Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Bentang Peradaban Nusantara: Menelusuri Jejak Bumi, Manusia Dan Peradaban Hingga Indonesia Abad Ke 21

Bentang Peradaban Nusantara: Menelusuri Jejak Bumi, Manusia Dan Peradaban Hingga Indonesia Abad Ke 21

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 403
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol

MediaSuaraMabes | Jakarta – Sundaland, Atlantis, Lemuria, hingga Supervolcano Toba: Membaca Sejarah Nusantara dari Perspektif Geologi dan Peradaban. Sejarah Nusantara tidak dapat dilepaskan dari perubahan bentang alam yang berlangsung selama jutaan tahun. Wilayah yang kini dikenal sebagai kepulauan Indonesia pernah mengalami perubahan geografis besar, termasuk ketika sebagian daratan Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya masih terhubung dalam satu kawasan daratan yang dikenal secara ilmiah sebagai Sundaland atau Paparan Sunda.

Dalam buku Bentang Peradaban Nusantara: Menelusuri Jejak Bumi, Manusia, dan Peradaban dari Awal Pembentukan Nusantara hingga Indonesia Abad ke-21, Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol mengajak pembaca menelusuri hubungan antara dinamika bumi, migrasi manusia, serta perkembangan peradaban di kawasan Nusantara.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari Bab II: Bentang Alam Melahirkan Bentang Kehidupan, khususnya mengenai Sundaland dan berbagai hipotesis tentang peradaban masa lampau.

Pada puncak Zaman Es terakhir atau Last Glacial Maximum, sekitar 26.000 hingga 19.000 tahun lalu, permukaan laut dunia diperkirakan berada jauh lebih rendah dibandingkan kondisi saat ini. Sebagian besar air bumi tersimpan dalam lapisan es di kawasan kutub.

Kondisi tersebut menyebabkan wilayah yang kini menjadi Laut Jawa, Selat Karimata, Selat Malaka, dan Laut Natuna masih berupa daratan yang relatif luas. Kawasan tersebut menghubungkan sejumlah wilayah yang saat ini telah terpisah oleh laut.

Dalam kajian geologi, kawasan dasar benua tersebut dikenal sebagai Paparan Sunda (Sunda Shelf), sedangkan daratan yang muncul akibat rendahnya permukaan laut disebut Sundaland.

Perubahan iklim dan mencairnya lapisan es pada akhir Zaman Es kemudian menyebabkan permukaan laut naik secara bertahap. Daratan yang sebelumnya saling terhubung akhirnya terpisah menjadi pulau-pulau dan membentuk bentang geografis Asia Tenggara seperti yang dikenal saat ini.

Perubahan tersebut tidak hanya mengubah peta kawasan, tetapi juga berpengaruh terhadap jalur migrasi manusia, persebaran flora dan fauna, serta pola kehidupan masyarakat purba.

Dalam perspektif sejarah manusia, perubahan lingkungan tersebut menjadi bagian penting dalam proses adaptasi manusia terhadap lingkungan maritim. Wilayah pesisir dan laut secara bertahap berkembang menjadi ruang kehidupan, perdagangan, mobilitas, dan interaksi antarkelompok manusia.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungan Budaya dan Program Relawan Global 2026: Mahasiswa Universitas Keimyung Korea Selatan Disambut Tari Betawi di SDN 02 Setiamulya photo_camera 6

    Kunjungan Budaya dan Program Relawan Global 2026: Mahasiswa Universitas Keimyung Korea Selatan Disambut Tari Betawi di SDN 02 Setiamulya

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 215
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Setiamulya – Dalam rangka Kunjungan Budaya dan Program Relawan Global 2026 yang mengusung tema Melestarikan Budaya sebagai Warisan Dunia, civitas akademika Universitas Keimyung, Korea Selatan, melaksanakan kunjungan ke SDN 02 Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Kedatangan para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Keimyung disambut dengan meriah oleh pihak sekolah, para guru, siswa-siswi, serta unsur […]

  • Ironis! Kalbar Kaya Energi Tapi Masih Ngandelin Listrik Malaysia

    Ironis! Kalbar Kaya Energi Tapi Masih Ngandelin Listrik Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 180
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak – Pengamat Sosial Politik dan Kebijakan Publik, Syarif Usmulyadi Al Qadrie, menilai pemadaman listrik yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan tidak dapat lagi dipandang sebagai gangguan teknis yang bersifat insidental. Menurutnya, kejadian tersebut, yang terjadi tidak lama setelah gangguan besar pada sistem kelistrikan Sumatra, menjadi sinyal adanya persoalan mendasar dalam tata […]

  • Universitas Palangka Raya Perkuat SDM Polri Lewat Pusat Studi Kepolisian

    Universitas Palangka Raya Perkuat SDM Polri Lewat Pusat Studi Kepolisian

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Agus Suprianto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Palangka Raya – Polri terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui Pusat Studi Kepolisian Universitas Palangka Raya yang telah dibentuk pada 10 Maret 2026. Memasuki fase operasionalisasi, pusat studi tersebut diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi untuk menghasilkan riset, inovasi, serta rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung dalam pelaksanaan tugas […]

  • Status Darurat Kesehatan Dunia Ditetapkan WHO, Kemenkes Perketat Pengawasan Cegah Ebola Masuk Indonesia

    Status Darurat Kesehatan Dunia Ditetapkan WHO, Kemenkes Perketat Pengawasan Cegah Ebola Masuk Indonesia

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Thio Rudy
    • visibility 315
    • 0Komentar

    MediaSuataMabes, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) terkait wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo pada 17 Mei 2026. Menanggapi situasi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia langsung mengambil langkah antisipatif guna mencegah masuknya virus Ebola ke Indonesia, […]

  • PERANG FONDASI DARI DALAM: Ketika Bangsa Kaya Mulai Kehilangan Kepercayaan kepada Dirinya Sendiri

    PERANG FONDASI DARI DALAM: Ketika Bangsa Kaya Mulai Kehilangan Kepercayaan kepada Dirinya Sendiri

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 426
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Di tengah percepatan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), perebutan energi global, dan dominasi data digital, dunia menghadapi tantangan baru yang lebih kompleks dibanding sekadar konflik militer konvensional. Tantangan tersebut adalah krisis kepercayaan bangsa terhadap fondasi dirinya sendiri. Pemikiran tersebut disampaikan oleh Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol ’86 melalui gagasannya yang diberi nama […]

  • Kasdim 0314/Inhil Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dalam TMMD ke-130, Perkuat Semangat Bela Negara di Desa Kuala Lemang

    Kasdim 0314/Inhil Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dalam TMMD ke-130, Perkuat Semangat Bela Negara di Desa Kuala Lemang

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Agustami Tolib
    • visibility 85
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Indragiri Hilir, Kuala Lemang – Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/Indragiri Hilir (Inhil) terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui kegiatan nonfisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130. Salah satu kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara yang digelar di Balai Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, […]

expand_less