GERILYA KOGNITIF SERI 11: Brigjen (Purn) MJP. Hutagaol Tekankan Kedaulatan Berpikir dan Kepentingan Nasional
- account_circle Suwoto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 49
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Kedaulatan negara di era persaingan global tidak hanya berkaitan dengan pertahanan wilayah dan kekuatan militer, tetapi juga mencakup perlindungan data, keamanan siber, penguasaan teknologi, serta kemampuan masyarakat menjaga kemandirian berpikir.
Pandangan tersebut disampaikan Brigjen (Purn) MJP. Hutagaol dalam tulisan Gerilya Kognitif Seri 11 berjudul “Gerilya Kognitif dalam Keamanan dan Kepentingan Nasional Indonesia: Menjaga Kedaulatan Berpikir, Melindungi Kepentingan Nasional, dan Memperkuat Ketahanan Bangsa”, yang ditulis di Jakarta, 6 November 2026.
Menurut Hutagaol, perkembangan teknologi digital dan persaingan geopolitik membuat ancaman terhadap keamanan nasional semakin kompleks. Tekanan ekonomi, gangguan infrastruktur digital, manipulasi informasi, dan menurunnya kepercayaan publik dapat memengaruhi stabilitas serta kepentingan nasional.
Karena itu, Indonesia perlu membangun pendekatan keamanan yang terpadu dengan memperhatikan dimensi pertahanan, ekonomi, teknologi, informasi, dan sosial.
Serangan Siber PDNS 2 Menjadi Pelajaran Strategis
Salah satu contoh penting adalah serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 pada Juni 2024. Serangan yang diidentifikasi sebagai Brain Cipher Ransomware tersebut mengganggu sejumlah layanan publik, termasuk layanan keimigrasian.
Pemerintah menyampaikan sebanyak 282 pengguna atau tenant terdampak dalam insiden tersebut.
Hutagaol menilai peristiwa itu menjadi pengingat bahwa keamanan infrastruktur digital merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Perlindungan sistem, pencadangan data, kesiapan pemulihan, dan komunikasi krisis yang transparan perlu diperkuat.
Gangguan siber tidak hanya berdampak secara teknis, tetapi juga berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat apabila penanganannya tidak dilakukan secara tepat.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar