«”Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. Ibrahim: 34).»
Beliau menjelaskan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan perintah langsung dari Allah SWT setelah perintah mentauhidkan-Nya. Oleh karena itu, memuliakan kedua orang tua adalah bagian dari ibadah yang tidak dapat dipisahkan dari keimanan.
«”Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra’: 23).»
Ustadz Kemas juga mengutip hadis Rasulullah SAW ketika ditanya siapa yang paling berhak mendapatkan bakti seorang anak. Rasulullah SAW menjawab, “Ibumu” sebanyak tiga kali, kemudian “ayahmu” (HR. Bukhari dan Muslim). Menurut beliau, hal itu menunjukkan besarnya pengorbanan seorang ibu sejak mengandung, melahirkan, menyusui, hingga membesarkan anak-anaknya.
Dalam kajian tersebut dijelaskan empat bentuk bakti kepada orang tua, yaitu menaati mereka selama tidak bertentangan dengan syariat, menghormati dan menjaga tutur kata, melayani serta memenuhi kebutuhan mereka semampunya, dan tetap berbakti setelah mereka wafat dengan mendoakan, memohonkan ampun, menunaikan janji-janji mereka, serta menyambung silaturahmi dengan kerabat dan sahabat-sahabatnya.
Sebagai penutup, Ustadz Kemas mengisahkan Uwais Al-Qarni, seorang tabi’in dari Yaman yang dikenal oleh penghuni langit karena baktinya kepada sang ibu. Rasulullah SAW bahkan berpesan kepada Umar bin Khattab RA agar meminta doa kepada Uwais apabila bertemu dengannya, karena doa Uwais sangat mustajab berkat baktinya kepada ibunya.
Beliau menutup kajian dengan mengajak seluruh jamaah agar memanfaatkan kesempatan selama orang tua masih hidup untuk membahagiakan dan memuliakan mereka. Bagi yang orang tuanya telah wafat, hendaknya tidak pernah berhenti mendoakan dan menyambung silaturahmi dengan keluarga mereka.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
«”Ridha Allah bergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka kedua orang tua.” (HR. At-Tirmidzi).»
Kajian tersebut menjadi pengingat bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu pintu terbesar untuk meraih ridha Allah SWT, keberkahan hidup, serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Jurnalis: Hapzon Effendi, S.Pd.
Jurnalis : Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar