Energi dan Mineral Strategis, Fondasi Kedaulatan Indonesia di Tengah Perebutan Masa Depan Dunia
- account_circle Suwoto
- calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
- visibility 356
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta – Di tengah percepatan perkembangan teknologi global, perebutan sumber daya strategis kini menjadi faktor utama yang menentukan arah peradaban dunia. Jika pada masa lalu kekuatan negara ditentukan oleh wilayah, kekuatan militer, dan kolonialisme fisik, maka abad ke-21 ditandai dengan persaingan penguasaan energi, mineral strategis, teknologi, serta rantai industri masa depan.
Hal tersebut disampaikan oleh Brigjen Purn. MJP Hutagaol dalam tulisannya yang menyoroti posisi strategis Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap energi dan bahan baku industri modern.
Menurutnya, perkembangan kendaraan listrik, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pusat data (data center), teknologi pertahanan modern, satelit, hingga industri baterai telah menciptakan kebutuhan besar terhadap berbagai mineral strategis seperti nikel, timah, tembaga, emas, litium, kobalt, dan rare earth elements.
Indonesia dinilai memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam terbesar di dunia. Cadangan nikel yang melimpah, timah, batu bara, gas alam, tembaga, bauksit, hingga potensi rare earth menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat sumber daya strategis global.
Selain itu, Indonesia juga memiliki sejumlah tambang emas berskala dunia, termasuk Tambang Grasberg yang dikenal sebagai salah satu tambang emas terbesar di dunia.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar