Dari Anak Desa Menjadi Pemecah Rekor MURI dan Tokoh Inspiratif Nasional
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta — Tidak semua orang mampu mengubah luka menjadi kekuatan, keterbatasan menjadi motivasi, dan ujian hidup menjadi jalan menuju kemuliaan. Namun hal itulah yang berhasil dibuktikan oleh Prof. Dr. Drs. Ir. H. Achmad Tarmizi, SE, SH, ST, MT, M.Si, MH, MPd, Ph.D (HC), sosok putra terbaik Sumatera Selatan yang dikenal luas sebagai pemecah Rekor MURI dengan gelar akademik terbanyak di Indonesia.
Lahir di Palembang pada 9 Juni 1966, Achmad Tarmizi berasal dari keluarga yang cukup terpandang. Ayahandanya, H. Ahluddin (Almarhum), merupakan Pesirah Kepala Marga Dawas yang dihormati masyarakat pada masanya. Masa kecil beliau sebenarnya dipenuhi kebahagiaan dan kehidupan yang cukup sejahtera.
Salah satu kenangan yang paling membekas dalam hidupnya adalah saat sang ayah mengajak dirinya berkeliling desa menggunakan sepeda motor Honda — kendaraan yang saat itu menjadi satu-satunya motor di desa mereka. Sebuah kenangan sederhana, namun sangat berarti bagi seorang anak kecil yang begitu mencintai ayahnya.
Namun takdir Allah berkata lain. Saat usianya baru menginjak empat tahun, sang ayah meninggal dunia secara mendadak. Kehilangan besar itu menjadi titik awal perjuangan hidupnya. Sejak saat itu, sosok ibunda dan nenek menjadi cahaya yang membimbing perjalanan hidupnya.
Dari ibundanya, Achmad Tarmizi belajar arti keteguhan, kesabaran, dan kerja keras. Sang ibu tidak pernah mengeluh tentang kehidupan, tidak pernah memperlihatkan kesedihan di depan anak-anaknya, dan selalu mengajarkan untuk tetap kuat dalam keadaan apa pun.
Penulis Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar